
Brayen dan keluarga nya kembali lagi dengan kesibukan mereka.
***
Sedangkan Caca.
Caca dan Rosa di kamar sedang video call dengan Linda dan Syifa.
"Woy ada yang hampir mati,"ucap Rosa.
"Ha siapa astaga?" tanya Syifa.
"Iya siapa?" tanya Linda.
"Ini orang yang di sebelah gua," ucap Rosa.
Linda dan rosa terkejut mendengar ucapan Rosa.
"Hah? becanda ya Lo sa?" tanya Linda.
"Tanya sendiri sama orang nya," ucap Rosa.
"Ca emang benar?" tanya Syifa.
"Hmm iya gua hampir mati," ucap Caca.
"Astagaa kek mana kek mana ceritain dong," bujuk Linda.
"Ya biasa ulah saingan bisnis mami papi gua," ucap Caca.
"Hmm Caca untung lo lahir otak lo pinter," ucap Syifa.
"Iya mungkin kalo otak lo dodol udah mati lo ca,"ucap Linda.
"Gua juga kesel setiap liburan pasti ada saja kejadian yang tidak diinginkan," ucap Rosa.
"Ya begitulah nasib jadi anak pemilik perusahaan yang besar," ucap Syifa.
Saat mereka sedang berbicara tiba tiba ada yang mengetuk pintu.
"Caca Rosa keluar nak," ucap Renata.
"Hmm iya mi," ucap Rosa.
Mereka pun langsung keluar.
"Eh siapa itu yang sedang telponan sama kalian?" tanya mami.
"Ini mi Linda dan Syifa" ucap Caca.
"Hai tante apa kabar te?" tanya Linda.
"Makin cantik aja," ucap Syifa.
"Hai Linda,Syifa kenapa kalian pindah gak bilang bilang sama mami?" tanya Renata.
"Hayolo mami ngambek"ledek Rosa.
"ehehe i'm sorry mi karena pindah nya buru buru mi," ucap Linda.
"Hmm ya sudahlah jaga diri kalian disana baik baik salam dari mami bilang sama orang tua kalian," ucap Renata.
"Ok mi siap," ucap Syifa.
"Ya sudah ,sudah dulu ya sif lin," ucap Caca.
__ADS_1
"Oke bro,".ucap Linda dan Syifa.
Setelah itu mereka mengikuti Renata dari belakang. Renata mengarah ke ruangan kerja yang ada di vila tersebut.
Caca melihat papi nya sudah menunggu mereka.
Caca dan Rosa duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Caca dan Rosa kalian bisa melihat sekolah rekomendasi yang kamu inginkan," ucap Renata.
"Silahkan pilih yang mana sekolah yang kalian inginkan"ucap papi.
"Papi ini lagi liburan eh malah bahas sekolah," ucap Caca.
"Sayang nurut saja apa kata papi mu," ucap Renata.
"Apa kalian ingin papi masukkan di sekolah kedokteran?" tanya papi.
"Hah? enggak ah pi yang lain saja," ucap Caca.
"Iya pi,Rosa juga ingin yang lain," ucap Rosa.
"Ya sudah itu nanti kita pikirkan lagi kalian silahkan pilih SMA yang kalian mau," ucap Renata.
"Hmm baiklah mi," ucap keduanya.
Mereka memilih milih SMA yang sudah di tunjukkan di tampilan proyektor.
"Hmm nah itu aja pi," ucap Rosa dan Caca.
"Owh SMA Bintara," ucap Justin.
"Baiklah kalian akan tes di situ persiapkan diri kalian," ucap Renata.
"Hmmm baiklah pi," ucap Caca.
Mereka keluar dari ruangan tersebut.
Handphone papi tiba tiba berderin.kemudian papi mengangkat panggilan tersebut.
"Halo ada apa?" tanya papi.
"Begini tuan yang ingin mencelakakan non Caca ternyata pemilik perusahaan yang tidak terlalu terkenal tuan"ucap Guntur orang suruhan Justin.
"Oke jika begitu beri dia dan perusahaan dia pelajaran saya serahkan semua sama kamu," ucap Justin.
"Baik tuan"ucap Guntur.
Setelah itu Caca,Rosa dan mami sedang bermain di kolam renang belakang.
Papi hanya tersenyum melihat mereka bertiga.
"Semoga kalian selalu di lindungi tuhan," gumam Justin.
Renata melihat Justin yang sedang memandangi diri nya dan juga anak nya.
"Justin sini!" panggil Renata.
"Eh iya mi," papi langsung menghampiri Istri nya itu
"Kita bakar bakar daging yok," ajak Caca.
"Ide bagus," ucap Rosa.
"Baiklah di lemari pendingin ada beberapa ikan dan daging mami akan keluarkan," ucap Renata.
__ADS_1
"Papi akan siapkan bumbu nya," ucap Justin.
Akhirnya keluarga Caca bakar bakar di halaman belakang.
Sedangkan Brayen.
Brayen sedang menonton tv di rumah baru nya itu ayah dan bunda nya di sibukkan dengan urusan bisnis mereka.
"Ah bosen bener pengen muter muter tapi karena kejadian tadi pagi pasti enggak dibolehin ayah sama bunda," gumam Brayen.
Tiba tiba bunda Dateng menghampiri Brayen.
"Nak kamu sekolah di SMA Nusa Bina ya sayang," ucap Milen.
"Hmm baik bun," ucap Brayen.
Setelah bunda nya pergi menjauhi diri nya Brayen mencoba mencari di internet di mana sekolah Nusa Bina tersebut.
Saat Brayen mencari Brayen terkejut dia di sekolahkan di Sma yang berkelas di sana banyak anak pejabat.
"Waduh bunda sama ayah masukin gua di sekolah yang kek gini lagi pasti banyak anak manja sama cewe cewe cantik matre," gumam Brayen.
Setelah melihat lihat lagi Brayen hanya pasrah saja ia hanya dapat menuruti permintaan kedua orang tua nya itu.
"Hmm oke deh gua enggak akan ada nyamar nyamar lagi apalah itulah gua akan pakai apa yang bunda dan ayah berikan," ucap Brayen.
Malam hari tiba, Brayen dan keluarga nya berkumpul di ruang makan mereka bersiap siap untuk makan malam.
Para pelayan menyiapkan makanan yang akan mereka santap.
Dirumah itu Brayen hanya percaya kepada bibi Siti karena ia melihat dari cara bekerja bibi Siti ia terlahir mengerjakan nya dengan sepenuh hati nya.Tetapi tidak untuk yang lain.
saat semua nya sedang menyantap makanan Brayen minta di buatkan jus melon dia menyuruh bibi siti namun ada beberapa pelayan yang mencoba menghalangi bibi Siti.
"Bibi Siti saya hanya ingin jus buatan bibi," ucap Brayen.
"Eh iya baik den segera di buatkan," ucap bibi Siti.
Terlihat dari wajah pelayan ada perasaan tidak suka dengan bibi Siti.
Bagaimana tidak banyak pelayan yang cari perhatian dengan Brayen.Brayen memiliki wajah yang ganteng tinggi dan manis.
Setelah selesai makan Brayen menunju ke kamar nya dan menidurkan diri nya di kasur
"Kapan gua bisa ketemu lagi ca sama lo gua mau minta maaf walaupun gua gak salah gua harus minta maaf sama lo," gumam Brayen.
Karena Brayen bosa akhirnya Brayen memutuskan untuk bermain ps di kamar nya.
***
Sedangkan Caca.
Caca dan keluarga nya sedang berada di luar mereka makan di sebuah restoran mewah yang terjamin keamanan nya.
Caca banyak sekali makan nya dan begitu juga Rosa.
"Awas pulang pulang nanti sakit perut," ledek Justin.
"Dipastikan tidak pi,ini makanan nya enak banget soal nya pi," ucap Rosa.
"Caca pelan pelan sayang makan nya," ucap Renata.
"Benar kata Rosa mi ini makanan enak banget," ucap Caca.
......................
__ADS_1