
Setelah selesai makan Caca pun merasa perut nya kembali sakit .Dia akhirnya memutuskan untuk ke kamar mandi.
Tak lama dari itu Caca mendengar bel masuk sudah berbunyi
"Bodo ah telatlah gua masuk," ucap Caca.
Ketiga sahabat caca pun kebingungan karena. Caca tidak ada di kelas.
Dan ya mereka tau kalo caca sedang tidak enak badan.
"Kek nya Caca ada di kamar mandi deh," ucap Linda.
"Iya Caca kek nya ada di kamar mandi," ucap Rosa dan Syifa.
Tak lama dari itu Caca pun kembali ke kelas.
"Kek mana ca perut lo?" tanya Rosa.
"Mmm mendingan," ucap Caca.
Kemudian Caca pun mengeluarkan obat yang di sisipkan oleh mami nya tadi pagi.
Taklama dari itu guru pun datang dan mereka pun memulai pelajaran.
Brayen melihat Caca dari tadi.Dia merasa kasihan dengan Caca namun apa daya dia hanya bisa membantu doa saja.
"Woy ray jangan bengong nanti lo di tanya enggak bisa," ucap Deni.
"Bodolah gua udah pinter juga," ucap Brayen.
"Ampun abang jago," ledek Deni.
Setelah selesai pelajaran mereka pun bersiap pulang.Sebelum itu caca ingin menjelaskan sesuatu.
"Woy,ada yang pengen gua omongin sama kalian," ucap Caca serius.
"Apaan,wah?" tanya Syifa.
"Iya apaan,ca?" tanya Linda.
"Brayen ngajakin kita jadi sahabat nya,"vbisik Caca.
"Ha?yang bener,ca?" tanya Rosa kaget.
"What?" tanya Syifa.
"Gua minta pendapat kalian menurut kalian gimana?" tanya Caca.
"Brayen gua liat liat anak nya baik seperti nya deni juga kek nya baik," ucap Linda.
"Mmm seperti nya si begitu," gumam Rosa.
"Jadi terima gak nih?" tanya Caca.
"Hmm boleh," ucap ketiga sahabat nya itu.
Mendengar percakapan Caca and the geng Brayen pun tersenyum kecil.
Saat ingin keluar kelas..
"Makasih ca kalian memang temenan gak pandang penampilan," ucap Brayen ke Caca.
"Ya tenang sih lagian juga penampilan guna nya untuk apa coba untuk pamer?" tanya Caca.
"Iya lagian kita juga belum punya apa apa semua nya orang tua yang sediain," ucap Rosa.
"Iya sekarang memang banyak yang bergaul mandang penampilan dulu," ucap Deni.
"Dih males banget gua temenan sama anak kek gitu," ucap Linda
__ADS_1
Syifa dan Brayen pun hanya mengangguk.
Setelah itu Brayen dan Caca keluar kelas dan begitu pula sahabat mereka.
"Ayok makan ayam penyet," ucap Rosa.
"Gua sih ngikut aja kalian gimana?" tanya Caca.
"Yah sekarang gua lagi gak ada duit," ucap Deni.
"Udah sih den ikut ikut aja nanti gua yang bayarin," ucap Brayen.
"Hmmm okelah," ucap Deni.
"Sif ,lin kalian gimana ikut gak?" tanya Rosa.
"Gua enggak hari ini gua ada les diluar," ucap Syifa.
"Yah iya hari ini gua mau nemenin mama belanja," ucap Linda.
"Udah kalian aja sana," ucap Syifa dan Linda.
"Mmm oke deh," ucap Rosa.
Caca pun langsung menelpon pak Rodi.
"Pak jemput Caca di sekolah," ucap Caca
"Mm baik non segera"ucap pak Rodi.
"Ok,pak."
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya mobil Caca pun datang.
"Masuk guys," ucap Caca.
Pertama yang masuk Rosa dan Deni setelah itu barulah di susul Caca dan Brayen.
"Ke restoran biasa,pak," ucap Caca.
"Mm baik,non."
Diperjalanan mereka terlihat canggung dan mereka memainkan handphone mereka masing masing.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di restoran yang mereka tuju.
Rosa dan Caca langsung memesan menu kebiasaan mereka.Dan Deni dan Brayen pun mengikuti apa yang Caca dan Brayen pesan.
"Mbak ayam penyet spesial nya empat sama jus sirsak nya juga empat,mbak," ucap Caca.
"Baik silahkan ditunggu," ucap mba nya.
Caca pun hanya menatap Brayen dan Brayen pun menatap Caca mereka saling bertatapan.
"Woy nanti lama lama suka," ucap Deni yang mengagetkan Caca.
"Haha iya kalian nih," canda Rosa.
Rosa dan Brayen pun hanya tertunduk malu.Tak lama dari itu makanan yang mereka pesan akhirnya dateng juga.
"Selamat makan semua," ucap Caca.
Mereka pun akhirnya menikmati makanan yang dipesan.Dan tiba akhirnya di pembayaran .
"Ca nitip ca ini uang nya," ucap Brayen Deni dan Rosa.
"Dasar anak kampret kalian semua ya," gumam Caca.
Akhirnya caca pun selesai membayar makanan mereka.
__ADS_1
"Woy gua deluan ya mobil nya udah nyampe," ucap Deni.
"Gua juga abang ojek nya udah nyampe," ucap Rosa.
"Mmm oke hati hati!" teriak Caca.
"Dan lo mau bareng apa pulang sendiri?" tanya Caca.
"Sendiri aja," ucap Brayen.
"Ya sudah gua tunggu," ucap Caca.
"Gak usah ca mending lo pulang deluan dari pada perut lo kambuh lagi ca nanti," ucap Brayen.
"Mmm ya udah gua deluan," ucap Caca.
"Yooo," ucap Brayen.
Melihat Caca udah pergi Brayen pun langsung menuju mobil yang ada di ujung parkiran.
Flashback on
Ketika Caca sedang membayar Brayen mengirim pesan ke mang karyo yaitu supir brayen.
"Mang Karyo," ketik Brayen.
"Iya den ada apa?" tanya mang Karyo.
"Jemput Brayen nanti brayen kirim ke mang Karyo tempat nya," ketik Brayen.
"Ok den siap," ketik mang Karyo.
Setelah beberapa lama kemudian Brayen melihat mobil nya yang sudah terparkir diujung parkiran.
Flashback off.
Di perjalanan brayen pun hanya membayangkan kejadian yang ia alami hari ini bersama Caca and the geng sahabat baru nya dan juga Deni sahabat lama nya.
Pikir Brayen Caca and the geng ternyata sepemikiran sama Brayen.Mereka berteman tidak melihat dari penampilan tetapi dari perilaku orang tersebut.Dan ya zaman sekarang sudah langka banget orang yang seperti mereka.
Tiga bulan kemudian.
Caca and the geng pun semakin di sibukkan dengan tugas dan Caca dengan brayen pun semakin dekat mereka sampai sampai terlihat seperti orang yang sedang berpacaran.
Dan semenjak Brayen bersahabat dengan Caca and the geng sudah berkurang yang mengejek Brayen ya walaupun masi sering ada yang suka ngomongin.
Dan deni pun semakin dekat dengan Rosa.Sedangkan Linda dan Syifa mereka semakin sibuk dengan les mereka.
Dan ya hari ini Caca dan Brayen pun tidak membawa bekal karena mereka yang minta mereka akhirnya pergi ke kantin dan makan bersama.
"Gak kerasa ya woy bentar lagi pisah," ucap Caca.
"Hegh nanti jangan lupain gua, " ucap Syifa.
"Emang Lo mau SMA di mana sif?" tanya Deni.
"Humm kek nya gua SMA di Tanggerang," ucap Syifa.
"Eh buset jauh banget," kata Linda.
"Lin lo jadi pindah ke Padang?" tanya Rosa.
"Iya soal nya ibu gua mau pindah ke kampung nya," ucap Linda.
"Yah gua sendiri dong," gumam Caca.
"Tenang ca masih ada Rosa, Brayen sama Deni," ucap Linda.
"Hegh kalian dua jangan pernah lupain gua," rengek Caca.
__ADS_1
"Siap bos gua gak akan ngelupain, Lo," ucap Linda dan Syifa.