
Rara pun masuk ke dalam kamar dia melihat seisi kamar yang tertata rapi kemudian dia membuka gorden jendela di kamar itu terlihat kaca jendela yang besar hampir satu dinding dia bisa memandangi langit kota tokyo yang mulai menguning
"ya tuhan indah sekali" ucap rara takjub
dia kemudian duduk di sofa yang menghadap pada jendela besar itu memandangi tiap sudut kota melihat keindahan kota tokyo
"apa aku bisa melihat keindahan ini di lain waktu? apa aku bisa berada disini lagi?"
"oh tuhan tolong aku kenapa perasaanku tidak karuan seperti ini, aku merasa ragu pada presdir aku takut dia hanya ingin mempermainkanku saja, kau tau kan dia punya segalanya berbeda denganku apa yang bisa aku banggakan bahkan sampai saat ini pun aku belum tau dia mulai menyukaiku kapan dan kenapa dia bisa tau aku dan meminta tuan in jung memindahkanku kesini, astaga ini sungguh menyiksa" rara menundukan kepalanya
Tok Tok Tok
"sayang apa kau mendengarku?"
"ya masuklah"
kemudian pintu terbuka
jung won terlihat berjalan ke arah rara dengan membawa paper bag dan juga sebuah kotak, kemudian dia duduh di samping rara dan menyimpan barang yang dia bawa di atas tempat tidur
"apa yang sedang kau pikirkan? kenapa belum pergi membersihkan diri?"
"aku sedang melihat indahnya langit sore ini" ucap rara yang hanya memandang ke arah jendela tanpa melihat jung won, hatinya sedang bimbang karena dia takut hanya jadi mainan jung won saja
"ya langit ini memang sangat indah, dan kau tau aku sengaja membuat jendela sebesar ini untuk memandang langit di kala hatiku tidak karuan. apa hatimu baik-baik saja?"
"ya aku baik-baik saja aku hanya sedang memikirkan sesuatu"
jung won membelai rambut rara
"apa yang sedang kau pikirkan ceritakanlah padaku"
__ADS_1
"tidak ini bukan apa-apa aku akan pergi membersihkan diriku" ucap rara meninggalkan jung won yang menatapnya
"ada apa dengannya kenapa dia terlihat murung saat ini? padahal tadi dia baik-baik saja" ucap jung won heran
di dalam kamar mandi rara menyalakan shower dan mengarahkan mukanya pada shower dengan sengaja dia hanya ingin merasakan air mengalir langsung pada wajahnya setidaknya mungkin itu bisa menenangkan pikiranya.
dan setelah cukup lama rara keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono dia merasa sedikit tenang saat ini
"kenapa kau mandi sangat lama sekali?"
ucap jung won yang masih duduk di tempat yang sama
"apa kau menungguku mandi?" ucap rata kaget dengan duara jung won
kemudian jung won berjalan mendekati rara, rara hanya terdiam dan memegangi kimono yang dia pakai.
"apa ada masalah sehingga membuatmu tidak nyaman" ucap jung won yang mengelus pipi rara dengan lembut
"apa kau tidak sedang berbohong padaku?"
"ya tentu untuk apa aku berbohong"
"baiklah kalau begitu bersiap-siaplah aku akan menunggumu di luar, dan pakai itu " ucap jung won menunjuk ke arah paper bag dan kotak yang dia bawa kemudian berjalan keluar kamar rara
"tenanglah rara tenang kau harus bersikap biasa kau tidak boleh terhanyut, pikirkan dia bisa saja hanya mempermainkanmu jangan pernah tergoda olehnya" ucap rara sambil mengelus ngelus dadanya
rarapun berjalan menuju tempat tidur yang mana ada tersimpan paper bag dan kotak yang jung won tunjukan, dia membuka paper bag yang isinya tas pesta kecil dengan tulisan huruf "H"
"astaga cantik sekali, ini kan tas mahal" ucap rara yang kemudian membuka kotak yang di sebelahnya.
terlihat sepasang sepatu dengan gaun cantik di dalamnya
__ADS_1
"astaga inikan" rara kaget
"apa dia membeli semua ini untukku?" rara hanya terduduk di samping tempat tidur dan memandangi itu semua
"ini hanyalah salah satu cara untuk menggodaku, dengan memberikan barang-barang mewah dan jika sudah mendapatkan yang dia inginkan pasti aku di tendang olehnya" ucap rara sambil menghela nafasnya panjang
"baiklah aku akan memakainya dan berdandan dengan cantik, aku akan tunjukan padanya jika aku tidak akan mudah untuk di permainkan" rara berdiri dan bersiap untuk makan malam
jung won sudah menggunakan stelan jas yang sangat rapih duduk di sofa menunggu rara keluar.
"aku tidak sabar melihatmu memakai gaun yang aku pilihkan itu, pasti akan terlihat cantik sekali" jung won pun tersenyum
seketika rara keluar kamar dan berjalan menuju jung won
"apa akan berangkat sekarang?"
jung won seketika membalikan badan dan melihat rara yang begitu cantik menggunakan gaun berwarna merah yang dia pilihkan khusus untuk rara
setengah menit jung won menatap rara
"hallo" ucap rara sambil melambaikan tangannya
"eehhh kau sangat cantik sekali membuatku tidak bisa berkata-kata lagi" ucap jung won tersadar dengan ucapan rara
jung won berdiri dan menghampiri rara kemudian dia membuka tangannya agar rara meletakkan tangannya di atas tangan jung won, tapi rara mencoba untuk tidak meresponnya
"bisakah kita berangkat sekarang?" ucap rara tanpa memperhatikan tangan jung won, jung won pun menurunkan tangannya dan menarik tangan rara untuk berjalan dengannya
"ada apa dengannya kenapa dia suka sekali memaksa" batin rara
merekapun keluar dari apartemen dan kemudian masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka
__ADS_1