Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 19


__ADS_3

Jam pulang kantorpun tiba rara sengaja memperlambat kerjanya agar dia bisa pulang dengan keadaan kantor yang sepi tidak ada seorangpun yang akan melihatnya dan membicarakannya.


"kim ini sudah waktunya pulang kenapa kau masih berkutat dengan laporan itu? ucao min ha


"kau duluan saja aku belum beres mengerjakan ini, aku akan membereskannya hari ini dan sepertinya akan telat pulang"


"ya baiklah kalo begitu aku duluan ya"


"ya baiklah hati-hati"


min ha pergi meninggalkan rara di meja kerjanya du ruangan jung won, jung won memperhatikan rara saat dia akan membuka pintu


"kenapa dia belum pulang? apa yang sedang dia kerjakan? aku harus menunggunya sampai dia selesai mengerjakan pekerjaannya" ucap jung won sambil memperhatikan rara yang berada di luar di meja kerjanya. cukup lama jung won menunggu rara kemudian


"huh akhirnya selesai juga padahal aku bisa saja membereskan semua itu tadi, tapi aku tidak ingin pulang pas jam kerja karena masih banyak orang di luar pasti mereka akan kembali menggosipkanku dan memperhatikanku, aku sangat muak" ucap rara sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya


"apa dia sengaja pulang telat seperti ini karena demi menghindari orang-orang" ucap jung won dan kemudian dia keluar dari ruangannya.


rara melihat jung won sangat kaget karena dia mengira jung won sudah pulang sedaru tadi


"pre...pre..presdir anda masih disini? aku kira anda sudah pulang sedari tadi" rara dengan gugupnya bangkit dari temoat duduk dan memberi hormat pada jung won


"aku belum pulang, apa yang kau lakukan kenapa belum pulang?"


"saya menerjakan laporan untuk bahan meeting presdir di jepang nanti karena waktu tinggal 1 hari lagi"


"oh begitu, apa sudah selesai?"


"ya saya sudah menyelsaikannya nanti saya akan memperlihatkan pada anda"


"ya baiklah besok saja simpan di mejaku, sekarang kita pulang dulu, aku akan mengantarmu"


"ah tidak tidak terima kasih aku akan pulang sendiri"

__ADS_1


"kenapa menolak"


"bukan maksud saya menolak tapi saya tidak mau menjadi omongan orang lagi jika saya pulang bersama presdir"


"tidak akan ada yang melihat karena hari sudah sangat sore sekali"


"tidak presdir saya akan pulang sendiri saja"


rara membalikan tubuhnya dan merapihkan tas dan mengambil mantelnya karena di luar sangat dingin dia sangat terburu buru, jung won hanya memperhatikan rara.


rara pun bergeges berjalan melewati jung won dan terasa tangannya di tahan oleh jung won seketika rara berlik melihat jung won


"kenapa ada apa denganmu?" ucap jung won dengan nada menekan


"maaf pres" belum selsai rara bicara tangannya di tarik oleh jung won dan berjalan menuju lift


Ting


pintu lift terbuka merekapun masuk, rara masih diam terpaku karena sikap jung won.


"pa saya mohon jangan seperti ini, nanti jika ada yang melihat entah apa yang akan mereka pikirkan"


"diamlah siapa yang berani bicara macam-macam padamu dia harus menghadap padaku"


"tapi presdir"


Ting


pintu lift terbuka dan mereka berjalan keluar dengan tangan rara masih di pegang oleh jung won


"masuklah aku akan mengantarmu"


"tapi presdir"

__ADS_1


jung won hanya menatap rara dengan tatapan dinginnya


"masuklah sebelum kau membeku berdiri disana" ucap jung won yang berjalan menuju pintu pengemudi


"baiklah" dengan sangat terpaksa rara menerima ajakan jung won dia masuk kedalam mobil karena cuaca di luar sudah sangat dingin sekali.


mobilpun berjalan menuju apartemen rara di dalam mobil yang semula tidak ada pembicaraan apapun


"apa yang mereka ucapkan padamu?" tiba tiba jung won berbicara dan mengagetkan rara


"maksud presdir?"


"apa yang karyawan lain katakan padamu? apa itu menyakitkan?"


"tidak presdir mereka hanya curiga kuta memiliki hubungan" ucap rara padahal yang mereka katakan menyakiti hati rara


"apa kau tidak berbohong?"


"ya tentu mereka hanya curiga saja pada hubungan kita, padahal jelas-jelas memang tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas kerjaan saja" ucap rara sambil melempar senyum palsunya.


jung wom yang sudah mengetahui semuanya apa yang di bicarakan oleh karyawan karyawan di kantor itu dan lagi ucapan wanita yang ada di toilet itu jung won sudah mengetahuinya tapi dia tidak berbicara dia hanya ingin rara yang berbicara padanya tapi rara tidak sedikitpun berkata jelek tentang mereka


"dia bahkan bukan hanya cantik dia juga sangat baik, bisa-bisanya mereka berbicara bahwa kim menggodaku" batin jung won


tanpa terasa mereka sudah sampai di apartemen rara


"terimakasih presdir sudah mengantar saya pulang" ucap rara dengan membungkukan kepalanya, rarapun membuka kunci mobil dan hendak keluar tapi jung won menahannya dia bilang


"nanti aku akan menjemputmu untuk makan malam bersiap siaplah"


rara yang sepertinya lupa akan janjinya itu hanya bisa mengatakan ya dengan nada ragu.


setelah mobil jung won meninggalkan apartemen rara, rarapun berjalan menuju apartemennya seperti tidak bersemangat dia berjalan menuju lift

__ADS_1


"ya tuhan apalagi ini setelah sekian banyak omongan yang tidak baik tentangku sekarang dia mengajakku makan malam, bagaimana jika ada orang yang melihat besok mereka akan memanggilku apalagi selain wanita penggoda" batin rara dan menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya


__ADS_2