Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
S2


__ADS_3

Bram yang melihat mereka langsung duduk di bangku yang berada di ruangan tersebut, dan berkata


" Tapi sebelum aku katakan,apa yang sedang kalian semua bicarakan, bahkan mereka juga ada," tanya Bram dengan heran,


Bagaimana tidak, karena dia melihat begitu banyak orang yang berada di dalam ruangan tersebut, bahkan dengan asisten mereka masing-masing,


" kami sedang merencanakan untuk memberikan pelajaran kepada mereka yang sudah berani bermain main dengan kami," ucap Saga


" maksudnya," tanya Bram heran


" kau mengenal mereka," ucap Saga sembari memberikan kode kepada Tommy,


Tommy langsung mengangguk dan memberikan laptopnya kepada Bram,

__ADS_1


Bram mengambil laptop tersebut dan langsung membukanya, dan dia langsung terkejut begitu melihat wajah orang-orang yang berada di dalam layar laptop tersebut,


" bukankah mereka......? ucapan Bram terhenti saat melihat anggukan kepala dari mereka, kemudian dia kembali melanjutkan


" tapi, bagaimana bisa," lanjutnya


" kami juga sedang mengusut kasus ini, tapi besar kemungkinan karena kerja sama yang tengah kita lakukan saat ini," ucap Saga, Bram langsung mengangguk dan kembali melihat kearah layar laptop,


lalu dia melihat kearah mereka yang tengah serius membahas tentang rencana tersebut, mereka mengadakan pertemuan tersebut hingga malam hampir berganti pagi, dan mereka memutuskan untuk kembali ke mansion mereka, sebelum memasuki mobil, saga mengatakan kepada mereka untuk tidak masuk kantor hari ini, dan mereka harus istirahat, tentu hal tersebut langsung disanggupi oleh mereka,


Setelah sampai di mansion, saga langsung berjalan menuju kamarnya, begitu dia masuk ke dalam kamar, dia melihat kearah Stella yang tengah tertidur pulas dengan memeluk guling nya,


dia langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah lima belas menit, dia keluar dari kamar mandi dan langsung menuju tempat tidur untuk bergabung dengan istrinya itu,

__ADS_1


sebelum menutup matanya, dia kembali melihat kearah Stella, saga tersenyum kecil dan mengingat sesuatu,


" *ma, lihatlah, aku sudah menepati janjiku kepada mama,aku sudah menemukannya dan aku juga sudah menjaganya, bahkan dia sekarang sudah menjadi istriku,ma, aku sangat mencintai putrimu ini, tolong doakan kami dari surga, minta kepada Tuhan, untuk selalu melindungi dan menjaga keluarga kami, aku tidak akan bisa bila jauh dari nya,


" ma, pa , terimakasih, karena kalian bersedia untuk mengurus dan membesarkan aku, bahkan kalian mempercayakan putri kalian ini kepada ku , aku akan berusaha untuk terus membahagiakan dia, mama , papa , tolong berkati pernikahan kami berdua, amin*," ucap Saga dalam hati, lalu dia langsung menarik Stella untuk masuk kedalam pelukannya, karena jam sudah menunjukkan pukul setengah empat pagi,


pagi hari nya saat saga membuka matanya, dirinya tidak menemukan keberadaan sang istri disampingnya, dia pun memutuskan untuk kekamar mandi untuk membersihkan diri,


setelah beberapa menit, saga keluar dengan keadaan segar, dia langsung keluar kamar dan menuju ruang keluarga, saat sampai dirinya mendapati istri dan anak-anaknya tengah bermain bersama, saga langsung menghampiri mereka,


namun belum sempat dirinya sampai di dekat istri dan anak-anaknya, dia langsung menghentikan langkah kakinya karena namanya dipanggil seseorang,


" Saga," saga langsung berhenti dan melihat ke arah suara tersebut, begitu juga dengan Stella, dan jangan lupa dengan keempat adiknya yang baru saja datang ...

__ADS_1


__ADS_2