Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 21


__ADS_3

Terlihat pelayan menghampiri mereka


"selamat malam tuan mari saya antar" ucapnya yang begitu sopan dengan badan setengah membungkuk dan tangan mengarahkan jalan


"baiklah" ucap jung won yang tidak melepaskan pegangan dengan tangan rara


mereka berjalan menuju ruangan yang terlihat sepi tapi tidak menyembunyikan keindahan dan ke romantisan tempat itu


"mari, silahkan"


"baiklah terimakasih"


rara masih tertegun melihat keindahan tempat ini jung won yang baru melepaskan pegangan tangannya dengan rara membuka kursi untuk rara


"duduklah"


"terimakasih"


jung won hanya tersenyum melihat gadis cantik yang berada si sebelahnya itu dan kemudian dia berjalan menuju kursinya yang berapa tepat di hadapan rara


"kenapa tempat ini indah sekali, tapi tidak ada orang disini cuma ada kita berdua?" ucap rara dengan melihat lihat sekitarnya


"iya aku memilih tempat yang sepi dari pengunjung karena aku tau kamu terganggu jika ada orang selain kita"


"tapikan presdir tidak harus seperti ini juga"


"aku hanya ingin membuatmu nyaman jika bersamaku"


rara merasa malu dengan ucapan jung won dan merasa wajahnya terasa panas


tidak lama pelayan datang dengan makanan yang sudah di pesan jung won sebelumnya


"silahkan,selamat menikmati" ucap pelayan itu dan berlalu pergi


"terimakasih" ucap rara


"apa presdir sudah menyiapkan ini semua sebelumnya?"


"ya aku menyiapkannya, sekarang makanlah jangan terlalu banyak bertanya"

__ADS_1


"baiklah" ucap rara polos


kemudian mereka makan bersama selama makan tidak ada pembicaraan mereka hanya diam saling menatap dalam diam


"ada apa dengannya kenapa tiba-tiba saja dia mengajakku makan malam seromantis ini?" batin rara yang kemudian menatap jung won sadar akan rara yang sedang melihatnya jung won pun dengan sengaja membalas tatapan rara itu kemudian rara kaget dan menundukan lagi kepalanya pura-pura fokus pada makanan, jung won yang melihat gerak gerik rara hanya tersenyum.


sudah beres mereka menghabiskan makanannya tiba-tiba rara memulai pembicaraan


"apa saya boleh bertanya?"


"ya tentu silahkan" ucap jung won santai


"apa selama ini anda yang menyuruh tuan kwon berlaku seperti itu padaku?"


pertanyaan rara seketika membuat jung won merasa kaget


"apa kau mengetahuinya?"


"tidak saya hanya bertanya saja, tapi apa benar seperti itu? dan bolehkan saya tau kenpa ada foto saya di laci anda pada saat saya akan membawakan obat untuk anda?"


"sepertinya aku harus menberitahumu sekarang, baiklah" ucap jung won yang membenarkan posisi duduknya


"jadi memang aku yang menyuruh kwon berlaku seperti itu padamu, aku menyuruhnya menyiapkan apartemen yang nyaman untukmu karena aku dengar kamu akan pindah ke kantor pusat, aku juga yang meminta kwon mengantar jemputmu ke kantor, aku juga yang selalu mengantarkan makanan itu ke rumahmu"


"tidak aku tidak membohongimu sungguh"


"lantas apa alasannya ini semua?"


seketika jung won bangkit dari tempat duduknya menghampiri rara dan kemudian berlutut di kaki rara


"presdir apa yang sedang kau lakukan? jangan seperti ini tidak enak jika ada yang lihat"


"tidak akan ada yang melihat kita, aku hanya ingin lebih dekat denganmu"


tiba-tiba jung won setengah berdiri dengan badan yang bertumpu pada lututnya


Cuupp


jung won mencium bibir rara, dan lagi-lagi rara hanya terdiam saat ini.

__ADS_1


jung won pun mendekatkan bibirnya pada telinga rara dan berkata


"saranghae" ucap jung won dengan lembut yang membuat rara kaget karena suara itu adalah suara yang sering dia dengar di telpon dengan nomer tidak di kenal dan ucapan yang sama


"ya tuhan ada apa ini" batin rara


"maaf aku selalu menyembunyikan semuanya, yang memintamu pindah ke kantor pusat itu aku bukan ayahku, aku yang memintanya untuk memindahkanmu agar dekat denganku. dan yang selalu mengirim pesan dan menelponmu dengan nomer asing itu aku yang melakukannya, aku berniat menyembunyikan semuanya darimu karena aku takut jika kau tau aku menyukaimu kau akan menjauhiku, dan benar saja sekarang kau coba menjaga jarak denganku karena omongan orang tentang kita, jujur aku tidak suka itu dan sekarang aku ingin jujur padamu aku tidak peduli setelah kau tau semuanya kau akan menjauihiku atau meninggalkanku, aku tidak akan pernah melepaskanmu"


"sekarang kau tau aku menyukaimu, maafkan atas sikapku padamu dulu aku sedang berusaha agar kau tidak curiga padaku, bahkan saat kau tersiram kopi panas aku memarahi diriku sendiri karena bersikap seperti itu padamu, dan aku merasa bersalah karena itu aku mengobati lukamu saat itu"


"dan yang dulu memindahkan aku ke tempat tidur adalah" ucap rara terpotong


"ya aku yang memindahkanmu"


"apa semua ini benar?"


"ya aku berkata jujur padamu, sekarang kau tau aku menyukaimu dan jangan pernah lari dariku atau menghindar dariku karena aku tidak suka itu. apa kau menerima perasaanku?"


"ttt...aaaa...tapi presdir"


"suuutttt" ucap jung won sebari menutup bibir rara dengan telunjuknya


"aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya, aku hanya ingin memastikan kau tidak lagi menghindar dariku"


rara hanya terdiam seperti patung sulit baginya untuk percaya semua ini bahkan dia mengira semua ini mimpi


jung won kemudian mengambil kedua tangan rara dan mencium punggung tangan rara


"tetaplah bersamaku" ucapnya sambil memberikan senyum manis pada rara


jung won kemudian bangkit dan membawa rara bangkit bersamanya kemudian jung won memeluk rara dengan erat seakan wanita itu akan pergi meninggalkannya


cupp


jung won mencium dahi rara dan mengusap rambut rara dengan lembut rara yang masih terdiam tanpa respon hanya memberikan senyum tanpa berkata apapun


"sebaiknya kita pulang karena hari sudah larut, besok siang kita akan pergi ke jepang nanti aku akan menjemputmu" ucap jung won sebari mengusap pipi rara dengan lembut


jung won memakaikan kembali mantel rara dan memegang tangannya berjalan menuju mobil

__ADS_1


"terimakasih tuan, selamat jalan" ucap karyawan yang ada disana, jung won hanya membalas dengan senyum.


merekapun memasuki mobil dan mobil melaju menuju apartemen rara


__ADS_2