Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Penyelamat


__ADS_3

Caca dan Brayen pun memasuki sekolah bersamaan.Mereka pun menuju kelas yang sama.


Di perjalanan menuju kelas.


"Mmm,ca," ucap Brayen gugup.


"Apa?" tanya Caca ketus.


"Lo udah nerima bingkisan yang gua kasih?" tanya Brayen gugup.


"Mm," kata Caca.


Brayen pun tersenyum tipis.Dan tidak lama mereka sudah sampai dikelas 9b kelas baru mereka.


Caca melihat ketiga sahabat nya itu sudah datang dan ya tempat duduk Caca pun telah di siapkan.


"Ca sini bro di sini," teriak Syifa.


"Woy suara lo bisa di kecilin gak sih sakit nih kuping," ucap Linda.


"Apa sih Astaga kalian ini masi pagi juga," ucap Rosa.


Caca pun menghampiri ketiga sahabat nya itu. Lalu ia duduk di samping Rosa.


"Ca udah mandi kan Lo?" tanya Rosa.


"Mmm," ucap Caca lesu.


"Lo udah sarapan kan ca?" tanya Rosa lagi.


"Mmm," kata Caca.


"Astagaa kek nya hari ini Caca kesambet," ucap Linda.


Ya biasa anak itu periang tetapi tidak untuk hari ini.


"Lin temenin gua ke kamar mandi," ucap Syifa.


"Yok," ucap Linda.


"Mau ikut gak kalian?" tanya Syifa.


"Ayok lah males gua di kelas terus," ucap Caca.


Rosa pun hanya mengikuti Linda, Caca,dan Syifa.


Sedangkan Brayen ia melihat Deni duduk di belakang dan bangku brayen pun sudah di siapkan oleh deni.


"Woy Ray, sini!" teriak Deni.


Brayen pun akhirnya menghampiri Deni.


"Lesu banget Ray kek nya hari ini," ucap Deni


"Lagi males gua den," ucap Brayen


Tiba tiba ada geng anak cowo yang menghampiri brayen.


"Wah kita kek nya sekelas sama anak cupu," ucap salah satu anak cowo itu.

__ADS_1


Brayen hanya diam dan menunduk.brayen bukannya tidak ingin melawan tetapi jika ia melawan ia akan berurusan dengan BK.


"Gua liat lo gak bawa sepedah ya hari ini," ucap salah satu geng dari anak cowo itu lagi.


"Bukannya gak bawa tapi kek nya sepedah nya di jual deh," ledek salah satu dari mereka.


"Kalian!! jangan seperti itu dengan, Brayen!" ucap deni tegas.


"Wah ada yang mau jadi pahlawan kepagian nih kayaknya," ucap salah satu dari mereka.


Brayen hanya menatap Deni dan Deni mengerti apa yang dimaksud Brayen.


Tidak lama dari itu Caca and the geng pun datang dan Caca melihat Deni dan Brayen sedang di kerumunan oleh beberapa anak cowo.


"Kalian berdua jangan belagu," ucap salah satu dari anak cowo itu lagi.


Kepala Caca dibikin pusing oleh tingkah anak laki laki itu.


Akhirnya.


"Kalian bisa diem gak sih!" teriak Caca.


Anak laki laki itu melihat caca dan mereka langsung menghampiri Caca.


"Eh ada Caca," ucap Rendi.


"Wah, kek nya kita sekelas sama Caca deh," ucap teman nya Rendi.


"Ya terus kenapa?" tanya Caca ketus.


"Kek nya lo lagi datang bulan," ledek Rendi.


"Iya deh,guys kata Caca kita di suruh balik ke bangku"ucap Rendi.


Kawan kawan nya Rendi itu pun langsung menuruti apa kata Rendi.


Kring kring.


Anak anak pun akhirnya menuju bangku mereka dan guru di jam pertama pun sudah masuk dan mereka memulai pelajaran di hari kedua mereka sekolah itu.


Setelah jam menunjukan pukul 10.00 mereka pun istirahat.


Linda pun mengajak Rosa, Syifa dan Caca ke kantin.


"Guys kantin," ucap Linda.


"Yok lah," ucap Syifa dan Rosa.


"Gua enggak ah gua harus makan bekel gua kalian tau kan mami kek mana," ucap Caca.


"Ya ok ca baik baik baik lah lu di kelas ya hahaha,".canda rosa.


"Dasar anak kampret," ucap Caca.


Begitu pun Deni dan Brayen.


"Ray lo mau kantin gak?" tanya Deni.


"Enggak lah gua den bunda soal nya udah bawain bekel," ucap Brayen.

__ADS_1


"Hmm ok lah Ray, sendiri dong gua ke kantin," gumam Deni.


Akhirnya Deni pun menuju ke kantin.dan dikelas tinggal Caca dan Brayen yang sedang asik makan.


Caca tidak menyadari jika di kelas itu tinggal mereka berdua.Saat sedang asik makan ikan Caca pun entah kenapa merasa ada yang menyangkut di tenggorokan nya.


Sontak Caca pun batuk-batuk dan sambil meringis.Brayen pun melihat caca dari belakang .Bangku Caca berada di tengah dan bangku Brayen berada di belakang.


Setelah itu Caca masih meringis dan Caca pun melihat sekitar dan di sekitar Caca hanya ada Brayen.


Sontak tangan Caca langsung memanggil Brayen dan Brayen pun merasa terpanggil akhirnya menghampiri Caca.


"Hegh... tolong uhuk uhuk,"ucap Caca meringis.


Brayen pun panik tapi dia pernah ketulangan dan bunda nya memberi dia segumpal nasi.


Brayen pun akhirnya mengambil bekal Caca dan membentuk nasi menggunakan sendok menjadi gumpalan.


"Mm ca ini lo telen tapi jangan di kunyah," kata Brayen.


Sontak Caca pun memakan nasi yang dikasi Brayen itu dan Caca pun langsung minum air putih.


Akhirnya tulang yang ada di tenggorokan caca pun tidak tersangkut lagi.


"Woy makasih ya woy dah bantu gua kalo gak mungkin gua udah lewat," ucap Caca ke Brayen.


"Ya sama sama kalo makan hati hati," ucap Brayen.


"Baru di tinggal bentar ca, eh udah berduaan aja sama si cupu," ucap Syifa.


"Waw ca lo kesambet,ya?" tanya Linda


"Iya ca perasaan kemarin lo masi benci sama tu anak apa jangan jangan anak cupu udah melet lo." Kompor Rosa.


"Woy kalian ini jangan gitu lah dia tadi nolongin gua *** gua tadi ketulangan," ucap Caca santuy.


"Owalah ketulangan, What Lo ketulangan ca?masi sakit gak luka gak berdarah gak?" tanya ketiga Sahabat nya itu panik.


"Sudah sudah jangan lebay sudah gak sakit lagian itu tulang udah masuk ke perut," ucap Caca.


"Dasar ini anak orang khawatir dia malah nyantai, nih lah karna gua baik gua kasi permen karet gua nih," ucap Rosa.


Akhirnya bel masuk pun berbunyi dan anak anak pun sudah kembali ke kelas dan pelajaran pun kembali di mulai.


Setelah pelajaran terakhir selesai.


"Ish lah baru masuk udah banyak tugas aja," rengek Rosa.


"Iya woy hafalan nya juga banyak banget," ucap Syifa.


"Udah sih kalian ini kerjain aja gak hafal sudah hafal Alhamdulillah," ucap Caca.


"Ya itu untuk ini anak otak lo encer enak coy lah otak gua kek karet," ucap Rosa.


"Sudah sudah nanti di bantu belajar nya," ucap Linda.


"Ok sip," ucap Syifa dan Rosa.


"Woy kalian mau arisan apa mau pulang!" teriak Caca yang ada didepan pintu.

__ADS_1


"Iya bentar kampret," ucap ketiga sahabat nya itu.


__ADS_2