Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 47


__ADS_3

Setelah kepergian jung won dari kamar mandi rara perlahan keluar dan melihat sekeliling kamar dia tidak mendapati jung won disana


"dimana dia kenapa tidak ada? apa mungkin dia kembali ke kamarnya?" ucap rara kemudian berjalan menuju lemari pakaian


setelah rara mengganti baju dan merapihkan rambutnya kemudian dia keluar dari kamar menuju dapur karena dia merasa lapar rara melihat sekeliling rumah tidaka ada siapapun


"kemana dia apa dia masih di kamarnya, kenapa lama sekali"


kemudian rara membuat sarapan, dia menyiapkan orange jus dan kentang goreng telur mata sapi sosis bakar dan salad sayur setelah semuanya siap dia merapihkan tempat makan


"kemana dia kenapa dia tidak kunjung keluar dari kamarnya? apa mungkin ini semua gara-gara masalah tadi, karena aku menolaknya? tapi aku sungguh belum siap untuk itu, karena itu akan jadi yang pertama untukku" batin rara


"sepertinya aku harus melihatnya"


rara berjalan menuju kamar jung won


Tok Tok Tok


"jung won apa kau di dalam? apa boleh aku masuk?" tidak ada jawaban rata kemudian membuka pintu perlahan dan melihat jung won tertidur di sofa yang berada di kamarnya


"astaga dia ternyata tertidur"


rara kemudian duduk di pinggiran sofa dan membangunkan jung won


"jung won bangunlah sarapan sudah siap" ucap rara tapi tidak ada respon apapun rara hanya melihat wajah jung won yang tertidur tenang dan terlihat wajahnya yang tampan


"dia begitu tampan dan sempurna, kenapa dia menyukai gadis sepertiku, dan aku dengan tidak tau malunya selalu menolaknya" batin rara


kemudian rara mengambil selimut tipis dan menyelimuti jung won dia mulai mangusap wajah jung won dan rambut jung won


"aku selalu teringat saat ibu berbicara jika dia terlihat sangat dingim dan angkuh padahal sebenarnya dia sangat rapuh, jung won yang harus merasakan rasa sakit di khianati sahabat dan juga orang yang sangat dia cintai, aku bahkan tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi padaku, dia begitu kuat melewati semuanya dan aku rasa aku sudah terbiasa dengannya, sekarang aku mulai mencintainya dan selalu ingin membuatnya tersenyum, aku akan berusaha semampuku untuk membuat dia selalu tersenyum" batin rara dan rara bangkit kemudiam mencium pucuk kepala jung won


"saranghae" ucap rara lembut kemudian rara berjalan keluar, jung won yang sebenarnya sudah terbangun di saat rara menyelimutinya dan pura-pura tertidur karena dia ingin melihat apa yang akan di lakukan rara dan benar saja apa yang rara katakan membuat senyuman tipis di bibir jung won


setelah rara kembali ke tempat makan dan ketika akan memakan sarapannya tiba tiba saja jung won datang menghampirinya

__ADS_1


"aaaaa kenapa aku mengantuk sekali" ucap jung won pada rara


"kau bukankah kau tadi tertidur?"


"ya aku terbangun karena suara pintu kamarku tertutup" ucap jung won santai


"maafkan aku sudah membangunkanmu, aku tidak sengaja"


"aku akan memaafkanmu jika aku mendapatkan" ucapan jung won terpotong oleh rara yang seakan tau apa maksud jung won


"sudahlah makan sarapanmu nanti keburu dingin dan tidak enak" ucap rara


jung won hanya tersenyum melihat tingkah rara dan kemudian mereka menghabiskan sarapannya


"kau bersiaplah kita akan ke osaka sekarang"


"apa tidak bisa pulang ke korea saja" ucap rara pelan


jung won hanya menatap rara tanpa menjawabnya


"apa kita akan pergi ke osaka menggunakan pesawat?" tanya rara


"ya kita menggunakan pesawat"


"tapi aku ingin menggunakan kereta" ucap rara pada jung won


"apa? apa kau yakin ingin menggunakan kereta yang memakan waktu 3 jam lebih dari sini?"


"ya aku ingin menggunakan kereta aku ingin melihat pemandangan di sepanjang jalan"


"baiklah aku kan menyewa kereta" ucap jung won santai


"aku tidak mau kau menyewa kereta itu aku ingin kita menjadi sepasang kekasih biasa saja seperti orang orang pada umumnya"


"baiklah jika begitu aku akan membeli tiket kereta api ekspres agar kita cepat sampai dan lebih nyaman tidak perlu berhenti di tiap stasiun"

__ADS_1


"baiklah aku akan menurut saja padamu asalkan kita naik kereta" ucap rara tersenyum


"tapi aku butuh imbalan untuk ini" goda jung won pada rara lalu rara langsung mencium jung won tanpa jung won mengatakan apa imbalan yang harus rara berikan


"sudah cukupkah imbalannya" rara tersenyum dan meninggalkan jung won untuk mengambil kopernya


"hey itu sebentar sekali" ucap jung won menatap rara


"gadis itu? kenapa dia selalu membuatku tergoda seperti ini" ucap jung won duduk di sofa ruang tengah.


mereka kemudian pergi ke stasiun untuk menaiki kereta menuju osaka rara terlihat senang jung won yang melihatnya tersenyum bahagia karena sekarang rara sudah menerima sepenuhnya perasaannya.


mereka pun memasuki kereta yang sudah menanti mereka tidak lama kereta melaju


"apa kau merasa lapar?" ucap jung won pada rara


"ya aku merasa lapar padahal tadi kita sudah sarapan" ucap rara menatap jung won


"aku akan memesan makanan untuk kita ya" ucap jung won yang kemudian memesan makanan pada pramugari kereta itu


"saya memesan susu hangat dan sepotong sandwich dan satu lagi latte dan dan roti keju" ucap jung won pada pramugari kereta itu


"baik tuan"


rara yang hanya sibuk melihat ke arah jendela dan melihat pemandangan sepanjang jalan begitu antusias


"sayang lihatlah pemandangan di luar sangat indah sekali, rasanya aku ingin pindah kesini saja" ucap rara memegang tangan jung won


"apa kau ingin pindah ke jepang?"


"ya aku ingim memiliki rumah disini" ucap rara


"baiklah jika sudah menikah kita pindah kesini"


"hey tidak bisa seperti itu ayah sudah menyiapkan rumah untuk itu, kita tidak mungkin menolaknya"

__ADS_1


"baiklah terserah kau saja aku hanya bisa mengikutimu, karena aku tidak mau kita berpisah" ucap jung won yang mencium tangan rara


__ADS_2