Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 20


__ADS_3

Sesampainya rara di kamar dia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya


"huh aku merasa lelah tapi aku harus segera siap-siap karena predir mengajakku makan malam, apa yang harus aku lakukan" ucap rara sambil *** rambutnya.


tidak lama rara berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, tidak lama dia keluar dengan menggunakan handuk yang di lilitkan di badannya


"ayolah aurora kau ini kenapa ini hanya makan malam tidak akan ada orang kantor yang melihatmu, tetaplah bersikap tenang" rara mencoba menenangkan dirinya agar tidak resah seperti ini.


"apa aku meminta presdir untuk makan disini saja aku akan memasak untuknya, ya benar sekali aku tidak akan dulu ganti bajuku aku akan menunggu presdir datang dulu" tidak lama suara ketuka pintu terdengar


Tok Tok Tok


rara menghampiri pintu dan membukanya, rara melihat presdirnya dengan pakaian rapih begitu tampan yang membuat rara gugup melihatnya


"se...se..selamat malam presdir, mari silahkan masuk" ucap rara.


jung won masuk dan heran kenapa rara belum bersiap dia hanya memakai pakaian rumah saja


"silahkan duduk presdir"


"kenapa kamu belum bersiap-siap? apa akan pergi dengan pakaian seperti itu?"


rara mendekati jung won dan duduk di sebelahnya


"maaf presdir apa kita bisa makan malam saja disini saya akn memasak untukmu"


jung won kaget dengan ucapan rara


"kenapa kamu tidak mau makan malam denganku? apa kamu sedang menolakku?

__ADS_1


"tidak tidak seperti itu presdir saya hanya takut ada orang kantor yang melihat kita dan menjadi salah paham"


"cepat ganti bajumu kita berangkat sekarang"


"tapi presdir say"


cupp


tiba-tiba jung won mencium bibirnya.


jantung rara berdebar sangat kencang begitu juga dengan jung won dia merasa tidak bisa menahannya lagi.


"apa yang sedang dia lakukan dia sedang menciumku sekarang, apa ini semua mimpi dan kenapa aku tidak menolaknya?" batin rara


setelah jung won melepaskan ciumannya rara hanya tertegun tidak bisa berbicara apapun nafasnya terasa berat jantungnya berdebar sangat kencang


"gantilah bajumu sekarang, jangan khawatir akan hal itu aku akan mengatasinya" ucao jung won lembut, dan semakin membuat rara tidak karuan.


"apa yang barusan terjadi, kenapa jantungku berdebar seperti ini" ucap rara yang kemudian duduk di ujung tempat tidurnya


"aahh kau sangat bodoh kenapa kau tidak bisa menahan dirimu sendiri, sekarang apa yang sedang dia pikirkan?" ucap jung won yang masih duduk di sofa melihat rara berlari menuju kamarnya


"sudahlah sebaiknya sekarang aku ganti baju dan cepat pergi dengannya, karena aku takut dia akan berbuat itu lagi padaku" rara bergegas menuju lemari pakaiannya dia mengambil gaun cantik di dalam lemari dan memakainya kemudian dia mulai merias dirinya.


"aku rasa sudah cukup sekarang, apa ini tidak berlebihan?" rarapun keluar dari kamarnya menggunakan gaun cantik dengan riasan sederhana dia terlihat sangat cantik yang membuat jung won terdiam sesaat melihat wanita cantik di hadapannya


"apa bisa kita pergi sekarang" tanya rara yang membuat jung won tersadar


" ya tentu" jung won bangkut dari duduknya kemudian berjalan mendekati rara.

__ADS_1


rara yang melihat jung won berjalan mendekatinya merasa gugup, jung won kemudian menggandeng tangan rara


"ada apa denganmu kenapa kau terlihat gugup dan tanganmu dingin seperti ini?"


"ahh tidak tidak saya hanya merasa takut saja" ucap rara tertunduk


"tenanglah aku akan mengatasinya"


jung won pun berjalan terlebih dulu dengan menggandeng rara keluar dari apartemen itu kemudian berjalan menuju lift, dan di dalam lift jung won masih tetap menggandeng tangan rara tanpa melepasnya


"apa yang dia lakukan, dia bahkan tidak melepaskan tanganku" batin rara


Ting


pintu lift terbuka merekapun keluar dan berjalan menuju mobil, tiba-tiba saja jung won berhenti dan membalik badan ke belakang


"pakai dulu mantelmu udara disini sangat dingin" ucap jung won dengan membawa mantel yang ada di tangan kiri rara dan mencoba untuk memakaikannya pada rara


"ahh biar saya saja presdir" ucap rata menahan tangan jung won


"apa boleh aku meninta sesuatu?"


Deg rara kaget di buatnya dalam pikirannya "apa dia akan meminta yang terjadi tadi atau dia akan meminta yang lain"


"yyy...aaa tentu"


"apa bisa kau tidak memanggil aku dengan sebutan presdir" ucap jung won setengah membungkuk dengan mendekatkan wajahnya pada rara


"tatata..tapi anda kan presdir saya tidak mungkin saya memanggil anda dengan sebutan lain" dengan gugup rara menjawabnya

__ADS_1


"baiklah kalau kamu belum siap untuk menyebutku dengan sebutan lain, ayo"


merekapun berjalan mamasuki mobil, kemudian mobil melaju menuju restoran mewah dengan suasana romantis


__ADS_2