Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 22


__ADS_3

Di dalam mobil jung won tidak melepas pegangan tangannya dengan rara dan melihat ke arah rara yang sedaru tadi diam


"apa yang sedang kau pikirkan?"


"hah tidak saya tidak memikirkan apa-apa"


"bisakah kamu mengganti kata saya menjadi aku karena akan terasa dekat kalau berkata seperti itu?"


"tapi presdir?"


"aku harap jika kita sedang berdua seperti ini kau berbicara denganku tidak menggunakan kata formal atau panggilan formal, karena aku tidak suka itu"


"tapi saya belum terbiasa seperti itu" ucap rara pelan


"lama-lama juga akan terbiasa jika kamu membiasakannya" ucap jung won dengan mengusap lembut pipi rara


"apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"ya tentu"


"apa nona luna itu pacarmu atau tunanganmu?"


"apa kau penasaran sayang?" ucap jung won sebari mencubit pelan pipi rara


"aku hanya ingin tau saja, karena aku tidak mau semua orang salah paham tentang kita"


"mereka salah paham apanya? sekarang kau milikku tidak ada yang boleh menyakitumu"


"bukan seperti itu, aku hanya tidak mau jika mereka tau tentang kita mereka akn mengira aku merebut kekasih orang dan menjadi penyebab keretakan antara kalian"


"tenang saja mereka tidak akan berbicara seperti itu aku jamin"

__ADS_1


"kenapa kau begitu yakin?"


"karena luna bukan kekasih ataupun tunanganku dia hanya gadis yang di kenalkan ayah padaku, dulu ayah pernah memintaku untuk berhubungan dengannya tapi aku tidak mau karena luna sudah ku anggap adik ku sendiri karena kita dulu sahabat kecil dia adik kecilku"


"tapi ayah tidak memaksaku untuk menuruti permintaannya dan dia tau jika aku memintamu untuk di pindahkah ke sini dia semakin yakin untuk tidak memaksakan apapun terhadapku bukan tanpa alasan dia sudah tau kenapa aku memintamu untuk di pindahkan, karena dia tau aku menyukaimu" ucap jung won yang membelai rambut rara yang duduk di sampingnya.


rara hanya tersenyum tanpa berbicara apapun, mereka pun sampai di apartemen rara dan kemudian rara turun di ikuti jung won rara kira jung won akan langsung pergi ternyata dia menarik tangan rara dan berjalan di depannya


"aku akan mengantarmu sampai atas" ucap dia sambil berjalan


Ting


pintu lift terbuka dan merekapun masuk, di dalam lift rara masih diam seakan tidak percaya akan kejadian hari ini, jung won yang menatapnya dari samping hanya tersenyum melihat rara dan kemudian mencium tangan rara. rara sadar akan perlakuan jung won merasa malu mukanya pun mulai memerah jung won hanya tersenyum melihat rara seperti itu


Ting


pintu lift terbuka mereka pun keluar dan berjalan menuju apartemen rara, sesampainya di depan pintu rara membuka kunci apartemen dan menoleh ke belakang melihat jung won


"hanya terimakasih saja yang aku dapat darimu?"


"ya terus apala" ucapan rara tertahan saat jung won mencium bibirnya kembali


cuuppp


cukup lama jung won mencium rara dan tanpa ada penolakan apapun dari rara, setelah jung won melepaskan ciumannya dan melihat ekspresi rara yang kaget dia hanya tersenyum dan kemudian memeluknya dan mengusap ranmbutnya lembut.


setelah melepaskan pelukannya jung won berkata


"selamat malam sayang cobalah untuk memimpikan aku kali ini" ucap jung won dengan senyum manis di bibirnya


rata hanya bengong malihat perlakuan jung won padanya

__ADS_1


"aku akan pulang kau masuklah besok siang aku jemput" ucap jung sebari mencium pucuk kepala rara


"iii...yyyaaa aku akan masuk kamu berhati-hatilah dan selamat malam" rara tersenyum pada jung won dan di balas dengan senyuman dan usapan lembut pada rambutnya


jung won pun bejalan menuju lift rara masih memperhatikannya terlihat dia melambaikan tangannya dan memasuki lift. rara yang melihatnya hanya bisa tersenyum


kemudian dia masuk ke dalam apartemennya


rara membantingkan badannya di tempat tidurnya dengan pakaian cantik masih menempel di badannya


"ya tuhan apa aku sedang bermimpi hari ini kenapa seakan aku tidak percaya dengan ini semua? bosku sendiri menyukaiku tanpa aku sadari, aku bahkan belum tau isi hatiku padanya, aku rasa aku mulai menyukainya saat dia mulai berbuat manis padaku, tapi dia bahkan tidak memintaku menjawab apa aku menerimanya atau tidak.


rara kemudian bangkit dari tempat tidur dan berjalan menunju kamar mandi.


sesudah dia membersihkan diri dan mengganti pakainannya dengan stelan tidur


kriiingg


suara telpn rara


"ya hallo?"


"hallo sayang apa yang sedang kau lakukan apa kau sedang memikirkanku?"


"tidak siapa juga yang memikirkanmu"


"apa kau tidak akan membukakan pintu untukku, aku rasa aku sudah sedikit pegal karena berdiri terlalu lama"


"hah apa presdir ada di depan pintu apartemen saya?"


"ya tentu, aku menunggu kekasihku membukakan pintu untukku" seketika rara menutup telponnya

__ADS_1


"apa yang dia bilang kekasih? bahkan aku belum menerima perasaannya" ucap rara setengah berlari menuju pintu


__ADS_2