
Rara menuruni tangga menuju ruang makan sambil terus memikirkan "kenapa ada fotoku tersimpan di laci tadi, apa aku salah lihat? tapi aku rasa itu benar aku tapi kenapa presdir menyimpannya? aku harus mencari taunya" tegas rara dalam batinnya
"ini presdir minumlah obatnya karena dr.han menyuruh saya untuk memberikan obat ini pada anda"
"kenapa aku harus meminumnya, aku rasa aku tidak merasakan apa-apa sekarang"
"tapi dr.han menyuruh saya untuk memberikan obat ini pada anda"
"simpanlah disana nanti aku akan meminumnya" ucap jung won melihat ke arah rara.
rara berjalan menuju dapur dan memberaihkan piring kotor, jung won hanya menatap punggung rara.
"kenapa dia terlihat manis sekali" batin jung won
Tidak lama rara selsai membereskan tempat makan dan membersihkan piring kotor, dan dia berjalan menuju jung won
"baiklah presdir saya permisi untuk pulang, karena sata harus pergi ke kantor dan mengganti pakaian saya dulu" ucap rara sambil membungkukan setengah badannya
"tidak bisakah kau tinggal lebih lama?"
rara sontak kaget dengan apa yang jung won katakan tapi dia harus tetap tenang menanggapinya
"maksud presdir? apa perlu saya menelpon nona luna untuk datang ke sini menemani anda?"
"tidak usah aku memintamu yang menemaniku bukan luna"
"kalo begitu kita pergi ke kantor sekarang" jung won bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya
"tapi presdir anda belum sehat, bahkan obatnyapun belum anda minum"
__ADS_1
"sudahlah aku sudah merasa baikan sekarang"
"tapi saya akan pulang dulu untuk mengganti pakaian saya, tidak mungkin saya pergi ke kantor dengan pakaian ini lagi"
jung won menghentikan langkah kakinya dan seketika berbalik melihat rara
"aku akan mengantarmu"
"tapi presdir saya bisa pulang sendiri"
"tidak tunggu aku, aku akan mengantarmu"
jung won terus berjalan menuju kamarnya tanpa menoleh lagi pada rara
"apa yang barusan dia katakan? dia akan mengantarkan aku pulang dan pergi ke kantor bersama? apa maksudnya ini"
rara hanya bisa menunggu jung won dia duduk di sofa sambil memandangi taman depan yang ada di rumah mewah itu
rara kaget dengan suara yang tiba-tiba saja datang daru belakang sontak dia langsung berdiri dan menghadap pada jung won
"tapi presdir"
jung won tidak menjawab dia hanya menampilkan ekspresi dinginnya dan rara tidak bisa menolak itu
"baiklah presdir kita berangkat sekarang"
ucap rara menyerah dan mereka berjalan menuju mobil
rara duduk di sebelah jung won dan mobil melaju menuju apartemen rara
__ADS_1
"apa tidak akan ada masalah jika aku berangkat ke kantor bersama presdir seperti ini, apa orang-orang tidak akan membicarakanku?" batin rara
"apa yang sedang kamu pikirkan" seketika saja rara tersadar dari lamunannya karena suara jung won
"aah tidak saya tidak memikirkan apapun" ucap rara gugup
"apa anda yakin akan pergi ke kantor hari ini anda baru saja pulih apa tidak sebaiknya anda beristirahat di rumah?"
"tidak aku sudah baikan sekarang" ucap jung won dengan sikap dinginnya
sesampainya rara di apartemen dia bergegas masuk karena waktu menunjukan jam 8 pagi itu artinya dia akan terlambat ke kantor
"presdir tunggulah disini saya tidak akan lama"
"baiklah" jung won duduk di sofa dan rara bergegas menuju kamar untuk ganti baju dan bersiap menuju kantor tidak lama dia bersiap dan langsung menghampiri jung won
"kita berangkat sekarang presdir" jung won hanya menatap rara bengong
"dia sangat cantik dengan riasan natural seperti ini" batin jung won
"presdir apa anda merasa pusing?"
"aaahh tidak aku hanya sesikit kedinginan" ucap jung won padahal di apartemen rara menggunakan penghangat ruangan
"apa sebaiknya bapa beristirahat saja"
"tidak tidak ayo kita berangkat"
"tapikan presdir" jung won tidak memperdulikan apa yang sedang rara bicarakan dia terus berjalan menuju pintu
__ADS_1
"apa dia sekeras kepala itu?" ucap rara kesal
rara mengukuti jung won dari belakang dan mereka masuk ke dalam mobil, mobilpun melaju menuju kantor