
setelah rara dan bara nonton konser musik itu rara dia buat terkejut dengan sifat asli dari bara, di pikiran dia bara itu laki-laki baik yang lembut romantis bukan hanya tampan, dia kaget bukan kepalang saat di ajak ke tempat konser musik yang di pikirannya musik romantis yang mendayu dayu enak di denger namun ternyata rara salah, musik yang dimana menurut rara tidak ada enak enaknya buat di denger di tambah lagi pakaian yang di pake semua orang yang hadir di acara itu berantakan dengan minuman alkohol yang mereka bawa membuat rara diam tidak bisa bisa bicara sepatah katapun, bara yang melihatnya sedari tadi hanya senyum tipis dan memegang tangannya kemudian bertanya
"kamu kenapa? apa mau minum?" tanya bara
"hah tidak" ucap rara yang tersadar yang sedari tadi sibuk melihat orang orang yang lalu lalang dengan keadaan yang hampir sama semua mungkin hanya dia dan bara yang berpenampilan cukup rapih
tangan rara masih di pegangi bara mereka berjalan menuju segerombolan laki laki dan wanita yang penampilannya ga ancur ancur amat sih tapi tetep saja rara kaget, lalu bara melepaskan tangan yang tadinya memegang tangan rara, dia memberi salam ala ala anak muda pada laki laki yang ada di gerombolan itu, rara yang masih bingung harus bagaimana apa yang harus dia lakuin seketika melihat teman bara mengeluarkan lintigan kurus dari dalam tempat rokoknya, rara yang melihat jelas itu bukan rokok melainkan "mariyuana" yang mereka bilang sekilas yang rara dengar.
bara "mau minum" tanya dia lagi
rara hanya diam tanpa menjawab apa apa, dan tidak lama kemudian datang teman bara dengan membawa minuman botol dingin rasa apel langsung dia kasih ke bara dan bara kasih ke rara, rara masih tetep diam tanpa respon apapun bagaimana tidak dia terlalu takut berada di lingkungan seperti itu untuk saat ini bahkan rasanya ingin sekali kabur dari tempat seperti ini, bara yang melihat rara hanya terdiam dari tadi menoleh dan kemudian bertanya
"kenapa tidak di minum? sini aku bukain" bara merebut botol minuman yang sedari tadi hanya di pegang oleh rara
"ini minumlah" ucap bara rara hanya mengangguk tidak bicara sepatah katapun
rara terus melihat sekitar dan sesekali dia melihat bara yang tadinya asik mengobrol bersama temannya dan yang kini mulai menghisap lintingan lintingan ramping tersebut yang membuat rara kaget sekaget kagetnya bara laki laki yang iya sukai yang tanpa pikir panjang dia tidak memikirkan bagaimana perasaan caca sahabatnya jika dia tau apa yang rara perbuat ternyata berbanding terbalik dengan sikap dia yang menurut rara lembut, astaga tuhan kenapa bisa aku menyukai laki laki seperti ini dalam hati rara
dan sepulangnya rara dari tempat menakutkan itu dengan hati tidak karuan bercampur aduk antara cinta dan benci pada bara, selepas hari itu rara tidak menjawab pesan yang selalu bara kirimkan untuknya rara terlalu takut untuk itu setiap ingin menjawab pesan bara rara salalu ingat hari menkutkan itu lagi dan sifat bara yang menurutnya menyeramkan.
__ADS_1
setelah seminggu bara tidak lagi mengirimi rara pesan lagi, jauh di hati kecil rara dia masih berharap pada bara dia masih mencintai bara, sampai hati dimana dia melihat sosial media alangkah terkejutnya rara mengetahui jika bara sudah berhubungan dengan wanita lain yang tak lain adik kelas rara di sekolah
"dasar brengsek laki laki brengsek" ucap rara sambil kembali menangis melihat kedekatan mereka berdua yang jelas dalam sebuah foto dengan komentar layaknya orang yang sedang jatuh cinta
"setelah loe ngasih harepan dan kita udah hampir mau jadian gue kaget ngeliat sifat loe yang senakal itu untuk ukuran anak SMA, gue sengaja diemin loe dari pas hari itu supaya loe mikir gue takut kalo sifat loe masih kaya gitu, dengan berharap loe bisa berubah dan ternyata gue salah, dasar brengsek" ucap rara yang mulai menangis
belum berhenti menangis tiba tiba hp rara berbunyi tanda ada pesan whatsapp masuk dan ternyata itu pesan dari sahabatnya caca rara mulai membuka isi pesannya
"ra loe jalan sama bara? kenapa ga ngomong sama gue? tega banget ya loe ra sama gue" rara yang membaca pesan itu malah manangis sejadi jadinya sampe mata dia sembab dan kemudian tertidur
besok paginya rara tidak masuk sekolah karena dia ngerasa pusing dan lagi dia belum siap buat ketemu sama caca dan jelasin semuanya padahal sekarang rara siswi tingkat akhir di SMA yang sebentar lagi menghadapi ujian nasional dan jadwal yang padat
"Tok" "Tok" "Tok"
rara yang kaget akan kedatangan mereka terlebih lagi caca dia harus bagaimana, perlahan rara membuka pintu dan mereka berdua masuk, dengan kagetnya karin melihat mata caca yang sudah seperti di sengat lebah itu bertanya
"ra kenapa mata loe bengkak gitu" ucap karin caca hanya terdiam meski dalam hatinya dia sudah memaafkan rara tapi dia masih kesal sedikit saja pada rara
"gu...gu...gue..gue" ucap rara gugup
__ADS_1
"gu..gu..gue mau minta maaf sama kalian terutama sama loe ca gue udah tega nyakitin loe maafin gue ca" rara memeluk caca sambil nangis, awalnya caca tidak membalas pelukan rara lama lama caca mengusap pungung sahabatnya itu
"udahlah ra gue udah maafin loe ko dan gue juga ga sakit hati cuma gue masih sedikit kesel sama loe kenapa bisa bisanya loe deket sama si brengsek itu" ucap caca lembut
"kalian udah tau semuanya?" ucap rara sambil melepaskan pelukannya dari caca, karin dan caca cuma mengangguk seketika mereka berpelukan
hari-hari rara lewati tanpa mengingat bara lagi dan tibalah dimana acara wisuda, rara yang berdandan cantik dengan kebaya warna peach dan dengan bentuk tubuh yang sempurna terlihat mencolok dari semua orang, ia memang berniat tampil cantik saat wisuda hanya untuk balas dendam dengan bara dan benar saja dua pasang mata tidak lepas menatap rara dari jauh dia seakan menyesal dengan perbuatan dia dulu. bara mulai berjalan menuju rara yang kala itu berdiri sendiri menunggu sahabatnya datang
"ra" sapa bara
"kenapa ada masalah?" ucap rara ketus
"ra aku mau minta maaf sama kamu atas kejadian dulu aku udah ngecewain kamu, mau kan maafin aku?" tanya bara
"emang kamu salah apa sama aku? aku udah lupa tuh?" ucap rara dengan nada ketus
"ra maafin aku sekali lagi, apa bisa kita ketemu seudah acara ada yang mau aku omongin" ucap bara dengan tatapan penuh harapan
"aku gabisa aku ada acara sama caca sama karin lain kali aja ya itu juga kalo kita ketemu lagi di lain waktu" ucap rara
__ADS_1
"tapi ra sebentar aja hanya sebentar"
"maaf ya bara aku mau cari karin lain waktu aja ya, oh iya semoga sukses ya di luar sana nanti" rara meninggalkan bara dengan tatapan sedihnya dalam hati rara merasa puas dengan menolak bara sepeti itu