
Sepanjang jalan menuju kantor tidak ada pembicaraan apapun antara jung won dan rara dan tidak terasa mereka sudah sampai di depan kantor, masih banyak karyawan yang juga akan masuk, seketika mereka melihat rara keluar dari mobil jung won dan di ikuti oleh jung won
"apa mereka berangkat bersama? apa mungkin mereka sudah bermalam bersama kenapa bisa mereka bersama ke kantor?" ucap salah satu karyawan kepada karyawan satunya lagi
"ya mungkin saja, mereka berangkat bersama dari tempat yang sama" ucap karywan yang lain dan merekapun memberi hormat kepada jung won "selamat pagi presdir" seperti biasa jung won hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah mereka, namum kali ini rara yang melempar senyum pada mereka.
"naik lift ini denganku karena ada yang akan aku bicarakan"
"baiklah presdir"
Ting
suara pintu lift terbuka, jung won dan rara pun masuk
"apa apartemenmu nyaman? apa kau tidak merasa kedinginan atau tidak nyaman berada disana? ucap jung won memulai pembicaraan
"saya merasa nyaman disana, tidak disana sangat hangat dan juga membuat saya merasa nyaman"
"baiklah kalau begitu berarti tidak ada masalah"
"iya sampai saat ini tidak ada masalah, tapi apa boleh saya bertanya?"
"ya tentu"
"apa anda tahu yang memberi perintah pada tuan kwon untuk memperlakukan saya seperti itu? apa mungkin tuan besar yang menyuruhnya?" ucap rara polos
"hah apa? saya tidak tahu akan hal itu" ucao jung won kaget mendengar pertanyaan rara
"tapi presdir say" seketika omongan rara terpotong karena pintu lift sudah terbuka
Ting
jung won kekuar terlebih dahulu rara masih terdiam mematung melihat jung won berjalan di depannya
"mana mungkin dia tidak tahu jelas-jelas tuan kwon itu adalah orang kepercayaannya, pati dia tau yang menyuruhnya bersikap seperti itu padaku" batin rara
__ADS_1
"apa dia tidak curiga padaku? atau mungkin dia sedang mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, sepertinya aku harus jujur" batin jung won.
jung won masuk kedalam ruangannya dan di ikuti okeh rara kemudian rara menjatuhkan diri di kursi kerjanya dengan muka lesu
"ada apa denganmu? kau terlihat sangat lemah begitu? apa kau belum sarapan" tanya min ha
"tidak aku tidak apa-apa aku hanya merasa kecapean saja semalam aku tidak bisa tidur"
"kenapa kau tidak bisa tidur, apa yang sedang kau pikirkan? cerita padaku" min ha mendekatkan diri pada rara
"apa aku cerita saja pada min ha jika semalam aku terjaga merawat presdir karena dia demam? ah tidak tidak jika aku menceritakan padanya nanti dia malah berisik" batin rara
"heuh apa? aku tidak memikirkan apa-apa hanya saja badanku tidak enak saja"
"apa kau serius? aku kira kau sedang memikirkan seseorang" ucap min ha sebari menahan senyum
"ah sudahlah kembalilah ke mejamu kau mengganggu saja" ucap rara dengan nada kesal
kriiingg
"hallo apa bapa memerlukan sesuatu?"
"ya ke ruanganku sekarang"
"baiklah"
rara menuju ruangan jung won
Tok Tok Tok
"masuk"
rara berjalan mendekati jung won yang sedang duduk di meja kerjanya
"apa bapa memanggil saya? apa bapa memerlukan sesuatu?"
__ADS_1
"apa jadwal saya sekarang?"
"hari ini hanya ada jadwal meeting bersama klien pukul satu siang nanti sesudah makan siang"
"baiklah"
"apa bapa membutuhkan lagi sesuatu?"
"tidak, nanti malam apa kamu ada acara?"
"apa? tidak saya tidak ada acara apapun"
"baiklah nanti malam kita makan malam bersama, nanti aku akan menjemputmu"
"emmm baiklah" ucap rara bingung
rara kembali ke meja kerja dan mencoba mencerna omongan jung won tadi
"kenapa dia mengajakku makan malam dengannya?" batin rara
"hey nona kim apa yang sedang kau pikirkan apa pikiranmu sungguh buruk? apa presdir itu mengajakmu berkencan? atau dia langsung mengajakmu menikah sampai-sampai kau keluar dari ruangannya dengan ekspresi seperti itu?" ucap min ha menggodanya
"apa kau bilang, apa mukaku terlihat kusut?"
"nona kim sayang orang akan memikirkan hal yang sama denganku jika mereka melihat kau keluar dari ruangan itu dengan raut muka seperti itu"
"apa benar seperti itu?"
"aku tidak pernah salah kim sayang, apa kau tau karyawan lain sedang bergosip tentang kau dan presdir karena mereka melihat kau dan dia pergi ke kantor bersama, mereka pikir kau dan presdir sudah melewati malam bersama" ucao min ha tertawa
"apa kau bilang? apa mereka berbicara seperti itu?"
"ya tentu aku mendenngarnya sendiri"
"oh tuhan kenapa aku bodoh sekali"
__ADS_1
"sudahlah jangan si pikirkan, setidaknya kau si gosipkan dengan CEO dan tentunya dia tampan hanya saja dia dingin" ucap min ha tertawa puas dan pergi menuju meja kerjanya lagi