
Pagipun tiba rara yang terbangun dan mencoba untuk bangkit
"aaaaaaahh rasanya semalam aku tertidur nyenyak sekali" dia menguap dan merentangkan tangannya ke atas
"sebaiknya aku membersihkan diri dulu" rara berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri dia mungkin lupa bahwa jung won tertidur di sofa rumahnya.
sesudah dia beres dan keluar dari kamar mandi dia mulai berganti baju dan berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan dia kemudian ingat jika jung won tidur di sofa
"astaga mengapa aku bisa lupa jika presdri tertidur di sofa" dia berlari kecil menuju sofa tempat jung won tidur
"ya tuhan maafkan aku presdir, dia harus tertidur dengan kaki sedikit tenjuntai ke lantai" kemudian rara menghampirinya dan mengelimuti jung won tiba-tiba saja badan rara di tarik jung won dan rara terjatuh di dada bidang jung won dengan posisi bibir menempel pada bibir jung won
rara kaget dengan apa yang terjadi, jung won mencium bibir rara, rara mencoba bangkut dari pangkuan jung won dengan tangan menahan dada jung won. jung won yang sadar akan perlakuan rara tersenyum dengan membuka matanya
"ap..ap..apa presdir sudah terbangun? kenapa tiba-tiba" ucap rara gugup
"morning kiss sayang" ucap jung won yang mencoba bangkit dari tidurnya dan kemudian mendekatkan diri pada rara
"apa kau mau melakukannya lagi?"
rara langsung berdiri dengan ekspresi gugupnya dan berlari kecil menuju dapur, jung won yang menatap rara berlari menuju dapur hanya bisa tersenyum kemudian dia berdiri mencoba mengikuti rara
"ada apa dengannya kenapa dia terus saja menciumku" batin rara dengan detak jantung yang sangat cepat
tidak lama jung won sudah berada di belakang rara dan kemudian melingkarkan tangannya di pinggang rara dan memposisikan kepalanya di bahu rara
"kenapa kau berlari? aku kau sangat gugup?" tanyanya di dekat telinga rara
"kau sangat cantik aku bahkan ingin terus memelukmu" ucap jung won yang mempererat pelukannya di perut rara
kemudian rara membalikan tubuhnya menghadap pada jung won
"ma..maaf presdir sebaiknya anda membersihkan diri saya akan membuat sarapan untuk anda"
__ADS_1
jung won hanya tersenyum menatap rara kemudian mengusap pipi rara
"aku sangat mencintaimu, jangan menghindar ataupun mencoba pergi dariku aku tidak akan pernah melepaskanmu"
rara hanya terdiam mematung dengan ekspresi tegangnya menatap jung won
"aku akan membersihkan diriku"
cupp
jung won mencium pucuk kepala rara
jung won pun melepaskan pelukannya dan berlajan menuju kamar rara untuk membersihkan dirinya.
rara yang masih dengan posisi yang sama hanya menatap jung won yang berjalan menuju kamarnya, tubuhnya terasa kaku untuk bergerak dengan debaran jantung yang sangat cepat
"ya tuhan ada apa denganku kenapa jantungku selalu berdebar ketika berbuat seperti itu" batin rara kemudian dia duduk lemas di kursi makan
dan rara mencoba bangkit dari duduknya dan membuat sarapan untuk mereka
rara membuat sandwich untuk dia dan jung won dan 2 gelas susu hangat
"kenapa dia lama sekali, nanti makanannya keburu dingin" dengan mencoba berjalan menuju kamarnya
Tok Tok Tok
"presdir apa anda sudah beres, ayo sarapan sudah siap nanti keburu dingin" ucap rara dengan menempelkan telinganya pada pintu kamarnya
"kenapa dia tidak menjawab? apa aku buka saja ya"
rara pun membuka pintu kamarnya dia tidak melihat jung won
"dimana dia apa dia belum keluar dari kamar mandi?"
__ADS_1
tiba-tiba tangan rara di tarik jung won dari belakang yang langsung menempel pada tubuhnya, jung won memeluk rara dengan memakai kimono mandinya rara menghirup wangi sabun mandinya dari dada bidang jung won tanpa sadar dia terhanyut dalam pelukan jung won
"apa kau mencariku?" yang kemudian menyadarkan rara dan langsung melepaskan pelukan jung won
jung won tersenyum manis padanya
"sa..sa..sarapan sudah siap saya akan menunggumu di luar" ucap rara berjalan cepat keluar dari kamarnya dan kemudian duduk di kursi makan mencoba mengatur nafasnya
"oh tuhan tolong aku" ucapnya
tidak lama jung won keluar dengan pakaian rapihnya dan berjalan menuju rara kemudian duduk di depan rara.
rarapun menyodorkan susu hangat dan sandwich pada jung won dengan senyum pada jung won
"silahkan, makanlah" ucap rara
jung won menatap rara dan tersenyum kemudian mengambil tangan rara dan menciumnya
"saranghae" ucapnya pada rara yang kemudian membuat rara jadi kikuk di buatnya
merekapun sarapan bersama dam menghabiskannya kemudian dia merapihkan lagi tempat makannya si bantu okeh jung won
"tidak tidak presdir biar saya saja"
"aku akan membantumu"
"tidak biar aku saja yang merapihkannya sebentar lagi kita berangkat ke kantor ini sudah siang"
jung won mendekatkan wajahnya pada rara yang membuat rara kaget
"apa kau lupa sayang ini hari libur, dan kita akan berangkat ke jepang siang ini"
"ooo..oohh ya saya lupa" jung won tersenyum melihat gelagat rara kemudian berdiri dan membantu merapikan meja makan rara yang masih dalam posisi yang sama tidak bergerak hanya bisa melihat jung won, berusaha membalikan badannya untuk mencuci miring kotor yang ada di tangannya, dengan sedikit gemetar yang menimbulkan bunyi piringbyang saling bergesekan akibat getaran tangan rara
__ADS_1