
Setibanya rara di apartemennya dia menjatuhkan diri di atas sofa dan terus memikirkan tuan kwon yang memasuki rumah mewah dengan mobil yang sangat mirip dengan mobil presdir
"apa yang tuan kwon lakukan malam-malam seperti ini disana, apa mungkin ini semua adalah suruhan presdir dan bos itu adalah presdir? ah tidak mungkin atas dasar apa dia melakukan ini padaku" ucap rara sambil mengacak ngacak rambutnya
"sebaiknya sekarang aku pergi mandi dulu kemudian menghangatkan kembali makanan karena sudah dingin karena sudah terlalu lama aku mebawanya untuk mengikuti tuan kwon" rara berjalan menuju kamar mandi
setelah selsai mandi dan memakai baju tidurnya menuji dapur untuk menghangatkan makanan
"kriiinngg"
suara telpon masuk
setelah rara membawa hp dan melihatnya panggilan tersebut dengan nomer baru yang tidak dia kenal rara pun mengangkatnya
"hallo"
tidak aja jawaban
"hallo, dengan siapa saya bicara?"
tetap tidak ada jawaban
"sebenarnya dengan siapa saya bicara? hallo" rara kemudaiam menjauhkan telponnya dari telinga
"kenapa dia tidak menjawabnya apa mungkin dia sedang mempermainkanku?"
"hallo apa anda mendengar saya?"
"baiklah saya akan tutup telponnya jika tidak ada yang mau anda bicarakan"
seketika dia menjawab
"saranghae"
"saranghaeyo"
__ADS_1
ucap seseorang di telpon
rara yang kaget mendengarnya langsung menutup telpon karena merasa takut
"apa yang dia bilang tadi, apa dia salah menelponku dan kemudian berkata seperti itu, tapi kenapa aku merasa jantungku berdetak dengan cepat, padahal aku tidak tahu yang menelponku siapa dan dengan maksud apa berkata seperti itu" ucap rara sebari memegang dadanya merasakan detak jantungnya yang sangat cepat
"sudahlah ra kamu harus tenang mungkin saja orang itu salah menelponmu" ucap rara sebari meneguk air minum dan menghabiskannya
"sebaiknya aku makan saja sekarang tidak usah memikirkan hal itu"
rarapun menyantap makannya sambil menonton drama yang tanyang di tv.
tidak terasa makanan sudah habis dan dia masih anteng melihat drama yang di putar
"kriiingg"
suara telpon masuk
"ini nomer siapa lagi aku tidak tau apa mungkin orang itu menelpon lagi dengan nomer berbeda? tapi jika bukan dan yang menelpon ada urusan yang akan di bicarakan bagaimana? apa sebaiknya aku angkat saja"
"hallo"
"oh ya ampun papa aku kira bukan papa yang menelpon, maafkan aku papa aku sangat sibuk bekerja tanpa sadar aku belum memberi kabar sampai saat ini"
"kau ini kalo bukan papa siapa yang kau tunggu untuk menelponmu?"
"tidak-tidak pah aku kira itu dari bosku"
"dasar kau, bagaimana kabarmu disana? dan kau tinggal dimana? apa kau baik-baik saja?"
"iya papa aku sangat baik disini, aku tinggal di apartemen yang cukup nyaman yang di berikan untuk aku tempati, aku ingin sekali papa dan mama mengunjungiku disini korea sangat indah loh pa papa kapan kesini mengunjungi aku dan mama?"
"syukurlah kalau kau baik-baik saja papa berdoa untukmu disini, papa dan mamah nanti akan mengunjungimu disana sayang tunggu papa dan mama ya"
"baiklah pah cepatlah kesini dan lihatlah korea yang indah ini dan tinggalah bersamaku"
__ADS_1
"iya sayang papa akan kesana mengunjungimu, kamu baik-baik disana ya kalo ada apa-apa cepat hubungi papa"
"baiklah papa aku akan baik-baik disini papa juga baik-baik disana jaga mama juga
"iya sayang tentu, kalo begitu papa tutup dulu telponnya ya"
"baiklah papa love you"
"love you to sayang"
setelah telpon tertutup rara masuk ke kamarnya untuk tidur karena dia merasa sangat lelah hati ini
Ting
suara pesan masuk, kemudian rara membuka pesan itu
"saranghae" isi pesan itu
"ya tuhan ini nomer yang menelponku tadi, kenapa dia terus berkata seperti itu?"
"siapa dia aku bahkan tidak mengenalnya"
rara tidak membalas pesan tersebut dan menganggap pesan itu dari orang yang sedang menjahilinya.
dia pun tertidur pulas dan tidak terasa sudah pagi rara terbangun dari tidurnya karena suara alarm berbunyi dia lalu menuju kamar mandi untuk mandi dan kemudian siap-siap untuk menuju ke kantor.
seperti biasa kwon sudah menunggunya di depan apartememnya, seketika mobil berjalan menuju kantor dan sesampainya di kantor rara masuk dan menaiki lift menuju meja kerjanya
seperti biasa hari-hari dia lewati dengan bekerja dengan atasan yang sangat dingin yang sering sekali memarahinya dengan alasan yang selalu sama dan hampir membuatnya menyerah.
tidak terasa waktu begitu cepat dan rara sudah berada di korea ini hampir setahun.
rara sudah tidak mencari tau kebenaran atas perlakuan kwon dia menganggap kwon menyukainya saja hingga berlaku seperti itu tanpa rasa curiga sedikitpun.
dan dengan pesan dari nomer baru itu dia pun menganggap kwon yang mengirimkannya karena hampir tiap malam dia mendapat telpon dan pesan dari nomer itu dia menamai nomer itu dengan nama MR. X
__ADS_1
dan suatu pagi dibulan desember rara terbangun dari tidurnya dan seperti biasa dia memulai rutinitasnya pergi ke kantor walaupun cuaca dingin dia membawa bekal sarapannya sepotong sandwich dan susu hangat di dalam termos kecil agar membuat susu itu selalu hangat