Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 44


__ADS_3

"yoona, wanita cantik namun tidak dengan hatinya" ucap nyonya park menatap rara.


rara yang masih menatap ke arah nyonya park dengan wajah penasaran dan serius


"aku rasa kau harus tau" ucap nyonya park memegang tangan rara


"jung won memiliki 3 sahabat dekat, luna, yoona, dan woo bin dari kecil mereka sangat dekat sekali, tapi jung won menyukai yoona dari semenjak mereka menginjak sekolah dasar bahkan dia pernah berkata padaku kalau dia akan melindungi yoona dan saat dewasa nanti akan menikahinya, aku pikir itu hanyalah omongan bocah yang tidak dapat di pegang, tapi aku lihat jung won bersungguh-sungguh melindungi yoona sampai akhirnya mereka menginjak sekolah menengah atas, jung won mengungkapkan perasaannya pada yoona dan yoona menerimanya mereka menjalin hubungan dari semenjak itu sampai menginjak bangku kuliah, yoona adalah anak yatim piatu karena dia kehilangan orang tuanya semenjak sekolah dasar dia menjadi dekat dengan keluargaku, kami menyayanginya seperti anak kami sendiri jung won pun sangat mencintainya tapi tidak halnya dengan yoona, di depan jung won dan kami yoona gadis lembut dan lugu tapi di belakang ternyata dia gadis licik, dia memanfaatkan kebaikanku dan ayah jung won untuk bersenang senang dan menikmati hidup mewah, jung won yang mengetahui lebih dulu akan perbuatan yoona dia menutup rapat kebenaran itu dariku dan ayahnya karena dia begitu mencintai yoona sampai akhirnya jung won tau fakta jika woo bin dan yoona menjalin hubungan selama yoona bersama dengan jung won mereka memanfaatkan kebaikan jung won hanya untuk keuntungan mereka sendiri, dan akhirnya yoona mengandung anak dari woo bin jung won yang mengetahui hal itu hatinya hancur, wanita yang selama ini dia lindungi dan dia cintai dengan tulus mengkhianatinya bahkan menghancurkannya seperti itu, aku yang melihat jung won seperti itu merasa khawatir, sampai akhirnya dia meminta izinku dan ayahnya untuk pergi ke amerika melanjutkan kuliah dan melupakan yoona, sepulangnya dari amerika sikap jung won berubah dari yang tadinya hangat menjadi dingin tanpa ekspresi dia seperti menyimpan lukanya dan tidak mampu untuk melupakannya" ucap nyonya park yang memudian menatap rara


"setelah itu jung won bertemu denganmu di acara pesta topeng itu sebagai perayaan hari jadi perusahaan, dia begitu terlihat senang hari itu namun setelah pesta selesai dia tidak menemukanmu yang membuat sikap dia kembali, setelah hampir dua tahun mencari keberadaanmu dan hampir menyerah, bahkan ayahnya meminta jung won untuk lebih mengenal luna sahabatnya itu yang juga menyukai jung won tapi jung won menolak karena dia yakin bisa menemukanmu, dan akhirnya dia menemukanmu bekerja sebagai sekertaris di salah satu kantor cabang yang ada di jakarta, jung won menceritakan padaku saat dia melihatmu disana terlihat antusias dan sangat senang, dia bahkan meminta ayahnya untuk memindahkanmu agar lebih dekat dengannya, setelah kau pindah dia takut untuk mengatakan kalau dia sudah menunggumu lama dan menyukaimu, dia terlalu takut jika kau mendengarnya maka kau akan pergi menjauh darinya tapi aku terus saja mendukungnya untuk mengungkapkan perasaannya padamu namun dia terlalu kaku dan serius hingga membuatnya susah untuk mengatakan itu, dulu aku pun diam-diam mengamati gerak gerikmu karena aku takut kau menyakiti jung won seperti yoona, tapi ternyata kau baik aku bisa pastikan itu" nyonya park tersenyum pada rara


"aku berterimakasih padamu berkat kau senyum jung won yang dulu hilang sekarang mulai kembali sikap dia yang dingin sudah kembali hangat, dia begitu mencintaimu dan aku berharap kau bisa menjaganya dan menghilangkan luka yang dia alami" rara yang mendengar semua itu hanya duduk terdiam seakan tidak percaya dengan kebenaran itu


"nyonya sudah selesai, mari saya antar untuk membersihkannya" ucap salah satu pelayan yang menyadarkan rara dari lamunannya


"ya baiklah terimakasih" nyonya park kemudian bangkit dan mengikuti pelayan itu rara pun sama pergi untuk membersihkan dirinya


"apa benar seperti itu? sekarang aku tau kenapa sikapnya bisa sedingin itu, karena dia menyimpan luka yang teramat sangat, aku merasa aku harus membuat jung won melupakan semuanya dan membuat dia kembali memulai hidupnya tanpa mengingat semua itu" batin rara


sesudah selesai mereka dari salon mereka pulang menuju apartemen dengan membawa bahan makanan untuk mereka masak nanti.


sesampainya di apartemen rara dan nyonya park masuk di antar oleh pengawal yang membawa banyak tas belanjaan

__ADS_1


"ibu pulang" ucap nyonya park yang membuat jung won dan ayahnya melirik ke arahnya


"ibu, ibu dari mana saja kenapa pulang selarut ini, kim kan harus istirahat bu bagaimana jika dia sakit karena kelelahan?"


"kim tidak merasa kelelahan bahkan dia terlihat senang bersamaku, bukan begitu sayang?" ucap nyonya park yang kemudian kelihat ke arah rara


"ya aku tidak merasa lelah" ucap rara tersenyum


"baiklah sekarang ibu akan membersihkan diri dulu kemudian menyiapkan makan malam, sayang kau juga sebaiknya membersihkan diri dulu kita akan memasak nanti untuk makan malam para pria kesepian itu" ucap nyonya park berbisik pada rara dan kemudian menahan tawanya


"baiklah aku akan pergi ke kamarku untuk membersihkan diri" rara berjalan menuju kamarnya tapi jung won mengikutinya tanpa rara sadari


"hey apa kau mengikutiku?"


"aku merindukanmu karena seharian kau tidak ada bersamaku" ucap jung won yang membenamkan kepalanya ke bahu rara


"aku akan pergi mandi apa kau akan terus seperti ini?"


"iya aku akan terus seperti ini dan mengikutimu mandi"


"sayang, jangan seperti ini aku akan mandi dan memasak untuk makan malam tidak ada waktu lagi" ucap rara memegang tangan jung won yang melingkar di perutnya

__ADS_1


"apa kau bilang sayang?"


rara tidak menyadari akan perkataannya dia terlihat malu atas perkataannya pada jung won


"kenapa mukamu merah seperti itu" goda jung won


"ah tidak aku hanya kepanasan saja, lepaskanlah aku akan mandi"


"aku tidak akan melepaskan pelukanku sebelum mendapat ciuman"


"hey apa kau bilang?"


"baiklah kalau tidak mau aku akan terus seperti ini" rara kemudian berbalik dan mencium pipi kanan dan kiri serta pucuk kepala jung won


"apa itu sudah cukup?" jung won menggelengkan kepalanya dan menujuk bibirnya pada rara, dan


cuppp


rara mencium bibir jung won, kemudian jung won tersenyum dan dia kembali melumat bibir rara dengan sangat lembut, rara kaget tapi tidak menolaknya tidak lama jung won melepaskan ciumannya


"baiklah sekarang kau boleh mandi" ucap jung won tersenyum pada rara dan meninggalkan rara yang masih mematung.

__ADS_1


__ADS_2