Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Sakit


__ADS_3

Besok pagi nya di rumah Brayen.


Brayen sudah bangun dia bangun pukul setengah enam dan setelah itu dia bergegas ke meja makan dan ia melihat bunda nya sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk brayen dan papi nya.


"Pagi,bun."


"Eh ray,udah siap aja," ucap bunda.


"Mm ayah mana, bund?" tanya Brayen.


"Di sini,kenapa ray kangen ya sama ayah?" tanya ayah.


"Ahaha ayah,bisa aja."


Bunda nya hanya tersenyum melihat tingkah kedua laki laki nya itu.


"Ray sepedah kamu kan lagi di bengkel hari ini kamu bareng sama ayah,ya."


Brayen pun sontak kaget.


"Tapi bun nanti kalo ayah nganterin Brayen nanti ayah telat lagi,Bun.".


"Brayen di anter sama pak satpam aja Bun naik motor biar cepet," ucap Brayen lagi.


"Hmm terserah kamu aja," ucap bunda


Akhirnya Brayen pun lega karena tidak jadi di antar oleh ayah nya.


Saat selesai sarapan Brayen pun akhirnya mengambil bekal dan kemudian ia menuju halaman rumah nya.


"Pak hari ini bisa anterin Brayen gak kesekolah?" tanya Brayen.


"Dengan senang hati,den."


Akhirnya Brayen pun berangkat,ia diantar oleh penjaga rumah nya itu menggunakan motor.


Sedangkan di rumah Caca.


Caca sudah bangun dari tadi karena semalam ia tidak nyenyak tidur karena kebanyakan makan eh perut nya jadi sakit.


Caca semalam bolak balik kamar mandi terus .


Batin Caca.


Ah sial nyesel gua semalem makan banyak perut gua jadi gak enak rasanya.


Setelah siap Caca pun akhirnya menuju ruang makan dan ia makan bersama keluarga nya.


"Pagi semua," ucap Caca.


"Pagi sayang," ucap mami dan papi nya.


"Mi nanti di tas bekal caca selipkan obat sakit perut ya,mi."


"Kenapa sama perut kamu?" tanya mami.


"Itu mi perut caca sakit terus," ucap Caca.


"Kok bisa sakit perut nya?" tanya mami.


"Itu mi kek nya Caca semalem kebanyakan makan di pesta temen nya papi deh,mi."

__ADS_1


"Udah mami bilangin jangan asal makan kamu ini bandel," omel mami.


"Sudah sudah cepat habiskan makanan kamu nanti kamu telat pergi kesekolah nya," sahut papi.


Akhirnya Caca pun menghabiskan sarapan nya dan lalu ia pergi menggunakan sepeda nya.


Setelah lama di perjalanan Caca dan brayen pun tiba di sekolah secara bersamaan Caca melihat Brayen di antarkan oleh seorang laki laki yang Caca pikir itu ayah nya Brayen.


Brayen pun melihat Caca juga mereka saling bertatapan.Kemudian Caca memalingkan wajah nya dan langsung menuju parkiran sepeda yang ada di dalam sekolah nya itu.


Setelah sampai di kelas Caca pun menuju bangku nya.


"Ca kok muka lo pucet sih?" tanya salah satu teman cewe yang ada di kelas nya itu.


"Iya ca muka lo pucet," ucap anak cewe lainnya.


"Hah iya tah?" tanya Caca sambil memasang ekspresi bingung.


Ke tiga sahabat nya itu pun sama terlihat heran dengan wajah Caca.


"Ca lo sakit ya?" tanya Rosa.


"Mmm mungkin," ucap Caca.


"Kek mana sih yang bener dong,ca?" tanya Syifa.


"Sakit perut gua ****** karena kebanyakan makan.Soal nya semalem ke pesta acara temen nya papi di situ gua banyak makan," ucap Caca sambil memegangi perut nya.


"Tuh kan elo geh bandel gak dengerin ucapan mami," ucap Linda.


"Hahaha Caca kualat," tawa ketiga sahabat nya itu.


"Woy bagi jawaban tugas ipa sih barter kita!" teriak Caca.


Mendengar perkataan caca itu brayen pun memberanikan diri nya untuk mendekati Caca.


"Nih jawaban ipa gua mau barter sama jawaban matematika," ucap Brayen gugup.


"Eh anak culun yakin ni jawaban bener semua?" tanya Caca ragu.


"Ya gua yakin," ucap Brayen


Melihat sahabat nya itu sedang mengobrol dengan Caca Deni pun ikut nimbrung bersama Brayen.


"Jawaban nya Brayen tidak perlu di ragukan seratus persen bener semua," ucap deni dengan lantang.


"Hmmm okey," ucap Caca.


"Nih Jawaban ipa gua satu lagi buku nya jangan sampe lecek kalo lecek gua timpuk lo pake sepatu," ucap Caca.


Batin Brayen.


Dasar nenek lampir, sehari aja coba lo gak marah marah cantik lu ca.


Brayen dan deni pun akhirnya menuju bangku mereka dan mengerjakan tugas mereka yang belum selesai.


Tiiba tiba ada salah satu anak cewe yang berteriak


"Woy,anak culun mulai ngedeketin Caca," teriak anak itu.


"Hah apa anak culun ngedeketin Caca?" tanya yang lainnya.

__ADS_1


Brayen pun kesal mendengar perkataan teman cewe nya itu.Tapi apa daya dia hanya bisa diam.


Kalo bunda sama ayah nya tau Brayen sering di bully sama teman nya .Mereka pasti marah dan bisa saja ayah dan bunda Brayen mengeluarkan teman Brayen yang ngebully anak nya tersebut.


Caca pun melihat Brayen hanya tertunduk dan Caca melihat Brayen sangat kesal sekali.


Batin Caca.


Ckckck nih anak bukannya ngelawan malah diem kek ayam sayur.


"Siapa yang menyuruh kalian tertawa!" teriak Caca.


Semua teman nya itu pun sontak diam.


"Caca mulai gila guys," celetuk salah satu teman cewe nya.


"Gua gila?kalian kali yang gila,brayen anak baik ngapain kalian bully dia ,gak ada kerjaan lain apa?" tanya Caca.


Dan tiba tiba guru pun langsung masuk dan kejadian yang tadi seketika terhenti.


Setelah beberapa lama kemudian jam istirahat pun tiba.


"Ca lo gak papa kan ca?" tanya Linda.


"Hmmm," jawab Caca.


"Wah lo tadi kek nya marah banget deh," ucap Rosa.


"Ya jelaslah gua marah kalian pikir aja kenapa anak baik harus di bully karena penampilan nya?dan ya Brayen itu gua liat liat dia anak yang pinter kok," ucap Caca.


"Mmm iya sih," ucap Rosa.


"Guys kantin yok gua laper nih," ucap Syifa.


"Ayok lah gua juga," ucap Rosa dan Linda.


"Dah dah sana kalian, gua mau makan," ucap Caca.


Akhirnya ketiga sahabat Caca pun pergi ke kantin dan di kelas hanya tersisa Caca, Brayen dan Deni.


Deni dan Brayen pun menuju ke arah Caca.


"Ca makasih yang tadi," ucap Brayen.


"Iya ca keren lo,ca," ucap Deni lagi.


"Apasih kalian nih gak usah lebay deh," ucap Caca.


"Mending kalian makan bekel sana," ucap Caca.


"Mm ca Lo mau jadi sahabat gua gak?" tanya Brayen ragu.


"Uhuk uhuk."


"Sahabat kata lo?" tanya Caca.


"Iya kek lo sama Linda, Rosa,dan Syifa," ucap Brayen.


"Kalo itu gua harus ngomong dulu sama geng gua,gua gak bisa langsung ngambil kesimpulan sendiri," ucap Caca.


"Mmm okey gua tunggu jawaban kalian," ucap Brayen dan Deni.

__ADS_1


__ADS_2