
Mereka betemu dengan tuan kim so hyun yang tak lain adalah ayah dari luna
"selamat malam tuan kim? lama tidak bertemu" ucap jung won
"hey jung won bagaimana kabarmu?"
"kabarku baik, bagaimana kabar anda? apa luna ikut bersamamu kesini?"
"ah tidak tidak dia menolak untuk ikut denganku kesini dia memilih menghabiskan waktu natalnya di eropa bersama teman-temannya"
"oh baiklah kalau begitu"
"ngomong-ngomong siapa wanita ini?" ucap tuan kim melihat tangan jung won memegang tangan rara
"oh ya saya hampir lupa, dia kimberly sekertaris dan juga kekasihku" ucap jung won tersenyum
"apppaa? dari kapan kalian berhubungan?"
"kita memiliki hubungan belum lama ini"
"hallo senang bertemu dengan anda" ucap rara yang berada di samping jung won menghadap ke arah tuan kim dan memberi hormat
tuan kim tidak menjawab sapaan rara dia hanya memasang muka kagetnya dan kemudian meminta jung won untuk berbicara dengannya sebentar dan jung won pun meninggalkan rara
"sebentar tunggu disini"
"baiklah" ucap rara tersenyum
"apa kalian menjalin hubungan sudah lama?" ucap tuan kim
"tidak aku dan kim baru saja menjalin hubungan kekasih"
"apa kau tidak sedang berbohong padaku? apa luna sudah mengetahuinya?"
"aku rasa luna belum mengetahuinya"
"apa kau sudah gila? bagaimana jika luna mengetahuinya?"
"aku akan menjelaskannya pada luna, dari awal memang di antara kami tidak ada hubungan apapun aku menganggap luna sebagai adikku sendiri, aku tidak memiliki perasaan apapun padanya"
"kau ini apa kau tau jika dia begitu menyukaimu? dulu dia mengalah pada" ucapan tuan kim terpotong oleh jung won
"sudahlah tuan kau tidak perlu khawatir luna pasti mengerti bahwa aku tidak pernah memiliki perasaan lebih padanya"
"baiklah kalau begitu aku tidak akan mencampuri urusan kalian, ku harap kau tidak menyakiti hati anakku" ucap tuan kim yang kemudian berlalu meninggalkan jung won
jung won pun berjalan menuju tempat rara menunggunya
__ADS_1
"apa sudah selesai? apa tuan kim marah padamu?"
"sudah, marah kenapa aku tidak melakukan kesalahan"
"tapikan luna itu dulu kekasihmu bahkan aku lihat dia sangat menyukaimu"
"aku tidak pernah memiliki hubungan apapun dan perasaan lebih padanya aku hanya menganggapnya sebagai adikku sendiri"
"tapi aku rasa luna tidak seperti itu padamu, aku jadi tidak enak akan hal ini" ucap rara menundukan kepalanya
"hey ada apa denganmu? aku yang menyukaimu dan aku juga yang memintamu untuk menjadi kekasihku bahkan kalau bisa langsung menjadi istriku tapi kau selalu saja menolak" ucap jung won yang menganggap dagu rara
"tapi aku, aku tidak yakin untuk itu aku merasa jadi tidak enak akan hal ini"
"sudahlah aku akan membereskannya, jangan terlalu kau pikirkan ya" jung won kemudian mengelus lembut pipi rara
dalam hatinya rara merasa tidak tenang walaupun jung won berusaha menenangkannya tetap saja perasaan bersalahnya pada luna yang membuat hatinya tidak karuan, rara menduga apa yang di bicarakan tuan kim dan jung won adalah karenanya, karena waktu dia menyapa tuan kim, tuan kim hanya menatapnya dengan tatapan tidak suka
"apa yang sedang kau pikirkan? kenapa kau diam seperti itu?"
"aah tidak tidak aku tidak memikirkan apa-apa"
"baiklah kalau begitu, ayo" jung won kemudian mengajak rara berjalan lagi dengannya dan menghampiri beberapa rekan bisnis yang jung won kenal tidak sedikit teman jung won yang memuji kecantikan rara yang membuat jung won menguatkan pegangan tangannya pada rara, rara yang tau akan hal yang di lakukan jung won padanya dia mencoba untuk tidak memperdulikannya. dan tidak lama mereka bertemu dengan tuan park dan nyonya park
"anakku sayang kenapa kau lama sekali?" ucap nyonya park yang menggenggam tangan rara dan mencoba menariknya dari pegangan jung won, jung won hanya tersenyum melihat aksi ibunya itu
"ikutlah dengan ibu, ibu akan memperkenalkanmu pada teman-teman ibu" ucap nyonya park yang langsung menarik rara berjalan bersamanya
"ibu itu benar-benar disini yang anaknya siapa? aku atau kimberly?" jung won heran dan dia langsung menghampiri ayahnya yang sedang berbincang dengan teman bisnisnya
"apakah itu jung won anakmu?" ucap salah satu pria yang ada di dekat tuan park yang membuat mereka semua memandang ke arah jung won
"selamat malam semua" ucap jung won memberi hormat
"selamat malam jung won, bagaimana kabarmu? sekarang kau kelihatan lebih tampan dari sebelumnya"
"kabarku baik tuan, bagaimana denganmu?"
"aku baik sangat baik, bagaimana bisnismu baik? apa kau tidak ingin melanjutkan karir di bidang kedokteranmu?"
"aku sangat ingin melanjutkannya tapi kurasa sekarang aku tidak bisa, karena harus fokus pada perusahaan" ucap jung won dan kemudian mereka berbincang
sementara di tempat rara dan nyonya park
"siapa dia nyonya park kenapa dia begitu cantik" tanya salah satu dari kumpulan ibu-ibu itu
"dia menantuku" nyonya park tersenyum pada mereka
__ADS_1
"apakah dia kekasih jung won?"
"ya dia kekasih anakku"
"hallo namaku kimberly senang bertemu dengan kalian" ucap rara sopan dan setengah membungkukkan badannya
"kau cantik sekali kelihatannya bukan dari korea?"
"ya dia bukan dari korea tapi dia dari indonesia" ucap nyonya park
"pantas saja matanya indah"
"duduklah dan bebincanglah dengan kami" ucap salah satu ibu pada rara
"baik terimakasih"
"ya duduklah sayang" ucap nyonya park
cukup lama mereka berbincang tiba-tiba jung won datang menghampiri mereka
"selamat malam"
"wah apakah itu jung won anakmu nyonya park?" kemudian semua mata tertuju pada jung won
"selamat malam jung won, bagaimana kabarmu? lama tidak bertemu kau tampak lebih tampan saat ini"
"selamat malam nyonya, kabarku baik, bagaimana dengan kabarmu?"
"kabarku baik, duduklah"
"tidak nyonya terimakasih saya kesini untuk membawa kim karena ada sedikit urusan"
"kenapa ada apa sayang kenapa membawa kim untuk pergi denganmu?" tanya nyonya park
"iya ibu ada yang harus kami bicarakan"
"baiklah kalau begitu"
jung won berjalan menuju rara dan memegang tangan rara yang bangkit dari duduknya
" ayo sayang ada sesuatu yang harus kita bicarakan" ucap jung won pada rara yang membuat rara heran
"terimakasih semua, saya permisi" ucap rara
"bu aku tinggal dulu ya" ucap jung won
"baiklah sayang hati-hati" ucap nyonya park, kemudian mereka berjalan berbarengan
__ADS_1
"mereka tampak serasi sekali, nyonya park kau beruntung sekali memiliki anak dan menantu tampan dan cantik seperti itu"
"ya aku sungguh beruntung sudah lama aku menantikan hal seperti ini" ucap nyonya kim melihat kepergian rara dan jung won