Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Nasi Padang


__ADS_3

Malam harinya Caca sedang mengobrol bersama mama nya Rosa. Caca akan diterapi jalan agar Caca dapat jalan kembali seperti semula. Brayen hanya mengangguk saja saat mama Rosa berbicara. Dia setuju jika Caca akan diterapi.


Kemudian Renata masuk dan ikut mendengarkan apa yang dibicarakan oleh mamanya Rosa. Setelah itu Caca menyetujuinya jika dia akan diterapi. Caca akan diterapi setiap harinya sampai kakinya dapat digerakkan kembali.


Deni yang dari tadi bermain handphone dia hanya melihat tugas tugas yang sudah dirinya dan Brayen kumpulkan. Dan itu masih beberapa tugas saja. Mereka belum mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh guru mereka.


Sedangkan Rosa hampir mirip dengan Deni namun Rosa masih dapat mengumpulkan tugas melalui sekolah. Rosa setiap hari bolak balik kesekolah dan rumah sakit untuk mengumpulkan tugas Caca dan dirinya.


Setelah selesai berbicara mama Rosa keluar menuju ruangannya. Caca kini sedang memainkan handphone Brayen. Caca sedang melihat sosial media. Namun tiba tiba saja ada yang mengirimkan foto Brayen dengan Caca. Sontak Caca kaget dan langsung memanggil Brayen.


"Ray ini foto beneran?"


"Gua gak pernah foto ca beneran ini foto sepertinya editan."


"Foto apaan ca?"


"Ini sa masa ada foto Brayen lagi duduk sama Cantika deket banget lagi pegang pegangan tangan lagi mereka berdua."


Setelah itu Rosa melihat yang mengirimkan foto itu adalah nomor yang tidak dikenal. Rosa tahu Caca dan Brayen banyak sekali laki laki dan perempuan yang suka terhadap mereka.


Rosa berfikir foto yang diberikan kepada Caca adalah foto editan yang sengaja dibuat oleh seseorang. Namun foto itu terlihat jelas tidak ada editan sama sekali.


"Ray beneran ini bukan foto lo?"


"Bukanlah gila gua aja ketemu sama Cantika terakhir kali waktu dia ketimpah meja dan itu iya gua bawa dia kerumah sakit setelah itu gua mendengar istri gua koma yang gua langsunglah ke Jakarta setelah itu enggak pernah ketemu sama sekali dengan Cantika."


"Iya sepertinya ada yang ingin menjebak kalian dengan menyewa orang yang sangat pintar mengedit tanpa ada bekas sama sekali."


Rosa mendengar perkataan Deni ada betul juga karena sekarang ini banyak sekali orang yang mencari keuntungan dengan cara yang tidak tidak. Akhirnya Deni mengambil foto dan nomor orang yang telah mengirimkan foto tersebut ke Brayen.


Caca hanya berfikir secara jernih dia tahu jika Brayen bukan orang yang seperti itu. Akhirnya setelah itu Caca ingin keluar dari ruangan itu. Mendengar Caca merengek ingin keluar Brayen langsung mengangkat Caca dan menaruh Caca dikursi roda.


Sudahlama Caca tidak keluar. Kini mereka akhirnya berada di taman rumah sakit. Sambil menunggu Caca,Brayen membelikan Caca makan agar tubuhnya tetap kuat dan tidak lemas.


"Ayo makan dulu."


Caca menggeleng gelengkan kepalanya. Caca tidak ingin makan. Karena Caca tidak ingin makan akhirnya Brayen makan sendiri sambil menikmati taman rumah sakit.


"Ih punya suami gak peka!"


Mendengar omelan Caca Brayen langsung menghampiri Caca. Brayen bingung kini sebenarnya apa yang Caca inginkan.

__ADS_1


"Kamu mau apa?"


"Itu aku enggak mau nasi uduk maunya nasi Padang aja."


"Tapi nasi Padang banyak santennya apa nanti enggak takut gemuk?"


"Astaga Brayen tenang aja istri lo ini kalo makan banyak enggak gemuk gemuk percayalah."


Brayen mendengar omelan Caca dia hanya tertawa saja. Brayen melihat wajah Caca kini seperti anak kucing yang sedang meminta makan kepadanya. Sebelum membeli nasi Padang Brayen tersenyum jahil ke Caca.


"Enakan nasi Padang apa aku?"


"Brayen! sudahlah jangan menggodaku seperti itu!"


Brayen hanya memegangi perutnya nya yang sakit akibat kebanyak tertawa. Kemudian akhirnya Brayen pergi meninggalkan Caca dan membeli nasi Padang yang Caca inginkan.


Setelah itu sambil menunggu Brayen,Caca ditaman rumah sakit hanya melamun saja sambil memikirkan berapa lama dia akan seperti ini terus. Namun, lamunan dibuyarkan oleh suara Rendi dari belakang.


Sontak Caca kaget mendengar suara Rendi. Sedangkan Rendi yang sudah berada dibelakang Caca yang sedang memabwa makanan untuk Caca menghampiri Caca.


"Rendi kok lo tahu gua ada dirumah sakit ini?"


"Ooo baiklah."


"Eh iya ini ada buah buahan sama bakso untuk lo. Pasti lo belum makankan?


Pertanyaan Deni dipotong oleh suara Brayen yang memanggil Caca. Kemudian Brayen memberikan sepiring nasi Padang yang berisi lauknya ayam. Sontak wajah Caca berseri seri saat melihat nasi padang dihadapannya.


"Alhamdulillah nasi Padang nya udah dateng. makasih Brayen!"


Brayen melihat wajah Caca yang sangat gembira menjadi ikut senang. Melihat Rendi membawa makanan akhirnya Brayen menyuruh Rendi keruangan Caca.


"Ren gua buka buahnya ya"


"Eh iya ray buka aja enggak apa apa."


Brayen melihat wajah Rendi ingin tertawa. Karena wajah Rendi menjadi masam dan tingkahnya menjadi kaku. Kemudian Caca melihat mereka berdua hanya ingin tertawa saja.


"Kalian berdua ingin seperti itu saja?"


"Eh iya ayo kita lanjutkan makannya diruangan Caca."

__ADS_1


"Ayok ray."


Setelah itu Brayen,Rendi dan Caca mereka akhirnya pergi ke ruangan Caca. Mereka melihat Deni dan Rosa sedang tertidur.


"Astaga punya sahabat kek dugong semua."


Mendengar suara berisik,Rosa akhirnya bangun deluan dan tanpa menyadari Deni sudah ada disamping dirinya yang sedang tertidur. Tidak sengaja kaki Rosa menginjak tangan Deni.


"Ih sialan siapa yang menginjak tangan gua!"


"Eh sori den sori mata gua masih buram buram."


"Eh elo gak papa sans aja sa."


"Yah giliran Rosa aja lo gituin kalo gua yang udah nginjeknya pasti udah lo pukul."


Melihat tingkah sahat dan suaminya itu Caca hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Rosa melihat Rendi yang membawa bakso dan mie ayam akhirnya mengambil bingkisan tersebut.


"Wah ada bakso sama mie ayam kebetulan gua laper makasih ya ren."


"Eh iya sa sama sama ayo kita makan."


Akhirnya mereka makan bersama diruangan Caca. Setelah itu Caca ingin minum. Caca akhirnya meminta kepada Brayen agar diambilkan minum.


"Ray ambilin minum."


"Oke istriku tercinta."


Mendengar kata istri sontak Rendi terkejut. Rendi langsung bertanya kepada Brayen dan Caca.


"Eh istri? apa kalian sudah menikah?"


"Eh itu ren Brayen orangnya agak gila mangkak nya seperti itu."


"Ehehe okok."


Caca yang dari tadi melototi Brayen karena mulut Brayen yang lemes. Setelah itu Caca mengambil air minum yang berada ditangan Brayen. Sesekali Caca melirik makanan Brayen. Brayen yang melihat Caca dari tadi melirik makanannya akhirnya Brayen menyuapi beberapa mie dan bakso miliknya.


"Waduh abang Brayen peka juga ya."


Mendengar perkataan Rosa,Brayen langsung tersenyum dan melanjutkan menyuapi Caca.

__ADS_1


__ADS_2