
Setibanya di kota seoul yang begitu indah dengan salju yang turun karena telah memasuki musim dingin rara yang mulai menggigil karena belum terbiasa dengan musin dingin di kejutkan dengan suara
"nona mari saya antar ke tempat dimana anda akan tinggal selama anda bekerja disini, mari" ucap orang ke percayaan tuan in jung
"baiklah" rara memajang senyum manisnya
seketika mobil melaju menuju satu apartemen yang cukup bagus dan nyaman dan rarapun turun dari mobil dan mengikuti langkah laki-laki yang mengantarnya, rara kemudian menaiki lift dan sampai di depan pintu kamar yang di tunjukan untuk dia selama dia berada di korea
"mari silahkan nona kita sudah sampai, dan saya akan membantu untuk membawa barang-barang anda"
"iya baiklah terima kasih" ucap rara dengan rasa keterkejutannya karena apartemennya berapa di lantai 30 dia melihat jendela yang begitu besar menghadap ke arah kota seoul dari sana dia bisa melihat betapa indahnya kota tersebut dengan kerlap kerlip lampu yang indah ketika malam tiba
"oh tuhan apa aku sedang bermimpi saat ini" tanya rara dengan sengaja mencubit pipinya sendiri
"aww sakit ternyata"
Tok Tok Tok
"maaf nona ini barang-barang anda akan di simpan di mana?"
"oh, terima kasih biar di situ saja nanti saya mau membereskannya dan menata tempat ini"
"baik kalo begitu, saya permisi"
"baiklah terimakasih" ucap rara seraya membungkuk
"oh tuhan bahkan rasanya aku tidak merasalam lelah sedikitpun, apa karena aku begitu senang?" ucap rara sambil tersenyum lebar seraya membawa barang-barang yang dia bawa ke kamarnya
setelah dia beres membereskan semua dan menata ruangan dia kemudian mandi
Kriiiiuukk suara perut rara
"Oh tuhan bahkan akupun lupa kalo aku belum makan"
"bagaimana ini akupun baru sampai disini dan tidak tau harus kemana membeli makan?" ucap rara bingung
"sudahlah sebaiknya sekarang aku pakai baju dan memcari makanan karena aku terlalu lapar untuk berlama-lama disini"
Tok Tok Tok
suara pintu berbunyi tandanya ada yang datang
"siapa itu yang datang? padahal aku sudah siap dan tinggal berangkat" ucap rara sedikit kesal
rara kemudian membuka pintu dan dia melihat orang kepercayaan tuan in jung membawa sesuatu di tangannya
"selamat malam nona saya di perintahkan oleh tuan untuk mengantarkan ini" laki-laki itu menyerahkan satu kantong makanan
"ini untuk saya, kenapa sebanyak ini?" ucap rara kaget
"iya tuan memerintahkan saya untuk mengantar makanan ini pada nona karena dia tau anda belum makan sejak keberangkatan kita kesini" ucap laki-laki itu
"baiklah terimakasih banyak"ucap rara setengah membungkuk
"baiklah kalo begitu saya permisi" ucap laki-laki itu membungkuk
setelah rara menutup pintunya kembali dia merasa heran dengan apa yang dia terima
"krruuuukkk" suara perut rara
__ADS_1
"ya tuhan bahkan perutku tidak bisa membohongi akan rasa harum makanan ini" ucap rara mendumel
di bukanya isi tas makanan itu satu persatu yang terlihat banyak jika untuk makanan sendiri
"waaahhh keliatan sangat enak sekali" ucap rara kagum
dia langsung melahap satu persatu makanan itu dan tanpa sadar dia menghabiskan makanan tersebut yang bahkan itu cukup untuk porsi 2 orang makan tapi rara menghabiskannya sendiri
"sepertinya aku kenyang sekali" ucap rara sambil menjatuhkan tubuh pada sofa itu dan diapun tertidur di sofa sampai pagi
"kriiiinggg" suara telpon berbunyi
"ya hallo" rara menjawab telpon dangan mata masih tertutup
"salamat pagi nona rara, apa anda sudah siap saya sebentar lagi sampai di apartemen anda tuan menyuruh saya untuk menjemput anda" ucap suara di telpon itu
seketika mata rara terbelalak terkejut laki-laki yang akan menjeputnya akan segera sampai tapi dia bahkan belum terbangun dari sofa itu
"astaga baik anda tunggu saya saja di bawah nanti biar saya yang ke bawah" ucap rara cepat
setelah di tutup telpon tersebut dia berlari menuju kamar mandi dan secepat kilat dia mandi kemudian ganti baju dan berjalan menuju lift dengan tergesa-gesa
"kenapa aku bodoh sekali bahkan aku bisa ketiduran di sofa itu dan bangun sudah siang begini, dasar bodoh bodoh" rara memukul mukul kepalanya sendiri
Ting
suara lift terbuka da dia segera menuju mobil yang sudah menunggu dia
"maaf anda sudah menunggu saya terlalu lama" ucap rara dengan tubuh setengah membungkuk
"saya baru sampai nona, silahkan" ucap laki-laki itu yang sudah membuka pintu mobil untuk rara
"terimakasih" ucap rara tersenyum
tidak lama rara sampai di perusahaan dengan muka bingung, seketika dia di kejutkan dengan suara langkah kaki yang cepat dan orang-orang yang setengah membungkuk padanya seraya mengucapkan selamat pagi, rara tau dia adalah tuan park in jung dan seorang pemuda tampan di sebelahnya yang memasang muka dingin tapi tidak menghilangkan ketampanannya orang-orang di sekitarpun sepertinya memperhatikan pemuda itu dan mereka membicarakan hal sayang sama seperti yang rara pikirkan
"hah itu tuan CEO untung aku tiba lebih dulu sebelum dia, dan pemuda itu siapa kenapa dia terlihat tampan seperti oppa oppa yang selalu aku impikan" ucap rara berseri
sesampainya mereka di depan lift dan mereka mulai sejajar dengan rara tapi tentu mereka tidak naik lift yang di khususkan karyawan biasa mereka menaiki lift di sebelahnya yang di khususkan untuk para petinggi
"salamat pagi tuan" ucap rara setengah membungkuk
"selamat pagi, kamu karyawan baru yang ikut dengan saya dari kantor cabang kan?" ucap tuan in jung melihat rara
"iii..yyy...aaa tuan saya rara karyawan pindahan dari indonesia yang di minta pindah kesini oleh tuan" ucap rara gugup
"oh baiklah kamu sekarang ikut dengan saya cepat" ucap tuan in jung
"tapi tuan saya naik lift ini saja"
"tidak sekarang kamu ikut saya ada hal yang harus saya bicarakan secepatnya" ucap in jung tegas
pemuda yang di sebelahnya sepertinya dia tidak terlalu memperdulikan sekitarnya dia hanya diam dengan ekspresi muka dinginnya
"baiklah tuan" ucap rara menunduk
rara berdiri beraebelahan dengan pemuda tampan itu bahkan dia tidak tau pemuda itu siapa
"kenapa dia tampan sekali tapi dia terlihat sangat dingin dan angkuh, sepertinya dia tidak mengenal senyum" batin rara
__ADS_1
Ting
suara pintu lift terbuka
mereka bertiga jalan menuju ruangan besar CEO perusahaan tersebut
"kamu duduklah" ucap tuan in jung
"baik tuan"
"kamu sekarang menempati posisi sebagai sekertaris park jung won, dan sepertinya kamu sudah mengetahui tugas apa saja yang menjadi pekerjaan kamu" ucap tuan in jung
"sekertaris min ke ruangan saya sekarang" ucap tuan in jung melalui telepon
Tok Tok Tok
"masuk"
"anda memanggil saya presdir?" ucap sekertaris min
"iya sekarang kemarilah perkenalkan ini dia karyawan pindahan dari kantor cabang yang berada di indonesia, mulai sekarang dia bekerja disini membantu kamu dan jung won sebagai sekertaris mohon kamu bantu dia untuk tau tugasnya dan jadwal apa saja untuk sekarang ini" ucap tuan in jung
"baik presdir" ucap sekertaris min
"kamu sekarang ikut sekertaris min dan jangan lupa siang ini ada meeting yang sangat penting" ucap tuan in jung
"baik tuan"
mereka berjalan ke luar dan menuju meja sekertaris min menunjukan meja dia yang berada di sebelahnya
"siapa nama mu? kita belum semoat berkenalan" min ha sambil mengulurkan tangannya
"namaku kimberly aurora, anda bisa memanggil saya rara" ucap rara sembari menerima uluran tangan min ha
"aku akan memanggil kamu kim aku sangat menyukainya, oh iya jangan se kaku itu bicara denganku kita mulai sekarang berteman" ucap min ha sambil tersenyum
"baiklah min ha" ucap rara tersenyum
"sini aku bantu kamu pelajari jadwal tuan jung won" ucap min ha menarik tangan rara
"baiklah, tapi aku boleh bertanya sesuatu?"
"apa yang mau kamu tanyakan, tanyakan saja padaku"
"tuan park jung won itu siapa? apa dia anak dari CEO park in jung?"
"hahaha kim kim kalo bukan anaknya menurut kamu siapa tuan jung won yang butuh sekertaris 2 sekaligus" ucap min ha tertawa
"apa dia pemuda yang di dalam yang wajahnya tidak bisa meng gambarkan ekspresi apapun?"
"sssuuuttt pelan-pelan nanti dia mendengar kamu berbicara seperti itu, dia memang seperti itu orangnya dingin dan angkuh berbanding terbalik dengan ayah dan ibunya" ucap min ha pelan
"oh jadi benar dia itu jung won anak presdir"
"iya, dan sepertinya mulai sekarang dia akan menjadi atasan baru kita, karena saya dengar presdir in jung akan pensiun sudah tidak mau berkutat dengan pekerjaan walaupun dia baru berumur 50 thn tapi dia memilih pensiun dan menyerahkan semuanya pada anak tunggalnya itu?"
"aapppaa? apa itu benar min ha berarti aku harus bekerja dengan orang seperti dia?"
"iya mau gimana lagi dia anak tunggal kalo buka dia yang akan menggantikan presdir siapa lagi" ucap min ha santai
__ADS_1
"ayo sekarang kamu ikut saya dan pelajari berkas untuk meeting nanti siang, jangan sampai gagal karena presdir baru kita tidak akan mengasihani kita dan kemudian dia akan marah-marah seperti singa" ucap min ha sambik tertawa kecil, rara hanya mendengarkan tidak memberi komertar apapun
rara dengan teliti memeriksa kembali berkas untuk meeting nanti siang