Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 35


__ADS_3

Selesai mereka semua makan siang rara membereskan tempat makan dan mulai mengambil satu persatu piring kotor menuju dapur


"cantik biar ibu membantumu" ucap nyonya park pada rara


"tidak nyonya tidak usah biar saya saja" ucap rara sungkan


"hey jangan panggil aku nyonya panggil aku ibu seperti jung won memanggilku ibu"


"taa..taapi saya"


"tidak ada kata tapi panggillah aku ibu, aku sudah mendengar tentangmu sudah lama dari suamiku, gadis yang membuat putraku jatuh hati hingga memintanya untuk memindahkanmu ke korea" ucap nyonya park sembari tersenyum


"putraku sangat menyukaimu, gadis cantik bermata coklat" nyonya park tersenyum


rara hanya tersenyum mendengarnya tanpa berbicara apapun.


rara mencuci piring dan nyonya park yang membereskan meja


"ibu sangat senang jung won memiliki kekasih cantik baik dan pintar sepertimu, karena ibu selalu memimpikan anak perempuan dari dulu tapi ibu tidak juga mendapatkannya jadi ibu selalu meminta jung won untuk memiliki kekasih yang cantik dan baik agar ibu punya teman berbagi sebagai sesama perempuan" ucap nyonya park menghampiri rara


"jangan sungkan pada ibu, anggaplah ibu ini ibumu sendiri" nyonya park tersenyum dan mengelus punggung rara, rara tersenyum mendengar perkataan nyonya park


jung won yang memperhatikan ibunya dan rara terlihat tersenyum dan juga di susul oleh ayahnya di belakangnya


"ibumu tampak menyukai nona kim"


"iya ayah aku rasa begitu" ucap jung won tersenyum


setelah rara menyelsaikan pekerjaannya dan menghampiri nyonya park


"apa ibu membutuhkan sesuatu?"

__ADS_1


"sayang apa sebaiknya kita pergi memanjakan diri, ibu punya salon langganan ibu di sini sebaiknya kita pergi kesana" ucap nyonya park yang memegang tangan rara


"maaf bu bukannya aku menolak tapi aku harus membereskan laporan untuk meeting presdir nanti malam"


"hmmm baiklah kalau begitu ibu akan membantumu membuat laporan"


"ap..aapa? tidak usah bu aku akan mengerjakannya sendiri"


"ya sudah kalau begitu ibu akan pesankan camilan untukmu"


"tidak bu tidak usah aku tidak suka bekerja sambil makan karena itu cukup mengganggu"


"baiklah jika itu maumu ibu akan pergi berendam saja sambil menunggumu selesai"


"baiklah bu aku permisi dulu" ucap rara tersenyum dan meninggalkan nyonya park menuju kamar untuk mengerjakan laporan


setibanya di kamar rara duduk di ujung ranjang


"sudahlah sebaiknya aku mengerjakan pekerjaanku sekarang" ucap rara kemudian bangkit dan duduk di sofa yang berada di kamarnya kemudian membawa laptop miliknya


di tempat lain di ruang tengah jung won dan kedua orang tuanya sedang berbincang jung won dan ayahnya berbicara seputar bisnis


"aahh betapa membosankannya ini aku harus mendengar kalian membicarakan bisnis, jika saja nona kim tidak mengerjakan laporan untuk meeting nanti pasti ibu sudah ada di salon langganan ibu sekarang"


"apa yang ibu katakan?" ucap jung won


"ya ibu mengajaknya untuk pergi bersama ibu ke salon untuk memanjakan diri tapi dia menolak karena harus mengerjakan laporan untukmu meeting malam nanti, apa kau tidak bisa menyuruh yang lain untuk mengerjakan laporannya?" jung won tersenyum mendengar perkataan ibunya tersebut


"sayang sudahlah nona kim sedang mengerjakan tugasnya sebagai sekertaris jung won, kau harusnya senang memiliki menantu yang bertanggung jawab akan tugasnya"


"ya sudah kalau begitu buat kim menjadi sekertarisku saja, aku tidak akan menyuruh dia untuk mengerjakan laporan dan aku hanya menyuruh dia untuk menemaniku" jung won tertawa mendengar ocehan ibunya

__ADS_1


"ibu tidak bisa membuat kim menjadi sekertaris ibu karena dia akan tetap di sisiku" ucap jung won tersenyum


"apa kau bilang, ibu juga berhak bersama kim karena ibu itu ibunya"


"sudah sudah kenapa kalian berdebat seperti ini" ucap tuan park


"sayang apa kau tidak kasihan padaku kemana-mana aku sendiri selama ini, aku hanya di temani pengawal dan supir, aku ingin di temani oleh anak perempuan yang bisa memilihkanku baju yang bisa bertukar pikiran denganku yang bisa memasak denganku"


"iya ibu sekarang sudah ada kim bersamaku ibu bisa mengajaknya kemanapun ibu mau, tapi sekarang dia masih sekertarisku jadi harus bertanggung jawab akan tugasnya"


"kalau begitu kalian menikah cepat agar kim menemani ibu kemanapun ibu mau"


"ibumu benar jung won kau harus segera memikirkan hal ini karena ayah juga menginginkan cucu untuk menemani masa tua ayah"


"aku tau ayah aku sudah memikirkan akan hal itu tapi aku juga tidak mau terburu-buru kim masih membiasakan diri denganku kita baru menjalin hubungan walau aku sudah menyukainya dari dulu tapi berbeda dengannya , dia baru mengenalku saat ini jadi aku masih butuh waktu untuk itu"


"baiklah terserah padamu saja bagusnya bagaimana, ayah hanya bisa menunggu cucu itu datang"


"iya ayah ibu aku akan berusaha membuat kim sepenuhnya yakin padaku agar aku bisa menikahinya dengan cepat" ucap jung won


"yasudah ibu akan mendoakan yang terbaik untuk kalian" ucap nyonya park yang memegang tangan jung won


"terimakasih bu" jung won tersenyum


"baiklah ibu akan berendam dulu ibu sekarang"


ucap nyonya park bangkit dari duduknya kemudian menuju kamar


"ayahpun akan istirahat sebentar ayah merasa lelah hari ini" ucap tuan park beranjak mengikuti sang istri


"kenapa mereka meninggalkanku sendirian, yasudah aku akan membersihkan diriku dulu dan pergi melihat kim nanti" jung won berjalan menuju kamarnya

__ADS_1


__ADS_2