Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
ketemu


__ADS_3

Dion membuka kaca mobil, lalu dia menatap orang yang mengetuk kaca mobil mereka,


" Bagaimana," tanya Dion


" sesuai rencana tuan,dia langsung menuju kemari," ucapnya


Dion dan yang lainnya langsung menyeringai, lalu memberikan isyarat lewat tangannya, lalu dia pun langsung pergi dari mobil bosnya itu, Dion langsung menutup kaca mobil nya,


" umpan sedang bergerak, bagaimana, apa kita akan tetap disini, atau, mengawasi dari jauh," ucap Dion


" lebih baik, kita agak menjauh sedikit, agar kita dapat mengawasi gerak-gerik mereka, dan agar tidak terlalu mencolok," saran Bram


namun, saat mereka hendak menjauh dari tempat tersebut, mereka dapat melihat, mobil mewah yang baru datang,lalu turun seorang pemuda dari mobil tersebut, mereka pun menyeringai,


" Dasar b****, apa dia tidak ingin menyembunyikan identitasnya dulu, kenapa datang kemari secara terang-terangan, ckckck," ucap Michael


" itu bukanlah urusan kita," jawab Dion

__ADS_1


mereka dapat melihat dengan jelas, wajah Jordan, yang saat ini tengah menghajar anak buah mereka, harus mereka akui, bahwa kemampuan beladiri pemuda itu cukup baik,


mereka berlima masih memantau di dalam mobil tanpa ada niatan untuk keluar dari mobil bahkan membantu anak buah mereka, mereka masih harus melihat kemampuan dari lawan mereka harus mereka aku bahwa kemampuannya cukup mumpuni,


sementara itu, Jordan terus memukul anak buah Dian dan yang lainnya, namun sepertinya mereka semua tidak ada lelahnya bahkan sudah cukup lama mereka berkelahi nama orang-orang tersebut seperti tidak ada lelah bahkan mereka sudah beberapa kali terkena pukulan, namun mereka seperti tidak ada habisnya,


memang Dion dan lain-lainnya telah merencanakan ini, mereka berlima tidak mengizinkan seluruh anak buahnya turun tangan hanya mengizinkan beberapa orang saja yang turun dan yang lainnya berada di tempat persembunyian mereka,


katakanlah tindakan mereka seperti pengecut, namun tentu saja mereka tidak ingin mengambil resiko, karena mereka yakin, bahwa musuh mereka tidak selemah yang terlihat,


sementara itu,? Jordan terus memukul wajah, perut, bahkan dada ,mereka pun tidak luput dari pukulan Jordan, namun jordan merasa di sini seperti ada yang aneh,


jika memang seperti itu, lalu di mana pemimpin mereka pandangannya terus mencari dan memindai tempat tersebut, kelima orang yang berada di dalam mobil yang terus memantau keadaan di depan pun kini menyeringai,


" heh, apakah dia baru menyadarinya,"ucap Bram, dia mengangkat sebelah alisnya


" sepertinya begitu," jawab Dion

__ADS_1


"seorang CEO muda , pemimpin perusahaan besar , aku pikir dia cukup pandai tapi ternyata mengecewakan," ucap Michael sembari menghala nafas , dia menunjukkan raut wajah kekecewaan , sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat raut wajah yang Michael buat,


Jordan terus melihat sekeliling lokasi tersebut namun tangannya terus menghajar anak buah Dion dan lainnya, hingga matanya tertuju pada sebuah mobil mewah yang letaknya agak jauh dari lokasi dirinya saat ini,


Dian dan lainnya yang melihat arah pandang mata Jordan menuju ke arah mereka, mereka kembali menyeringai,


"yah, sudah ketemu dan ketahuan, sungguh tidak menyenangkan permainan ini,"cek Adrian dengan santai


sementara yang lainnya hanya mengangguk kecil,


"jadi bagaimana, apakah kita akan keluar dan menghajar mereka, atau tetap berdiam disini," ucap Dion, dirinya sejak tadi sudah menahan diri untuk ikut bergabung dengan anak buah mereka,


" kau ingin turun,"ucap Rayhan yang sejak tadi hanya diam dan mengamati mereka semua


"tentu saja,"jawab Dion antusias


"baiklah, kalau begitu kau turunlah,' sarkas Rayhan

__ADS_1


bersambung.,...


__ADS_2