Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 56


__ADS_3

Sampailah mereka di lobby kantor semua penjaga disana melihat ke arah mereka


"apa itu presdir? kenapa dia belum pulang aku kira dia sudah meninggalkan kantor dari tadi" ucap salah satu penjaga dan bergegas lari menghampiri jung won dan rara


"selamat sore presdir, anda belum pulang" ucap para penjaga memberi hormat pada jung won


"selamat sore, aku baru saja akan pulang" jawab jung won namun para penjaga fokus pada tangan jung won yang memegang tangan rara


"mati aku mereka melihatnya, apa yang harus aku lakukan?" batin rara


"emm.. ohh silahkan presdir dan nona kim" ucap salah satu penjaga membukakan pintu mobil


"terimakasih" ucap rara tersenyum namun dalam hatinya dia merasa tidak tenang, kemudian mereka masuk ke dalam mobil dan mobil melaju meninggalkan kantor


"apa kau lihat tadi? presdir memegang tangan nona kim?"


"ya aku melihatnya, apa mereka sepasang kekasih?"


"aku rasa mereka memiliki hubungan khusus, bagaimana tidak presdir pulang bersama dengannya selarut ini dan memegang tangannya"


"ya aku rasa begitu tapi kenapa aku belum pernah mendengar berita ini sebelumnya?"


"apa mereka menyembunyikannya dari semua?"


"ya aku rasa begitu, tapi mereka terlihat serasi aku mendukungnya"


"rasanya kita harus memberitahu semua orang tentang hal ini"


"hey jangan kau lakukan itu, apa kau ingin terkena masalah"


"hmm baiklah aku akan diam" ucap para penjaga yang kembali ke tempat mereka setelah jung won pergi


di dalam mobil rara memandang jung won tajam


"ada apa denganmu kenapa memandangku seperti itu?"


"apa kau sengaja memegang tanganku di depan para penjaga"


"haha oh itu.. aku tidak sengaja aku lupa untuk melepaskannya"


"apa kau sedang berbohong padaku? jika benar kau lupa untuk melepaskannya harusnya kau ingat di saat aku mencoba melepaskannya"


"aku tidak merasa kau sedang berusaha melepaskannya"


"bagaimana bisa tidak merasakannya, bagaimana jika mereka semua membicarakan kita dan semua orang tau akan hubungan kita"

__ADS_1


"tenanglah aku akan urus semuanya mereka tidak akan berani membocorkannya" ucap jung won santai dan memejamkan matanya


"kenapa kau selalu terlihat santai seperti itu"


jung won tidak menghiraukan perkataan rara dia hanya tersenyum tipis


"dia sungguh menyebalkan" ucap rara kesal


setelah mereka sampai di supermarket rara turun di ikuti oleh jung won, kemudian mereka masuk ke dalam supermarket dan mengambil troli


"pilihkan aku bahan makanan yang bisa di masak" ucap jung won santai dengan senyum tipisnya


"kenapa dia harus menyebalkan seperti itu, apa dia tidak tau aku bahkan masih kesal atas perlakuannya tadi, bagaimana jika penjaga itu membocorkannya" ucap rara yang berjalan membawa troli di belakang jung won


rara memilih satu sepersatu sayuran dan buah dan beberapa bahan makanan lainnya jung won hanya tersenyum memperhatikannya tanpa berkomentar sedikitpun pada rara


"dia sungguh manis sekali, tapi kenapa dia selalu menolak untuk menikah denganku, apa aku belum begitu meyakinkannya? apa dia masih ragu padaku?" batin jung won


setelah cukup lama rara memilih semua bahan makanan yang memenuhi troli belanjanya dia menuju kasir untuk membayar


"selamat sore silahkan" ucap petugas kasir itu, rara hanya tersenyum dan memindahkan semua belanjaannya ke meja kasir jung won berada di belakang rara


"apa ini sudah cukup sayang? apa kau tidak akan membeli susu kehamilan? apa stoknya masih banyak?" ucap jung won menggoda rara


"apa anda membutuhkan susu kehamilan? berapa usia kandungannya?" ucap kasir supermarket itu


"oh tidak aku tid.." ucapan rara terpotong oleh jung won


"kandungan istriku baru menginjak beberapa minggu saja tapi kelihatannya susunya masih ada dia tidak menjawabku hanya terlihat kesal padaku" ucap jung won tersenyum


"bersabarlah tuan wanita yang sedang hamil selalu saja sensitif dia akan terlihat bahagia dan seketika menangis tanpa alasan yang jelas"


"ya kau benar sekali dia bahkan selalu ingin bersamaku, dan tidak pernah mau jika aku meninggalkannya"


"kau pria yang tampan sepertinya nanti anakmu akan tampan dan cantik sepertimu dan nona" ucap petugas kasir itu melihat rara dan jung won


jung won terlihat tersenyum bangga sementara rara memasang ekspresi kesalnya atas perlakuan jung won


"apa dia sedang mengerjaiku lagi sekarang? dia bahkan berbicara seolah aku sedang hamil anaknya dan meyakinkan petugas kasir itu" batin rara


"kenapa sayang apa kau mual? kenapa kau menatapku seperti itu?" ucap jung won yang langsung mengusap pipi rara dan mencium pucuk kepalanya


petugas kasir yang melihatnya hanya tersenyum melihat perlakuan jung won pada rara di depannya


"sebentar ya sayang kita akan segera pulang setelah membereskan ini, kau jangan membuat ibumu melihat ayah seperti itu" ucap jung won mengusap perut rara dan tersenyum pada rara

__ADS_1


setelah beres membayar semua belanjaan jung won membawa semua kantong belanjaan


"tuan tidak hanya tampan tapi tuan juga sangat manis pada istrimu dan sepertinya sangat mencintai dia" ucap pelayan itu pada jung won


jung won hanya tersenyum dan pergi meninggalakannya dia membawa membawa kantong belanjaan di tangan kirinya dan tangan kangan merangkul pinggang rara, petugas kasir yang melihat kepergian mereka seperti itu merasa iri


"batapa beruntungnya wanita itu memiliki suami tampan dan perhatian padanya bahkan pria itu terlihat kaya" ucap petugas kasir itu dengan mata berbinar binar


setelah sampai di depan mobil rara melepaskan pelukan tangan jung won


"hey apa yang kau lakukan? kenapa kau berbicara seolah olah aku sedang mengandung anakmu dan kita seperti sepasang suami istri?" ucap rara kesal tapi jung won hanya tertawa melihat rara


"haha apa kau kesal? kau jangan seperti itu nanti kasihan anak kita yang ada dalam perutmu itu" ucap jung won pada rara dan tertawa


"kau ini apa kau sedang mengerjaiku di depan kasir tadi?"


"tidak aku hanya sedang berharap saja semua itu nyata" ucap jung won berjalan meninggalkan rara


"apa dia bilang? berharap semua itu nyata?" ucap rara yang berjalan cepat menyusul jung won


kemudian mereka masuk ke dalam mobil meninggalkan supermarket rara masih dengan tatapan tajamnya pada jung won tapi tidak dengan jung won yang hanya senyum senyum sendiri


"apa kau masih kesal padaku?"


"menurutmu?"


"sudahlah aku hanya bercanda tadi" ucap jung won santai


"tapi kau bilang pada wanita itu aku sedang hamil bagaimana aku tidak kesal bahkan aku belum pernah sedikitpun melakukannya denganmu" ucap rara tanpa sadar yang membuat jung won menoleh padanya


"apa kau mau melakukannya denganku? dengan senang hati aku akan menurutimu, kita membuat anak kembar untuk kita" goda jung won pada rara. rara hanya kaget dan gugup atas perkataannya sendiri


"tiii..tiidak aku tidak ingin melakukannya denganmu"


"jika tidak denganku lantas kau berharap dengan siapa?"


"dengan suamiku nanti yang sudah aku cintai dan aku percaya"


"apa kau tidak mencintaiku atau menyukaiku?"


"tidak aku tidak mencintaimu dan menyukaimu karena kau menyebalkan sekali bagaimana aku bisa menyukaimu"


"apa benar begitu kenapa setiap aku memciummu kau selalu menikmatinya" ucapan jung won membuat wajah rara terasa panas dan membuat pipinya merah seketika dia tidak bisa menjawab perkataan jung won


"a..aahh sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu" ucap rara yang langsung mengalihkan pandangannya keluar sementara jung won hanya tersenyum puas atas perlakuannya

__ADS_1


__ADS_2