
mereka berjalan keluar dari apartemen menuju lift.
di dalam lift jung won memegang tangan rara erat di kala dua orang pria masuk dan menatap rara kagum dan nakal
"apa kau lihat wanita itu dia begitu cantik, andai dia menjadi kekasihku, tapi kurasa pacarnya terlihat galak kau lihat saja tampangnya" bisik pria itu di belakang rara dan jung won, jung won yang mendengar samar-samar suara pria itu kemudian memasang muka kesalnya dan memegang tangan rara lebih kuat
"ada apa dengannya kenapa dia memegang tanganku sekuat ini? aku bahkan sedikit kesakitan" batin rara
kemudian pintu lift terbuka dan mereka melangkah keluar menuju mobil yang sudah menunggu mereka, jung won membukakan pintu untuk rara dan menyuruhnya masuk dengan muka dinginnya rara yang bingung akan sikap jung won menurut saja.
"ada apa dengannya kenapa dia kembali ke semula dengan tatapan tajam dan dingin seperti itu" ucap rara dalam mobil yang melihat jung won berjalan di luar mobil menuju tempat duduk di sebelahnya
jung won kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah rara dan mobilpun melaju menuju tempat meeting
"ada apa denganmu kenapa kau kelihatan begitu kesal?" ucap rata yang memajukan badannya kedepan dan melihat ke arah jung won
"hey bicaralah" rara kemudian memegang tangan jung won yang membuat jung won berbalik melihat ke arah rara
"aku tidak suka melihat pria memandangmu seperti itu" rara bingung dengan ucapan jung won
"pria? pria yang mana bukankah dari tadi aku hanya bersamamu saja?"
"apa kau lihat dua pria yang di dalam lift tadi? mereka memandangimu seperti itu bahkan tidak berkedip dan menganggap aku tidak ada di sebelahmu" ucap jung won kesal
"hey sudahlah aku bahkan tidak melihat mereka aku hanya diam di sebelahmu tanpa merespon" ucap rara memegang kedua pipi jung won
"rasanya aku ingin mencolok kedua matanya itu yang sudah melihat istriku seperti itu"
"istri bahkan menikah juga belum" ucap rara kemudian melepas peganggannya
"sebentar lagi kita akan menikah" ucap jung won yang langsung mencium tangan rara
"hey aku tidak mau terburu-buru tentang masalah itu"
"ya sudah baiklah aku akan menunggumu sampai kau siap" ucap jung won melihat ke arah rara kemudian mencium tangan rata kembali rara hanya tersenyuk mendengar ucapan jung won
__ADS_1
tidak lama mobil berhenti di sebuah hotel kemudian rara dan jung won turun dari mobil di ikuti kwon dan asisten lainnya
"tuan sepertinya tuan ayimato sudah menunggu anda, dan nyonya besar berpesan pada saya untuk mempercepat meeting malam ini" ucap kwon di sebelah jung won
"ibu, sesayang itu kah kau pada kimberly ku" ucap jung won pelan yang kemudian tersenyum
jung won, rara, kwon dan yang lainnya berjalan menuju ruangan yang di tunjukan oleh pelayan hotel dan merekapun memasuki ruangan meeting tersebut seperti biasa semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut menyambut mereka tidak lupa mereka memuji kecantikan rara yang cukup membuat jung won takut kehilangan rara. tidak lama meetingpun selesai dan mereka sepakat bekerja sama dalam urusan bisnis, jung won pamit meninggalkan tempat meeting karena harus menghadiri jamuan makan malam yang di hadiri beberapa rekan bisnisnya.
di dalam mobil jung won kembali menampilkan ekspresi dinginnya
"ada apalagi denganmu?" ucap rara oada jung won
"apa kau bisa berjanji padaku?"
"janji? janji apa?"
"berjanjilah jika kau tidak akan meninggalkanku dalam keadaan apapun"
"kenapa tiba-tiba kau berbicara seperti itu?"
"apa yang kau katakan aku tidak akan berbuat seperti itu"
"benarkah apa sekarang kau mulai menerimaku?"
"ya tentu"
jung won yang mendengar perkataan rata kemudian mengelus lembut pipi rata dan mencium tangan rara
"kau sudah berjanji padaku dan jangan pernah melupakannya"
"iya aku berjanji padamu" ucap rara
mobil yang mereka tumpangi melaju ke arah hotel yang menggelar acara makan malam itu, tidak lama mereka sampai di hotel dan kemudian turun. jung won memegang tangan rara dengan tersenyum ke arahnya rarapun membalas senyuman itu
mereka berjalan menuju ruangan yang sedang menggelar makan malam itu dan pelayan hotel membukakan pintu untuk mereka.
__ADS_1
ada salah satu orang yang memanggil jung won
"jung won? apa kau jung won?" pria itu melihat ke arah jung won untuk memastikannya
"aah ya benar itu benar kau, apa kabar hyeong lama tidak bertemu?"
"hey danile lama tidak bertemu denganmu, kabarku baik bagaimana denganmu" ucap jung won tersenyum
"aku juga baik hyeong, siapa wanita ini?"
"ahh ya dia adalah kekasihku kami akan segera menikah"
"apa benar dia kekasihmu? pantas saja dia terlihat begitu cantik" puji danile dengan senyuman manisnya
"namaku danile, teman semasa kuliah hyeong dan sekarang kita menjadi rekan bisnis" ucap pria itu menjulurkan tangannya, rarapun menjabat tangan pria itu
"hallo namaku kimberly senang bertemu denganmu" ucap rara ramah
"kau begitu cantik, pantas saja membuat hyeongku ini menyukaimu" ucap danile
"hey sudahlah lepaskan tanganmu darinya"
"astaga maafkan aku, aku terlalu terkesima oleh kecantikannya" ucap danile tertawa kecil
"kau ini, jangan mencari gara-gara denganku ya"
"baik hyeong maafkan aku aku tidak sengaja"
"baiklah kali ini aku maafkan lain kali jika seperti itu lagi aku akan menghajarmu"
"emmm baiklah aku tidak akan macam-macam" danile pun kabur meninggalkan mereka berdua
"kau kenapa bersikap seperti itu padanya?"
"aku hanya tidak ingin pria lain mengganggumu meskipun dia adalah temanku, karena teman adalah musuh yang akan sangat hebat ketika menyerang" ucap jung won dengan tatapan tajamnya kemudian menarik tangan rara untik berjalan bersamanya lagi.
__ADS_1
kemudian jung won dan rara pun berjalan menemui beberapa rekan bisnis lainnya