Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Memulai


__ADS_3

Guru pengawas masuk keruangan mereka di ruangan itu terlihat anak anak sangat tegang begitupun Caca dan Brayen.


"Hmm baik anak anak tunjukan nomor peserta kalian dan ibu harap kalian mengerjakan nya dengan jujur," ucap ibu guru di depan.


"Dan tas kalian harap taruh di depan dan siapa yang membawa alat komunikasi harap di matikan dan apa bila ketahuan ada yang hidup alat komunikasi nya akan saya ambil dan di kembalikan saat selesai ujian," ucap pak guru.


Seluruh siswa siswi yang ada di ruangan itu pun meletakan tas mereka didepan dan langsung kembali ke tempat duduk mereka.


Bapak dan ibu guru mulai membagikan soal .


"Semoga gak ngecewain mami sama papi," gumam Caca Pelan.


Setelah selesai membagikan soal guru guru itu langsung ke tempat duduk mereka yang telah di sediakan di kelas tersebut.


Caca sudah mulai mengerjakan dengan hati hati dan teliti.


Begitu juga Brayen yang dari tadi sibuk memikirkan jawaban nya.


Taklama dari itu Caca sudah selesai mengerjakan soal yang ada di depan nya itu.begitu juga dengan Brayen yang sudah selesai.


Mereka berdua hanya memandangi kertas lembar yang mereka sudah isi itu.


"Ya anak anak bagi yang sudah silahkan langsung kumpul dan di perbolehkan langsung pulang," ucap salah satu guru itu.


Akhirnya Caca pun berdiri dan kemudian dia keluar di susul dengan Brayen dan deni yang sudah selesai .


Dikarenakan sedang ujian jadi Caca tidak bisa menunggu ketiga sahabat nya itu dan dia harus segera pulang karena nanti mami pasti marah kalo caca pulang nya telat.


Caca sudah menebak kalo mobil nya sudah menunggu di depan. Caca langsung masuk ke dalam mobil dan dia tidak lupa untuk meminum obat yang telah di beri bibi nya tersebut.


Sedangkan Brayen dan Deni mereka Nongkrong dulu di kedai depan sekolah .Mereka sedang menunggu mie ayam dan juga jus mangga.


"Woy kek mana lo jawab soal tadi?" tanya Deni.


"Hmmm lumayan lah," ucap Brayen sambil melihat sekeliling.


"Lumayan apa dulu nih?" tanya Deni lagi.


"Lumayan mudah," jawab Brayen.


"Nah entah kenapa kali ini gua setuju sama lo, bro."


"Basing lu lah,den."


Tak lama dari itu pesanan mereka datang.Brayen dan Deni langsung menyantap pesanan mereka.


"Mm enak banget ni mie ayam penyedap nya pas," gumam Brayen.


"Ahahaa anak ini bisa aja," ucap Deni.


"Ray rencana lo SMA mau kemana coy?" tanya Deni.


"Gua ngikut ayah sama bunda ke Kalimantan," ucap Brayen dengan wajah datar.

__ADS_1


"Hah! lo mau ke Kalimantan," ucap Deni tercengang.


"Mmm iya ayah sama bunda sepertinya pengen ngembangin perusahaan di Kalimantan," ucap Brayen lagi.


"Ngembangin apa lagi cuy perusahaan kalian udah gede banget gitu," ucap Deni


"Gak tau lah ayah sama bunda,gua."


"Berapa tahun lo ke Kalimantan?" tanya Deni.


"Kek nya sampe gua lulus kuliah entah berapa tahun itung sendiri mager gua ngitung nya," jawab Brayen.


"Wah gila lo.Caca and the geng udah tau belum?" tanya Deni lagi.


"Belum mereka belum tau," ucap Brayen.


"Wahwah parah lu kasi tau geh nanti diorang kecewa," ucap Deni.


"Iya nanti gua kasi tau," ucap Brayen.


"Terus nanti gua sendirian dong di sini," ucap Deni.


"Mm mungkin," ucap Brayen.


Brayen pun merasa kurang dengan mie ayam yang ia bisa pesan jadi ia memesan beberapa cemilan lagi.


"Mbak!" panggil Brayen.


"Saya pesen cireng satu porsi,pisang keju,mm sama salad buah nya dua," ucap Brayen.


Deni pun hanya menggeleng gelengkan kepala nya melihat sahabat nya itu memesan banyak makanan.


"Lo lagi kesambet ya?" tanya Deni.


"Iya gua lagi kesambet," canda Brayen .


Deni pun hanya bergidik ngeri melihat tingkah brayen.


"Gak usah gila den gua masi waras kok," jawab Brayen seakan tau apa yang dipikirkan Deni.


"Alhamdulillah deh,gua masi punya sahabat yang waras," ucap Deni.


Tak lama dari itu pun makanan yang di pesan brayen pun akhirnya datang .


"Nih den makanlah," ucap Brayen.


"Wah,wah makasih,coy."


Brayen pun langsung bangkit untuk membayar makanan yang Brayen dan Deni pesan.


"Ray,gua nitip nih duit nya," ucap Deni.


"Udah gak usah biar gua aja yang bayar," ucap Brayen.

__ADS_1


"Wah,wah makasih banyak bos," balas Deni.


Brayen langsung menuju kasir.


"Mbak semua nya berapa?" tanya Brayen.


"Mmm semua nya jadi nya 50.000," ucap mbak penjual.


Brayen langsung mengeluarkan dompet dan dia langsung memberikan uang nya tersebut ke mbak kasir nya.


Setelah itu dia langsung melanjutkan makan bersama sahabat nya Deni .


Tepat setelah makanan Brayen habis mobil brayen pun sudah menjemput.


"Ray itu kek nya mobil,lo."


"Eh iya mobil gua ,mmm lo mau ikut kerumah apa pulang?" tanya Brayen.


"Mm ikut lah udah lama juga gak kerumah lo."


Akhirnya mereka berdua langsung masuk ke mobil Brayen.


Sedangkan Caca.


Setelah pulang sekolah tadi Caca tidak langsung pulang dia ke perusahaan mami papi nya terlebih dahulu.


Caca sudah sampai di perusahaan mami papi nya tersebut.


"Saya ingin bertemu sama orang yang memiliki perusahaan ini," ucap Caca.


"Maaf dek,adek udah ada janji atau belum," ucap pegawai tersebut.


"Saya anak nya mbak," ucap Caca.


"Hmm nama lengkap kamu siapa agar saya telpon terlebih dahulu," ucap pegawai tersebut.


"Caca Amelia Jasmin," jawab Caca.


"Oke sebentar ya,dek."


"Mm baik,mbak."


Caca menunggu di sofa ruang tunggu milik perusahaan keluarga nya tersebut.


Dan tak lama kemudian ada seseorang pegawai lainnya yang menghampiri Caca.


"Maaf ini non Caca?" tanya pegawai tersebut.


"Iya mbak saya,Caca."


"Mm baik non perkenalkan saya sekretaris bapak sama ibu non mari ikut saya untuk keruangan bapak sama ibu," ucap pegawai tersebut.


"Mm ok," ucap Caca.

__ADS_1


Caca pun mengikuti pegawai tersebut dan tak lama dari itu Caca diajak keruangan yang besar ruangan itu terlihat seperti rumah tetapi kecil yang tidak ada sekat karena di dalam ruangan itu ada spring bed kecil dan juga dapur.


Caca terpukau melihat ruangan mami papi nya tersebut.Caca masuk dan melihat mami papi nya itu sedang berada di depan laptop masing masing mereka.


__ADS_2