
rara berlari menuju pintu dia berusaha membukanya tapi tidak bisa karena dong joon mengganti code pintu ruangannya, rara terus menangis dan berusaha membuka pintu
"tolong tolong bantu aku tolong" rara memukul keras pintu berharap ada yang mendengar suaranya
salah satu petugas kebersihan mendengar teriakan rara kemudian berusaha membuka pintu untuk rara
dong joon yang bangkit kemudian menarik tangan rara membenturkannya di tembok yang membuat rara mengerang kesakitan dan menampar rara dengan keras darah segar kembali keluar dari bibir tipisnya
"aku sudah cukup sabar dengan penolakanmu, kau, berapa jung won memberimu uang untuk menikmati tubuh indah mu ini sehingga kau menolakku seperti ini"
"kau apa maksudmu"
"jung won sudah memberimu uang untuk bersenang senang denganmu beberapa kali aku melihatmu pulang larut dari kantor ini" ucap dong joom tertawa
"******** dasar kau ********" ucap rara pada dong joon yang membuat dong joon menarik paksa blazer yang di pakai oleh rara membuat tangan rara luka dan menyisakan kemeja
"lepaskan aku lepaskan tolong" ucap rara dengan mimik muka ketakutan dan beberapa luka memar di wajahnya. rara kemudian mendorong dengan kuat tubuh dong joon. setelah terlepas dari dong joon rara berlari menuju pintu
"tolong aku tolong tolong aku" teriaknya
petugas kebersihan yang mendengar teriakan rara tadi mencoba mencari bantuan penjaga untuk menolong rara mereka mencoba membuka pintu mendobrak tapi tidak berhasil. rara yang masih mencoba menghindar dari dong joon
"tok tok tok"
"selamat siang presdir saya mengantarkan laporan keuangan hari ini" ucap min ha pada jung won
"baiklah, kau boleh pergi" ucap jung won
"eh tunggu sebentar"
"ya presdir apa ada yang anda butuhkan lagi?" ucap min ha
"emmm sekertaris kim? apa dia ada di meja kerjanya?"
"oh sekertaris kim, tadi dia keruangan tuan dong joon dia bilang ada berkas yang harus di serahkan pada presdir sebelum dia meninggalkan perusahaan tapi dia belum kembali" ucap min ha
"kriiing kriiing" telpon min ha berbunyi
__ADS_1
"telponmu berbunyi angkatlah" ucap jung won
"baiklah presdir"
"hallo" ucap min ha
"appppaaa? kim kim kenapa dimana dia?"
jung won yang mendengar min ha mengatakan kim dengan mimik muka khawatir dan kaget menoleh ke arah min ha dan bangkit dari duduknya
"baiklah aku akan kesana" kemudian min ha menutup telponnya
"ada apa? apa yang terjadi pada kim?" ucap jung won pada min ha
"sepertinya tuan dong joon mengunci rara di ruangannya dan mencoba" jung won langsung berlari meningalkan min ha yang belum membereskan perkataannya
"tolong tolong aku tolong cepatlah buka pintunya" ucap rara di dalam ruangan dong joon
"ada apa ini apa yang terjadi" ucap jung won pada semua orang yang ada di depan ruangan dong joon dan mencoba membuka pintu
"kau terlihat menggoda sekali sayangku aku tidak sabar menikmatinya" ucap dong joon tanpa menghiraukan orang yang berada di luar ruangan
rara menjerit seketika dong joon menarik kemejanya sekali tarikan
"cepatlah apa kalian tidak dengar teriakan kim di dalam" ucap jung won dengan amarahnya yang memuncak
seketika code pintu di rusak jung won mendobrak dengan sekali tendangan
"ddoooooonggggg jooooonnnnnn" ucap jung won berlari memasuki ruangan dan melihat rara di ujung sofa ketakutan menangis sembari menutupi tubuhnya dengan luka memar di sekujur tubuh dan terlihat kacau
jung won kemudian berjalan ke arah dong joon memukulnya membabi buta penjaga dan semua orang hanya bisa melihat perlakuan jung won pada dong joon
min ha yang melihat rara langsung menghampirinya dan mencoba menenangkannya min ha menutupi tubuh rara dengan blazernya
jung won yang khalaf melihat dong joon menyakiti wanita yang paling dia cintai tidak berhenti memukul menendang dong joon yang membuat dong joon terkapar berlumuran darah
"kau apa dia wanita yang kau cintai? dia tidak lebih dari seorang *******" ucap dong joon yang terkapar di lantai dan tertawa dengan sinisnya pada jung won yang membuat jung won meraih kursi dengan mimik muka di penuhi amarah ingin rasanya melindas habis tubuh dong joon
__ADS_1
"aaarrrrgggghhhhhh ********" ucap jung won rasanya ingin membunuh dong joon namun seketika rara bangkit kemudian berlari menuju jung won dan memeluknya dari belakang
"jangan, jangan aku mohon" ucap rara dengan suara lirihnya
jung won kemudian menurunkan kursi yang dia pegang membatingkannya ke sudut ruangan
jung won meraih tangan rara di rasakannya tangan itu gemetar dan lemas, rara kemudian pingsan, jung won membalikan badannya dan meraih tubuh rara dan memeluknya, semua orang yang melihat semuanya hanya terdiam dengan mimik muka terkejut dan takut
jung won kemudian mengangkat tubuh rara dan menggendongnya
"bawa orang itu ke rumah sakit kemudian berikan dia pada polisi" ucap jung won pada kwon dan beberapa penjaga
"baik presdir"
semua orang yang berada disana memberi jalan pada jung won yang membawa rara menuju rumah sakit
"bertahanlah sayang, maafkan aku" ucap jung won memeluk rara sepanjang perjalanan menuju rumah sakit
sesampainya di rumah sakit rara mendapat perawatan dokter setelah jung won menunggu dengan resah dokter yang memeriksa rara keluar dan menjelaskan keadaan rara
"bagaimana keadaannya dokter" ucap jung won khawatir
"tenanglah tuan won nona kim dia hanya mengalami syok dan kaki kirinya terkilir, saya akan melakukan CT scan padanya dan melihat apakah ada tulang patah akibat benturan karena banyak luka lebam di tubuhnya, sampai saat ini nona kim baik-baik saja, tuan tenanglah"
"berikan yang terbaik untuknya dokter" ucap jung won
"baiklah kami akan melakukan yang terbaik untuknya"
"terima kasih dokter" kemudian dokter itu meninggalkan jung won dan jung won masuk ke dalam ruangan rara untuk melihat keadaannya
terlihat rara berbaring dengan selang infus dan beberapa perban menutupi luka di tubuhnya tengah tertidur
jung won berjalan perlahan menghampiri rara dan duduk di sampingnya, terlihat dia begitu terpukul dengan keadaan rara seperti itu dia memegang tangan rara yang membelai lembut rambutnya
"maafkan aku, aku sungguh menyesal tidak menjawab telponmu" ucap jung won dengan mata yang berkaca kaca
"aku tidak akan pernah memaafkan dia, aku akan membuatnya membayar semua yang dia perbuat padamu" ucap jung won dengan amarah dan tatapan tajamnya
__ADS_1