Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Kamar


__ADS_3

Hari menjelang sore. Kini Caca,Linda,Rosa,dan Syifa sedang bermain di taman bersama anjing kesayangan Brayen. Mereka sedang mengobrol dan bercanda. Sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini lagi. Ketika mereka sudah berkumpul,tiba tiba Caca menangis. Sontak Linda, Syifa,dan Rosa menghampiri Caca.


Mereka tahu bahwa pernikahan itu bukan hanya sehari ataupun setahun, tetapi seumur hidup sampai ajal menjemput. Rosa berkata,"Cantik jangan nangis," ucap Rosa. Linda dan Syifa tidak ingin banyak bicara. Karena mereka takut Caca akan tambah sedih jika mereka berbicara. Caca menatap mereka bertiga.


"Gua masih kangen sama kenangan yang dulu. Gua masih kepengen nikmatin masa muda gua. Pengen main,pengen jalan jalan. Tidak tahu mengapa di hati gua masih ada perasaan yang mengganjal. Namun, perasaan itu kadang hilang dan terkadang datang."


Kemudian anjing kesayangan Brayen menghampiri Caca. Sontak Caca kembali bermain dengan anjing Brayen tersebut. Linda dan Rosa karena sudah lama tidak bertemu mereka hanya saling menatap. Syifa berkata,"Ayolah kawan gua kesini bukan untuk sedih gua pengen ngeliat sahabat gua seneng," ucap Syifa.

__ADS_1


Kemudian mereka memutuskan untuk kembali kedalam. Namun tiba tiba Caca melihat kamar Brayen sudah seperti kamar pengantin pada umumnya. Rosa menyenggol Caca. Linda dan Syifa melihat kamar Brayen ingin sekali mereka mengejek Caca. Linda berkata,"Ya ampun sahabat gua bentar lagi udah jadi istri orang," ucap Linda.


Mereka hanya saling menatap. Caca tidak memperdulikan omongan Linda. Caca langsung masuk kamar nya. Saat di kamar mereka akhirnya memutuskan untuk maskeran. Caca melihat Linda dan Syifa mengacak baju yang baru kemarin mereka beli. Kemudian Syifa menemukan baju malam. Kemudian, Syifa berkata,"Ca lo kek nya udah siap siap ya," ucap Syifa.


Melihat Syifa yang memegang baju malam Caca sontak Caca kaget. Kemudian Caca berkata,"Itu kerajaan Rosa woy," ucap Caca. Kemudian Linda, Syifa,dan Rosa hanya tertawa melihat raut wajah Caca yang malu malu kucing.


Kemudian tiba tiba pintu kamar Caca kebuka. Sontak mereka berempat melihat Deni. Kemudian Deni berkata,"Astaga Linda dan Syifa,"ucap Deni. Mereka hanya saling menatap saja. Linda dan Syifa juga terkejut saat melihat Deni berada di rumah Brayen.

__ADS_1


Karena mereka sedang maskeran jadi nya mereka tidak memperdulikan Deni. Sedangkan Brayen sedang heran melihat kamar nya itu yang serba banyak bunga. Brayen berkata,"Bunda ini kenapa kamar ray jadi begini!" teriak Brayen.


Sontak Milen langsung menghampiri Brayen dan Deni juga seperti itu. Deni juga terkejut saat melihat kamar Brayen. Deni berkata,"Bunda dimana Deni akan tidur?" tanya Deni. Sontak Milen menjawab pertanyaan Deni. Milen berkata,"Itu kamu tidur di samping kamar bunda sayang," ucap Milen.


Saat Deni menuju kamar nya,Deni melihat kamar nya sangat bagus. Deni berkata,"Bunda makasih kamar nya!" teriak Deni. Setelah itu Brayen menghampiri Deni. Deni sedang mencoba kasur nya. Saat Deni sedang tiduran Brayen juga ikut tiduran bersama Deni. Brayen berkata,"Den gua malem ini tidur di kamar lo," ucap Brayen.


Deni hanya diam dan mengangguk saja. Akhirnya mereka berdua tidur bersama. Seperti nya akan menjadi terakhir kali nya.

__ADS_1


__ADS_2