
Saat ini, Adrian tengah memberikan arahan kepada para anggotanya,dia juga memberikan arahan , kepada Dion, Rayhan, Michael,dan juga Bram,
Arahan dari Adrian adalah, kelompok dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama, dipimpin oleh, Michael dan Bram, mereka akan maju, untuk membuka jalan, agar yang lainnya bisa memasuki gerbang gedung tersebut,
Michael dan Bram, pun langsung menganggukkan kepalanya, dan mereka akan membawa sekitar enam puluh lima orang, kelompok kedua, terdiri dari Rayhan, Rayhan yang akan memimpin kelompok untuk mengepung gedung tersebut,
dan Rayhan juga ahli dalam senjata api, dan senjata tajam, jadi Rayhan juga yang akan memimpin kelompok penembak jitu,, Rayhan membawa sekitar empat puluh lima orang, yang ada di kelompoknya, ditambah dengan lima belas orang penembak jitu, jadi total ada enam puluh orang yang berada di kelompoknya,
Sedangkan dikelompok, ketiga, ada Adrian dan Dion, mereka akan maju untuk menyerang pintu utama, setelah jalan sudah dibuka oleh Michael dan Bram, serta kelompok mereka,dan mereka semua mengangguk setuju,dan langsung berpencar dan langsung menuju kelompok masing-masing,
Tanpa mereka sadari, bahwa pergerakan mereka, sedari tadi, telah diamati oleh seseorang yang berada di kegelapan, terlihat seutas seringai diwajah orang tersebut, lalu kembali ke kegelapan, seperti seorang predator yang menunggu mangsa,
sedangkan ditempat Adrian dan yang lainnya berada, mereka telah berpencar dan melakukan penyerangan, dan musuh yang mendapat serangan dadakan tersebut, sangat terkejut,
Mereka membalas serangan yang dilancarkan oleh kelompok Michael dan Bram, dengan hanya beberapa orang yang menjaga tempat tersebut, karena mereka tidak ada yang mengetahui bahwa akan adanya penyerangan,
__ADS_1
" Cepat,beri tahu yang lainnya, bahwa Kita diserang," Teriak salah satu dari mereka yang diyakini sebagai ketua dari kelompok tersebut,
Saat dirinya kembali melihat kearah depannya, tiba-tiba tubuhnya limbung dan jatuh ketanah karena Bogeman dari seseorang
Bugh ... Bugh ... Bugh ...
Dia langsung menyeka darah yang berada di ujung bibirnya,dia mengumpat kesal terhadap orang yang telah berani memukul wajahnya,
" s\*\*\* ," umpatnya
Dia melihat kearah orang yang telah berani memukul wajahnya, di hadapannya terlihat sosok pemuda, tinggi, putih bersih, sorot mata tajam,alis tebal,dan rahang tegas,
sedangkan orang yang sudah memukul wajah orang tadi hanya diam saja, dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana yang dia kenakan,
" S\*\*\* , apakah kau bisu, kenapa hanya diam saja, " ucapnya kesal
__ADS_1
Dia terus melihat sosok pemuda yang mengenakan penutup wajah, yang berada di depannya itu, karena kesal tidak mendapatkan jawaban dari nya, dia langsung maju, dan bersiap untuk memukul wajah sosok pemuda tersebut,
Namun s***nya, selalu berhasil dihindari dengan baik oleh pemuda itu, terlihat disekitar mereka berdua,
Beberapa orang telah jatuh tak bernyawa dan banyak juga yang terluka, disaat diluar gedung tersebut, tengah terjadi pertumpahan darah,
Didalam gedung tersebut, beberapa orang masih melakukan persiapan untuk membuat sesuatu yang tidak akan pernah mereka harapkan,
karena mereka, yang telah menyiapkan rencana tersebut sudah sangat lama,dan bisa di bilang, rencana tersebut sudah sangat matang,
saat mereka tengah serius dalam pembahasan rencana, tiba-tiba saja pintu ruangan tersebut dibuka dari luar, mereka melihat kearah pintu tersebut dengan kesal
.." apa yang kau lakukan, kenapa kau mengganggu pertemuan penting kami, " ucap salah satu dari mereka dengan kesal
" maafkan saya tuan, tapi, tapi, di , di luar, diluar ada,"
__ADS_1
" aaahhh, cepat katakan b\*\*\*\* , jangan berbelit-belit, kau membuang waktu berharga kami, apa kau tahu itu,hahh,"