
rara kembali tertidur efek obat yang di berikan perawat
"Tok Tok Tok"
"masuklah"
"selamat siang presdir, selamat siang tuan besar dan nyonya park"
"selamat siang kwon, ada apa, apa ada masalah" ucap tuan park
"saya ingin memberikan laporan yang harus di tandatangani oleh presdir, silahkan presdir" kwon menyimpan laporan di meja tepat di depan jung won
"baiklah aku akan memeriksanya, terima kasih kwon"
"won apa sebaiknya kau pergi bekerja saja, ibu akan menjaga kim disini"
"tidak ibu aku tidak akan meninggalkan kim disini, aku akan menjaganya"
"won setidaknya kau harus memastikan perusahaan berjalan baik, kim ayah dan ibumu yang akan menjaganya disini, kau pergilah sebentar"
won terlihat sedikit memikirkan perkataan ayahnya dan melihat keadaan kim kemudian melihat ke arah kwon yang terlihat ingin menyampaikan sesuatu padanya
"baiklah ayah aku akan pergi sebentar melihat perusahaan, dan kembali kesini secepatnya" ucap jung won
"baiklah, pergilah"
jung won dan kwon meninggalkan rumah sakit selama perjalanan menuju perusahaan won melaporkan masalah yang ada di perusahaan
"presdir pengiriman kita bermasalah, barang kita tertahan di pelabuhan sepertinya dong joon tidak memberikan biaya transportasi pada pihak pelabuhan. saya datang untuk memberitahumu tentang masalah ini, tapi saya tidak tahu jika tuan besar ada disana"
"baiklah tidak apa, aku mengerti hal ini, kau coba hubungi pihak pelabuhan jika aku ingin bertemu dengan mereka, dan sekarang kita langsung menuju pelabuhan untuk melihatnya"
"baik presdir"
kwon menghubungi pihak pelabuhan dan mobil melaju menuju pelabuhan. cukup lama mereka sampai dan won membereskan semua masalah yang ada disana dengan cepat dan tepat. kemudian dia kembali ke perusahaan
sementara di rumah sakit rara terbangun dari tidurnya
"sayang apa kau sudah bangun? bagaimana keadaanmu apa sekarang sudah merasa baikan"
"iya ibu aku merasa baikan sekarang, won? kenapa aku tidak melihatnya ibu?"
"won pergi ke kantor sebentar untuk memeriksa beberapa laporan"
"syukurlah kalau begitu dia pergi ke kantor tidak terus menungguku disini" ucap rara tersenyum
"iya sayang dia begitu khawatir padamu makannya dia bersikap seperti itu"
"Tok tok tok"
"masuklah"
"selamat siang tuan dan nyonya park, saya akan memeriksa keadaan nona kim"
"baiklah dokter silahkan"
dokterpun memeriksa keadaan rara
"bagaimana dokter apa semuanya baik" ucap tuan park
"ya nona kim baik-baik saja"
__ADS_1
"dokter choi apa boleh aku bangun sekarang? rasanya aku bosan dengan posisi seperti ini sepanjang hari"
"tidak apa, kau boleh mencoba bangun tapi harus pelan-pelan mencobanya dan jika tidak bisa jangan di paksakan tunggu sampai kau sudah merasa kuat"
"aku akan mencobanya sekarang dok"
"baiklah mari aku akan membatumu"
rara berusaha bangun dari tidurnya, dengan bantuan beberapa perawat dan dokter
"apa begini terasa lebih enak?"
"ya dokter aku merasa baik seperti ini duduk tidak harus tidur sepanjang hari, karena itu membuatku pusing"
nyonya dan tuan park yang melihat keadaan rara tersenyum
"baiklah jika begitu perawat akan memberikan makan siang untukmu, karena sekarang kau sudah bisa makan"
"terima kasih dokter" ucap rara
"jika kau merasa sakit pada lengan dan juga pergelangan kakimu, panggil saja aku"
"terima kasih banyak dokter choi" ucap tuan park
"baiklah kalau begitu saya permisi"
setelah itu dokter choi dan perawat meninggalkan ruangan
"ibu aku sudah bisa duduk, dangan begitu aku sembuh kan"
"iya sayang kau akan sembuh, ibu senang sekali melihatnya" ucap nyonya park antusias
tidak lama perawat datang menbawa makan siang untuk rara
"terima kasih"
"sayang makanlah, ibu akan menyuapimu"
"ibu tidak usah aku bisa sendiri"
"hey tidak bisa kau sedang sakit, bagaimana bisa orang yang sedang sakit makan sediri"
"tapi bu"
"sudahlah, sekarang buka mulutmu"
melihat tingkah laku istrinya dengan kim tuan park hanya tersenyum kemudian duduk kembali di sofa ruangan dengan membaca koran berita
"ibu terimakasih sudah baik padaku dan merawatku seperti ini"
"kim sayang kenapa harus berterima kasih, ini adalah kewajibanku kau adalah anakku sudah kewajiban seorang ibu merawat anaknya. bukan begitu" ucap nyonya park tersenyum yang membuat rara tersenyum haru
tidak lama makan siang habis dan jung won datang
"sayang kau sudah kembali" ucap nyonya park
"ya ibu aku sudah kembali"
"lihatlah kim sudah bisa duduk seperti ini"
"apa kau sudah kuat dengan posisi ini? apa lengan dan pergelangan kakimu tidak terasa sakit? apa dokter mengijinkannya" ucap jung won dengan ekpresi kaget khawatirnya yang membuat nyonya park dan rara tersenyum
__ADS_1
"won kenapa kau banyak bertanya seperti itu"
"aku khawatir bagaimana jika sesuatu terjadi padamu"
"kau tenang saja sayang dokter membantu kim untuk duduk seprerti ini"
"apa itu benar?"
"kau tidak usah khawatir kim sudah baikan dia sudah bisa duduk dan mendapat makan siang" sambung tuan park
"syukurlah jika begitu aku merasa khawatir padamu" ucap jung won yang mengusap rambut rara
"bagaimana keadaan kantor, apa semuanya baik?"
"baik ayah tidak ada masalah semuanya baik"
"baiklah kalau begitu"
"ayah dan ibu kalian makan sianglah dulu sekarang sudah ada aku disini yang menjaga kim"
"baiklah sayang kita akan makan siang dulu, apa kau sudah makan siang?"
"baiklah bu, aku sudah makam siang tadi"
"baiklah jika begitu kami pergi dulu" ucap nyonya park dan taun park meninggalkan ruangan
"won apa benar kau sudah makan siang?"
" iya sayang aku sudah makan siang tadi"
"baiklah kalau begitu, apa kantor baik-baik saja?"
"baik, tanpa kau keadaan kantor baik-baik saja" ucap jung won tersenyum
"apa kau bilang" ucap rara kesal
"appaaaa tuan dong joon baik-baik saja"
"kenapa kau menanyakan si brengsek itu"
"aku khawatir jika dia melaporkanmu ke polisi karena kau sudah membuatnya berlumuran darah seperti itu" ucap rara menundukan kepalanya. kemudian jung won mengangkat dagu rara dengan lembut
"dia tidak bisa berbuat seperti itu padaku, aku yang bahkan yang mengirimnya ke penjara supaya dia membusuk disana"
"benarkah seperti itu, aku bahkan sangat takut, apa kau terluka?"
"tidak aku tidak terluka"
"terus kenapa tanganmu memakai perban?"
"ini hanya luka kecil"
"apa itu benar?"
"ya benar ini hanyalah luka kecil, sudahlah makanlah jeruk ini" ucap won memberikan sepotong jerus yang sudah dia kupas
rara tersenyum dan membawa potongan jeruk itu. cukup lama mereka berbincang dan tidak terasa jung won tertidur di samping rara
rara yang melihat jung won tertidur mengusap ngusap rambut jung won dengan lembut.
"saranghae" ucap rara
__ADS_1
tidak lama perawat datang membawa obat untuk rara dan membantunya tertidur lagi di ranjang. setelah perawat itu memberikan obat pada rara rara meminta perawat itu untuk menyelimuti jung won
"terima kasih" ucap rara kemudian perawat meninggalkan ruangan