
setelah banyak drama semasa dia duduk di bangku sekolah menengah atas kini tidak terasa rara lulus masuk universitas negri di bandung rara melewati hari hari kuliahnya tanpa memikirkan hal lain selain dia ingin lulus dengan nilai baik dan ingin rasanya bekerja di korea negara dimana yang sangat dia idam idamkan sejak SMA
dan tidak terasa rara sudah lulus, dan di hari wisuda senyum indah merekah terpancar dari muka cantik kimberly aurora saat dia memakai kebaya lengkap dengan baju wisuda dan tentunya topi hitamnya
"mama papa" ucap rara
"sayang" ucap maria ibunda rara sambil memeluk rara
"sayang selamat ya kamu udah lulus nilainya bagus lagi mamah sama papah bangga sama kamu kenapa bisa sepintar itu anak mamah sama papah" ya memang rara bukan anak kaleng kalengan yang cuma modal tampang tapi otak beku, rara lulus dengan predikat cumlaude di universitas itu
di acara wisuda rara ada caca dan karin tentunya sahabat sehidup semati
"ra selamat ya sayang" ucap caca
"iya selamat ya rara cantik ku udah lulus kita berharap kamu cepet nikah" ucap karin pada rara dan tertawa
"kalo buat nikah cepet cepet ngapain gue susah susah kejar impian gue kalo gitu" ucap rara ketus
"yaelah loe serius amat sih ra" ucap caca sambil tertawa kecil
"gue bakalan nikah sama oppa oppa korea yang gantengnya kaya lee min ho, apa kalian percaya sama gue" jawab rara sambil senyum senyum sendiri
"loe serius mau terbang ke korea ra" tanya karin dengan rasa keponya
"ya seriuslah apa menurut kalian gue bohong gue udah yakin seratus dua puluh persen kalo perlu" ucap rara begitu yakin
"okey okey kalo itu cita cita loe kejar ra jangan lemah pantang menyerah" ucap karin sambil mengangkat tangannya layaknya seorang pejuang kemerdekaan
"loe apaan sih rin bikin malu" ucap caca dengan nada kesal pada karin saat dia bicara dengan tangan terangkat karena suaranya kebih kenceng dari speaker saat orasi demo
seketika mereka terdiam di kala mamang ojol mendekat pada mereka dan ngasih seikat bunga mawar merah di sertai boneka teddy bear yang imut
"maaf dengan mba kimberly aurora" tanya mamang ojol
__ADS_1
"iya pa saya sendiri" jawab rara
"ini dari siapa ya pa? saya perasaan tidak pesan ini deh" jawab rara
"saya nganterin expres mba" ucap mamang ojol yang seketika pamit pada mereka yang ke bingungan
"dari siapa ra coba liat disana ada pesannya" ucap caca
"happy graduation rara semoga kamu suka" isi pesan tersebut
"ko ga ada namanya sih" ucap rara
"dari pengagum rahasia kali ra, cie cie dapet bunga dan ucapan dari pengagum rahasia" ucap karin dan caca meledek
"kalo ga ada namanya kaya gini ga akan gue anggep kali berarti tu orang nyalinya ciut nulis nama juga ga ada apalagi nemuin gue payah" ucap rara kesal
haripun berganti rara yang sibuk mencari lowongan pekerjaan ya tentunya lowongan pekerjaan di korea dia hampir frustasi karena tak kunjung mendapatkannya dan dia menyerah dia pun harus puas dulu dengan bekerja di jakarta dengan masih berharap dia mendapatkan kerjaan di korea
di jakarta rara mendapatkan pekerjaan, dia mendapat posisi sebagai sekretaris pribadi tapi dalam batin rara dia tidak manyukai pekerjaan seperti itu dan dia juga kesal dia abis abisan mengejar kerjaan di korea dan berakhir dengan menjadi sekertaris dari direktur tua yang ganjen tapi rara bertahan di perusahaan ini yang mana perusaahaan ini memiliki kantor pusat di korea semoga saja ada celah untuk rara bisa pindah ke kantor pusat yang di korea
"Kriiiiinggg"
"iya halo ada yang bisa saya bantu pa?" ucap rara
"rara cantik tolong bawakan berkas untuk meeting hari ini ya saya tunggu" ucap seseorang dalam telepon
"iya baik pa" ucap rara
"dasar tua bangka kenapa tadi tidak sekalian saja jadi aku tidak bolak balik, dia pasti mencari cari kesempatan" ucap rara kesal
"Tok" Tok"
"Masuk" ucap seseorang di dalam
__ADS_1
"selamat siang pa, ini berkas yang bapa minta" ucap rara
"terimakasih sayang" ucap direktur tua itu
apa barusan dia bilang "sayang" rasanya aku ingin muntah mendengarnya apa si tua ini tidak bisa sadar diri sedikit akan ke tuaan dia apa, rara mendumel dalam hati
"sama-sama pa kalo begitu saya pamit masih banyak kerjaan" ucap rara
"hey rara sayang mau kemana kenapa terburu buru seperti itu" ucap kake tua itu sambil memegang pundak rara
"maaf pa saya masih banyak kerjaan, permisi" ucap rara sambil berjalan sedikit cepat agar menghindar dari tua bangka itu
sesampainya di meja rara mendumel sendiri akan sikap si tua itu
"apa si tua itu tidak tau malu apa, apa dia tidak ingat umur apa, sudah bau tanah juga masih sempet sempetnya pegang pegang gue" ucap rara dengan muka kesalnya
"amit amit tuhan jauhkan aku dari orang tua itu, kalo bukan karena korea ga akan sudi gue kerja lama lama disini" ucap rara
jam menunjukan jam makan siang rara pun bergegas ke kantin yang ada di perusahaan di situ udah ada cindy dari tadi nunggu
"maaf cin gue lama jadi loe nunggu" ucap rara tidak enak
"gapapa ra gue juga baru sampe ko" ucap cindy sahabat baru rara di perusahaan ini selama rara bekera di perusahaan yang bergerak di bidang properti ini
"kenapa muka loe asem gitu?" tanya cindy
"gara-gara tua bangka sialan kenapa dia selalu seperti itu sama gue pegang-pegang ga nyadar apa kalo dia udah tua kesel gue" ucap rara kesal
"sabar ra bentar lagi juga dia pensiun ra jadi sabar dulu ya" ucap cindy tenang
"terus nanti dia di gantiin siapa dong" ucap rara
"gatau ra loe liat aja nanti kalo loe beruntung direktur yang baru muda dan tampan kalo loe apes loe bakal ketemu lagi sama kakek kakek bau tanah" ucap cindy sambil tertawa dan berjalan mengambil makanan
__ADS_1
"cindy awas ya loe" ucap rara sambil ngikutin cindy ngambil makan siangnya