Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Beruang Kecil


__ADS_3

Akhirnya pelayan yang sudah mencuri data rahasia perusahaan sudah dapat ditangani oleh polisi. Setelah pintu terbuka kedua orang tua Caca dan Brayen menghampiri mereka. Renata berkata,"Astaga Caca, tangan kamu kenapa?" tanya Renata. Sontak Caca hanya menunjukkan senyuman nya. Brayen yang melihat istrinya terluka dia sangat kasihan. Brayen langsung mengambil kotak pertolongan pertama di belakang.


Kemudian pak polisi menghampiri Kenzo dan keluarga. Polisi itu berkata,"Astaga tuan Justin,Suatu kehormatan bagi saya dapat menemui anda," ucap pak polisi tersebut. Sontak Justin bingung ingin berbuat apa. Setelah itu Deni menghampiri pak polisi dengan membawa bukti-bukti yang mereka temui. Tidak lama kemudian Brayen keluar dengan membawa obat pertolongan pertama.


Brayen menarik tangan Caca, kemudian langsung mengobati tangan Caca yang terluka. Seluruh keluarga dan sahabat Brayen memaklumi mereka dan meninggalkan mereka berdua di ruang tamu. Saat Brayen mengobati tangan Caca yang terkena goresan pisau dengan menggunakan alkohol,Caca merintih kesakitan. Caca berkata,"Jangan pakai itu," ucap Caca.


Sontak Brayen langsung menghentikan nya. Setelah itu Caca mengambil obat merah dan mengambil kapas untuk mengobati luka yang ada di tangan nya itu. Brayen berkata,"Biarkan aku yang mengobati nya," ucap Brayen. Caca menggeleng gelengkan kepala nya. Caca berkata,"Gak mau biar gua yang obati sendiri," ucap Caca.


Mendengar ucapan Caca akhirnya Brayen mengalah dan Brayen bangun kemudian dia duduk di samping Caca. Brayen berkata,"Saat lo sudah ke Jakarta jangan bandel bandel," ucap Brayen. Sontak Caca langsung menjahili Brayen. Caca berkata,"Ray kakak kelas gua banyak yang suka sama gua. Mereka sering banget traktir gua makan," ucap Caca.


Mendengar perkataan Caca,sontak Brayen langsung mengarahkan wajah nya ke arah Caca. Brayen berkata,"Sekali lagi lo ngomong gua bawa lo ke ke kamar," ucap Brayen. Mendengar perkataan Brayen,Caca hanya menahan tawa nya. Kemudian Caca memegang rambut Brayen. Caca berkata,"Hei beruang kecil jangan seperti itu aku hanya bercanda," ucap Caca.


Brayen hanya menatap Caca kesal. Kemudian Deni datang menghampiri Brayen. Deni berkata,"Main game yok," ucap Deni mengajak Brayen. Sontak Brayen langsung bangun dan mengikuti ke kamar Deni. Caca memaklumi nya. Brayen juga butuh hiburan.

__ADS_1


Setelah itu Caca akhirnya pergi ke kamar untuk istirahat. Caca melihat handphone Brayen berada di atas kasur mereka. Caca akhirnya iseng iseng memainkan handphone milik Brayen. Pada saat Caca ingin membuka handphone Brayen, ternyata handphone milik nya di kunci.


Caca menebak nebak sandi yang Brayen pakai. Caca memasukkan tanggal lahir Brayen namun salah. Caca mencoba lagi memasukan nama orang tuanya tapi tetap salah. Caca sudah mencoba semuanya tapi hasil nya tetap saja tidak dapat di buka. Ada satu tanggal yang belum dia coba, yaitu tanggal pernikahan mereka. Akhirnya Caca memasukkan tanggal pernikahan mereka ke dalam handphone Brayen.


Akhirnya handphone Brayen dapat Caca buka. Setelah itu dia melihat banyak sekali notifikasi dari teman teman Brayen. Namun, kebanyakan adalah perempuan yang mengirim pesan ke Brayen. Caca hanya tertawa saat melihat balasan dari Brayen ke pada teman teman ceweknya. Pasal nya Brayen hanya membaca nya dan tidak pernah di balas.


Tiba tiba Brayen masuk ke kamar mereka. Brayen melihat Caca sedang tertawa. Karena Brayen heran, akhirnya Brayen bertanya kepada Caca. Brayen berkata,"Kenapa kamu tertawa?" tanya Brayen ke Caca. Sontak Caca mendengar pertanyaan Brayen hanya menunjukkan handphone Brayen.


Brayen bernafas legas saat mendengar ucapan Caca. Kemudian mereka melihat siapa saja teman cewek Brayen yang mengirimkan pesan kepada Brayen. Semakin larut malam semakin banyak cewek cewek yang mencoba menggoda Brayen. Namun,karena Brayen juga penasaran dengan handphone Caca akhirnya Brayen mengambil handphone Caca. Caca membiarkan handphone nya itu dimainkan oleh suaminya.


Sama seperti Brayen,banyak sekali kakak kelas ataupun adik kelas yang ingin mendekati Caca. Brayen berkata,"Wah gila lo banyak banget yang chat lo," ucap Brayen. Sontak Caca hanya tersenyum melihat wajah Brayen. Setelah itu Brayen membaca semua isi pesan yang dikirimkan teman teman Caca. Caca berkata,"Sudah terserah lo ray mau bales nya bagaimana," ucap Caca.


Saat Brayen mendengar ucapan Caca,hati Brayen kini sangat senang. Brayen langsung balas pesan yang kakak kelas ataupun adik kelas Caca. Dengan senang hati Brayen mengerjai mereka semua. Setelah itu Caca melihat nama Nesa di handphone Brayen.

__ADS_1


Caca tahu jika Nesa sangat menyukai Brayen. Karena Caca dapat melihat dari isi pesan Nesa kepada Brayen. Namun,lagi lagi tidak ada balasan apapun dari Brayen. Caca berkata,"Ray Nesa ini fans berat lo,ya?" tanya Caca. Sontak Brayen langsung menggeleng gelengkan kepala nya.


Setelah itu,Brayen melihat nama Rendi. Karena Caca sudah lama tidak memegang handphone nya banyak pesan sekali dari Rendi. Sontak Brayen membuka pesan tersebut. Caca hanya beberapa kali menanggapi pesan dari Rendi.


Brayen berfikir bahwa Rendi suka dengan Caca. Karena,isi pesan Rendi banyak sekali emot yang sangat bikin Brayen kesal. Setelah itu Caca melihat wajah Brayen menatap ponsel nya dengan serius. Caca berkata,"Kenapa,ray?" tanya Caca.


Setelah itu Caca hanya dapat menahan tawa nya. Caca berkata,"Sudahlah Brayen jangan cemberut," ucap Caca. Sontak Brayen langsung merubah raut wajahnya. Caca hanya diam saja. Kemudian Caca merasa mengantuk akhirnya Caca tidur deluan. Melihat Caca sudah tidur,Brayen hanya menatap wajah Caca.


Saat Brayen menatap wajah Caca,pada saat itu Caca belum tidur dengan nyenyak. Caca tahu jika Brayen sedang memandangi wajah nya. Caca membalikkan tubuhnya menghadap ke Brayen. Sontak Brayen terkejut saat tubuh Caca membalik badan.


Setelah itu Caca berkata,"Ray tidur sudah malem besok gua terakhir di sini," ucap Caca. Sontak Brayen membelai rambut Caca. Brayen mencium rambut Caca. Rambut Caca sangat wangi. Setelah itu Caca langsung menahan Brayen. Caca berkata," Ray ayo tidur sini gua elus kepala lo," ucap Caca.


Akhirnya Brayen menuruti apa yang Caca katakan. Caca merasa memiliki bayi besar yang sedang merengek-rengek. Caca hanya dapat tidur jika Brayen sudah tidur. Caca kini hanya dapat bercerita sepanjang panjang nya. Brayen yang menikmati cerita Caca,hanya mendengarkan saja. Walaupun Brayen tidak dapat tidur Brayen hanya berpura pura tidur. Akan tetapi akhirnya Caca yang tidur deluan.

__ADS_1


__ADS_2