Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 45


__ADS_3

Beres rara membersihkan diri dia berjalan keluar dan menuju dapur nyonya park belum terlihat disana rara kemudian membuka kantong plastik untuk mengeluarkan bahan makanan yang mereka beli tadi


"apa yang harus aku masak hari ini? aku merasa ingin opor ayam dan nasi hangat sepertinya enak, tapi apa mereka tidak akan keberatan?"


"ada apa sayang kenapa kau tampak bingung seperti itu?" ucap nyonya park mengagetkan rara


"ah ibu memgagetkanku saja"


"kau ini kenapa masak juga harus melamun dulu"


"ah tidak bu aku hanya sedang memikirkan ingin makan opor ayam makanan khas indonesia tapi aku takut ibu dan semuanya tidak menyukainya"


"ibu ingin sekali mencoba makanan khas negaramu bagaimana jika kita memasak ibu saja untuk makan malam sekarang, pasti sangat enak dan hangat" ucap nyonya park antusias


"baiklah jika begitu bu aku akan memasaknya"


"ibu akan membantumu, apa yang harus ibu lakukan?"


"tapi kurasa bumbunya kurang"


"kita beli di supermarket yang menyediakan bumbu itu dan menyuruh kurir untuk mengantarkannya" ucap nyonya park yang menentengkan hp pada rara


"ibu benar sekali kita pesan lewat handphone saja"


mereka kemudian memesan bumbu lewat hp dan tidak berapa lama kurir datang membawakan pesanan


"selamat sore saya mengantarkan pesanan untuk ibu, silahkan" ucap kurir pada rara yang membukakan pintu


"baiklah terimakasih banyak" kemudian rara menutup pintu setelah kurir tersebut pergi dan berjalan menuju dapur


"kenapa pesanannya sangat cepat sampai bu?"


"iya sayang ibu memesan bumbunya dengan jalur express" ucap nyonya park kemudian tersenyum.


mereka pun mulai memasak, cukup lama mereka memasak dan sudah tercium aroma opor memenuhi ruangan


"kalian sedang memasak apa kenapa baunya enak sekali, tapi aku asing dengan baunya" ucap jung won yang datang menghampiri mereka

__ADS_1


"ibu dan kim sedang memasak makanan khas indonesia, kau cobalah nanti itu terlihat enak" kata nyonya park


"benar begitu? ibu memasak makanan khas negara dia? aku jadi penasaran akan rasanya"


"ibu rasa itu enak karena memasaknya banyak menggunakan rempah-rempah sayang"


"cepat panggil ayahmu sebentar lagi makanan siap" ucap nyonya park yang menghampiri rara yang sedang sibuk mengangkat opor dan menyiapkannya pada mangkuk besar


"baiklah aku akan pergi memanggil ayah" jung won pergi untuk memanggil ayahnya


"apa jung won pergi untuk memanggil ayah? makanannya sudah siap bu"


"iya ibu menyuruhnya untuk memanggil ayah, waahhhh kelihatannya sangat enak ibu tidak sabar ingim mencobanya" ucap nyonya park


"emmm baunya enak sekali" ucap tuan park yang kemudian


"sayang duduklah kita akan mencoba makanan ini" ucao nyonya park


kemudian mereka duduk menikmati makanan yang rara buat


"ah rasanya enak sekali dan juga hangat, apa makanan ini makanan favorit di negaramu?" ucap tuan park pada rara


"apa masih banyak makanan khas negaramu yang bisa kau masak nanti?"


"masih banyak makanan yang bisa aku masak ayah, lain kali aku akan memasakan lagi untukmu" ucap rara tersenyum


"apa hanya untuk ayah? apa kau tidak akan memasakan untukku?" ucap jung won menatap rara


"iya aku juga akan memasakan untukmu, sekarang makanlah dulu" ucap rara


mereka pun menikmati makan malamnya dan menghabiskan semua tanpa terasa mereka kekenyangan.


rara pergi menuju dapur untuk membuat jeruk hangat untuk mereka


"minumlah ini supaya kolesterol kalian tidak naik, karena memakan opor pada malam hari seperti ini" ucap rara menyimpan teko hangat yang berisikan air jeruk hangat


"terimakasih sayang" ucap nyonya park

__ADS_1


kemudian rara duduk di sebelah jung won, jung won hanya menatap rara yang duduk di sebelahnya dengan tatapan bangganya


"kenapa dia selalu bisa membuatku merasa bangga memilikinya, aku bahkan merasa begitu mencintainya" batin jung won dengan tangannya memegang tangan rara, rara yang melihat sikap jung won hanya diam dan tersenyum padanya.


cukup lama mereka berbincang dan tuan parak dan nyonya park pergi menuju kamar untuk beristirahat karena merasa lelah


"kita akan pergi beristirahat kalian juga sebaiknya pergi untuk beristirahat"


"baiklah bu aku juga akan pergi ke kamarku" ucap rara yang mencoba bangkit dari duduknya namun di tahan oleh jung won


"kau mau kemana?"


"aku akan pergi beristirahat, kenapa kau menahanku?"


"kau duduklah disini sebentar lagi aku masih ingin bersamamu" ucap jung won menarik tangan rara yang kemudian terduduk di sebelahnya lagi


"kenapa kau selalu saja menarikku seperti itu?"


"karena kau selalu mencoba menjauh dariku" ucap jung won mendekatkan wajahnya pada wajah rara dan


cuppp


jung won mencium bibir rara dengan sangat cepat dan melepaskannya dan sekarang mata mereka saling bertemu


"saranghae" ucap jung won lembut yang membuat rara gugup


"besok kita pergi ke osaka kita akan menghabiskan waktu disana dan tinggal di villa tidak jauh dari pusat kota osaka" ucap jung won pada rara


"apa ibu dan ayah ikut bersama kita?"


"kurasa mereka tidak akan ikut karena mereka akan pergi ke taiwan besok"


"appa? jadi kita hanya berdua saja disana?"


"ya kita akan menghabiskan waktu berdua saja, apa kau sudah siap?" ucap jung won tersenyum nakal yang membuat rara pergi menuju kamarnya


"hey kau akan pergi kemana" ucap jung won tersenyum melihat rara berlari menuju kamarnya

__ADS_1


"kenapa dia terlihat manis sekali" jung won tersenyum dan pergi menuju kamarnya


__ADS_2