Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 1


__ADS_3

Namanya kimberly aurora dia gadis ceria dan tentunya cantik, dulu sewaktu SMA dia sangat cantik tetapi badannya sedikit melar "katanya", melar disini bukan berarti berat badan dia di atas 60kg, padahal berat badannya hanya menyentuh angka 55kg dengan tinggi 165 itu sudah termasuk berat badan ideal bukan.


suatu hari di sekolah


Karin "Ra kenapa loe senyum-senyum begitu sih"


tanya karin sahabat rara padanya, ya rara adalah panggilan kimberly saat itu bahkan di rumah pun dia di panggil begitu oleh ayah ibunya dan adiknya padahal lebih cocok di panggil kim sih


rara "Rin loe tau Bara kan" timpal kimberly pada sahabatnya itu sambil asik liatin hp sambil senyum-senyum ke girangan


karin "bara yang di sukain sama caca?"


rara"iya dia, dan loe tau ga dia whatsapp gue" ucap rara kegirangan


karin "what the hell" ucap karin sampe melotot


rara "biasa aja kali" dengan muka kagetnya karena suara karin yang hampir menggoncangkan dunia

__ADS_1


karin "loe gila ya ra dia tuh cowo mau ngapain nge whatsapp loe? jangan bilang loe layanin dan suka sama dia? ra mikir deh masa iya loe mau makan temen sendiri sih?" ucap karin dengan nada yang cukup keras dan bernafsu


rara "sssttt rin gabisa pelan apa ngomongnya liat orang-orang jadi ngeliatin gue gini, malu gue"


karin "baguslah kalo lo masih punya malu seengganya loe masih punya pikiran buat deket sama si bara cowo yang caca suka, sadar ra caca tuh sahabat kita"


rara "gue akuin gue suka sama dia gatau gegara kebawa suasana kali ya ngobrol tiap hati di whatsapp" ucap karin dengan raut muka sedihnya


karin "loe gila ya ra tega banget sama caca, mulai sekarang jauihi bara kalo perlu loe blokir whatsappnya kalo loe gamau sini biar gue yang bertindak" ucap karin dengan muka galaknya bikin rara takut


caca "kalian kenpa sih ribut begitu" caca datang dari belakang sambil bawa minuman jeruk untuk mereka bertiga


karin dan rara langsung kaget di buatnya mereka gatau kalo caca bakalan tiba-tiba nongol


"braaakkk" suara hp terjatuh


caca "ya ampun ra loe udah ga butuh hp ya sampe hp loe loe biarin jatuh kaya gitu"

__ADS_1


rara yang langsung dengan sigap bawa hpnya yang amburadul di bawah meja hanya terdiam tanpa menjawab, sama halnya dengan karin yang berada di sebalah rara hanya bisa memasang muka tegangnya


krriiiiingg kriiiinggg


suara bel pulang berbunyi dan mereka bergegas pulang tidak ada obrolan apapun setelah kejadian tadi


sesampainya rara di rumah dia rebahan di atas kasur kamarnya memikirkan apa yang tadi terjadi kan bagaimana jika caca tau dia menyukai laki-laki yang juga dia sukai


"Tiing"


suara hp rara berbunyi ada whatsapp masuk dan ternyata pesan dari bara, rara mengambilnya dengan muka bingungnya karena masih kepikiran dengan caca


"sore ini ada acara tidak? kita nonton konser musik yu bisa ga? nanti aku jemput kamu" tulis bara


rara mulai bingung sejadi jadinya hingga dia berguling-guling di kasur seperti orang kerasukan, di pikiran dia ada caca bagaimana jika caca tau apa yang dia perbuat dengan laki-laki yang dia sukai, di sisi lain dia sangat ingin mengiyakan ajakan bara


setalah berfikir cukup lama dan matang dan dengan memikirkan resiko apa yang bakalan dia dapat dia mengiyakan ajakan bara.

__ADS_1


__ADS_2