
Setelah itu Rosa selesai membersihkan dirinya. Pada saat dia keluar dari kamar mandi,Rosa melihat Caca menatap baju malam yang telah dia masuki kedalam keranjang tadi. Rosa berkata,"Caca sepertinya lo dalem banget natal itu baju," ucap Rosa. Saat mendengar suara Rosa,Caca sontak kaget. Kemudian Caca berkata,"Ini baju aneh aja gitu," ucap Caca sambil menggaruk kepalanya.
Rosa tertawa melihat wajah Caca yang terlihat aneh. Kemudian Caca melemparkan handuk ke Caca. Agar dia membersihkan tubuh nya juga. Rosa berkata,"Sana mandi,biar wangi," ucap Rosa. Mendengar ucapan Rosa akhirnya Caca menuruti apa yang Rosa katakan.
Beberapa lama kemudian, Caca sudah selesai mandi. Caca melihat Rosa sedang sangat serius melihat sebuah berkas. Caca berkata,"Rosa itu berkas apa?" tanya Caca. Kepala Rosa langsung menengok ke arah Caca. Kemudian Rosa berkata,"Ini berkas yang waktu itu mami dan papi berikan," ucap Rosa.
__ADS_1
Kemudian Caca baru sadar karena berkas yang mami dan papi berikan waktu itu ada di atas meja belajar nya. Caca berkata,"Rosa gawat! itu berkas gua yang mami dan papi kasih ada di atas meja belajar!" ucap Caca panik.
Caca heran pada saat melihat wajah Rosa yang tidak menunjukkan reaksi apapun. Caca berkata,"ih,kok lo gak kaget?" tanya Caca sebal. Rosa akhirnya berdiri dan mengambil sebuah berkas yang sama seperti berkas yang dia pegang. Kemudian Rosa berkata,"Gua tahu sahabat gua yang namanya Caca ceroboh orang nya,jadi gua masuk ke kamar lo dan gua liat berkas ini bada diatas meja ya gua langsung ambil," ucap Rosa.
Saat mendengar perkataan Rosa, Caca kini merasa lega karena berkas nya berada di tangan Rosa. Kemudian pada saat Rosa menganalisis berkas tersebut Rosa melihat ada sebuah nama perusahaan yang nama nya seperti nama perusahaan milik orang tua Rendi.
__ADS_1
Caca langsung menengok dan melihat nama perusahaan yang Rosa bilang. Namun, pada saat Caca melihat nama perusahaan yang di tunjukkan oleh Rosa. Wajah Caca terlihat seperti biasa saja. Tidak ada reaksi yang mengejutkan dari wajah Caca.
Karena Rosa heran, akhirnya Rosa mencubit kecil tubuh Caca. Kemudian Caca berkata,"Ah Rosa sakit tahu, iya gua tahu itu memang perusahaan milik orang tuanya Rendi. Tapi gua gak mau gegabah kita ikuti alur mereka mainkan saja. Jika sudah keterlaluan baru kita buka kartu mereka," ucap Caca.
Rosa bergidik ngeri saat Caca berbicara seperti itu. Setelah itu Caca membereskan belanjaan yang mereka sudah beli. Tidak lama dari itu terdengar suara mba Siti dari luar. Mba Siti berkata,"Aduh tolong tenggorokan ku sakit!" teriak Milen. Sontak Caca dan Rosa langsung keluar dan melihat keadaan mba Siti.
__ADS_1
Begitu juga Brayen,Deni,dan Renata. Mereka semua keluar melihat keadaan mba Siti. Pada saat mereka keluar dan melihat mba Siti sudah kesusahan untuk berbicara, Akhirnya Brayen dan Deni langsung mengeluarkan mobil dan langsung membawa mba Siti ke rumah sakit.
Caca dan Rosa hanya saling menatap. Sedangkan Renata dan Milen mereka menaruh tangan mereka ke dada karena shock melihat keadaan mba Siti.