Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 10


__ADS_3

Sesampainya rara dan min ha di kantor mereka kembali ke meja masing-masing


"kriiiingg" suara telpon


"selamat siang pak apa ada yang bisa saya bantu?" ucap rara


"keruangan saya sekarang, cepat"


"baik pak"


"ada apa dia memanggil mu?, apa da laporan yang belum kau selsaikan?" ucap min ha


"aku rasa aku telah menyelsaikan semuanya"


"terus ada apa dia memanggilmu"


"aku tidak tau, aku pergi dulu saja"


rara berjalan menuju pintu presdir


Tok Tok Tok


"masuk"


"maaf pa apa anda memanggil saya?"


"ya kemarilah"


rara masuk kemudian menghampiri presdir


"apa kamu tau cara untuk membuat laporan dengan benar? apa ini yang di sebut dengan laporan?" bentak jung won dan melemparkan kertas di mejanya tepat berhadapan dengan rara


"maaf pak saya akan memperbaiki semuanya" ucap rara dengan tubuh setengah membungkuk


"kamu mau memperbaiki semua ini, tapi saya mau laporan ini beres besok pagi saya akan memeriksanya"


"baik pak akan saya kerjakan" ucap rara dan mengambil laporan di meja jung won


"yasudah cepat kerjakan saya tidak mau menerima alasan apapun" ucap jung won sebari memutarkan kursi membelakangi rara


"baik pak, saya permisi"


ya tuhan apalagi ini apa kau sedang menguji kesabaranku batin rara.


dia kemudian kembali ke meja disana min ha tidak ada


"kenapa min ha apa mungkin dia sedang menemui divisi marketing untuk meminta laporan?"


"huh padahal aku butuh bantuannya, mana mungkin laporan segini banyaknya bisa selesai nanti pagi, oh tuhan beri aku kesabaran"


"oppa kapan kau akan menjemputku aku sudah siap jika kau ingin menjemputku sekarang" harap rara pada laki-laki yang dia pun tidak tahu sama sekali


rara mulai frustasi akan tinggah bosnya yang makin hari makin membuat kesabarannya habis.


dia mulai serius menatap komputer di depannya agar laporan yang di minta jung won segera selesai karena dia tidak mau kena marah lagi walaupun dia harus lembur


"kim apa pekerjaanmu masih banyak? ini sudah menunjukan jam pulang tapi kau masih serius mengerjakan laporan itu"


"masih banyak yang harus ku selsaikan, kau pulanglah duluan aku sepertinya akan lembur"


"baiklah jika masih banyak yang harus di kerjakan simpan sebagian pekerjaan biar aku besok yang mengerjakannya"


"tidak usah min ha sepertinya malam ini juga aku selsaikan"

__ADS_1


"baiklah aku pergi pulang duluan kamu gapapakan aku tinggak sendiri?"


"aku gapapa ko cepatlah pulang nanti keburu pacarmu marah"


"iya baiklah selamat sore kim bye"


"bye" rara menjawab dengan mata tetap fokus pada layar


ceklek pintu presdir terbuka dan dengan sigap rara berdiri memberi hormat padanya


"kenapa masih disini?"


"iya pak sepertinya saya akan lembur untuk merevisi laporan yang bapa minta"


"oke baiklah lanjutkan" ucap jung won dengan muka dinginnya


"baik pa"


jung won berjalan menuju lift dan terlihat menelpon seseorang


waktupun tidak terasa sudah gelap rara masih sibuk berkutat di depan komputer dan akhirnya


"hah akhirnya selsai juga" rata mengambil nafas panjang


"oh tuhan ini sudah gelap, aku terlalu sibuk sampai-sampai tidak tahu sekarang jam berapa"


"aku sebaiknya pulang sekarang karena aku merasa sangat lapar"


rara membereskan meja dan kemudian berjalan menuju lift


Tiing


lift terbuka dia rara masuk, dan sesampainya di lobby perusahaan terlihat kwon sudah menunggunya


"selamat malam nona, mari saya antar" ucap kwon dengan membukakan pintu mobil


"baik terimakasih" ucap rara yang kemudian masuk ke dalam mobil


di dalam mobil dia terus memikirkan kenapa kwon bersikap seperti ini dan dia memberanikan diri untuk bertanya


"apa saya boleh bertanya?"


"silahkan nona"


"apa hanya aku saja yang mendapatkan perlakuan seperti ini?"


"masksud nona?"


"maksud saya teman saya min ha dia tidak pernah di antar jemput dengan mobil perusahaan seperti ini, dan saya liat karyawan yang lain juga sama?"


"emmm itu nona saya" ucap kwon gugup


"kenapa kamu gugup seperti itu jawablah" ucap rara penasaran


"emm... itu nona saya di perintahkan oleh tuan besar"


"apa benar seperti itu? apa kamu tau alasannya apa?"


"saya tidak tau nona saya hanya mendapat perintah saja"


"oh baiklah kalo begitu"


"aku rasa dia sudah mulai curiga, aku harus lapor" batin kwon

__ADS_1


"tuan apa bisa kita berhenti dulu di restoran itu? aku rasa aku lapar ingin membeli sesuatu" ucap rara menunjuk restoran


"baiklah nona"


mobilpun menepi dan berhenti tepat di depan restoran itu


"tunggu sebentar saya akan kembali setelah membeli makanan itu"


"baiklah nona"


rarapun turun dan masuk ke dalam restoran membeli ramen dan tteokbokki kesukaannya


"bi saya mau ramen 2 dan ttrokbokki 2"


"baiklah nona silahkan menunggu"


rara kemudian duduk menunggu pesanannya, di dalam mobil kwon sedang menelpon seseorang


"bos sepertinya nona sudah mulai curiga"


"baiklah" kemudian kwon menutup telpnnya karena melihat rara berjalan menuju mobil, ketika dia masuk


"tuan kwon ambil ini untukmu, sebagai ucapan terima kasih dariku" ucap rara sambil menyodorkan satu kantong ramem dan tteokbokki


"aahhh... nona saya tidak bisa menerimanya nanti bos marah" ucap kwon keceplosan


"bos siapa bos mu itu?"


"eeehh maaf nona maksud saya, saya akan menerimanya karena saya juga sangat lapar tadi saya pulang mengantarkan bos in jung menemui teman lamanya" ucap kwon beralasan


"oh seperti itu, tuan maafkan karena saya anda harus mengantar saya bekerja dan menjemput saya pulang"


"tidak apa-apa memang sudah tugas saya"


kwon mengambil kantong makanannya dari tangan rara dan kemudian mobil melaju


"apa tadi dia bilang bos? tidak biasanya dia memanggil tuan besar dengan sebutan bos? pasti ada yang dia sembunyikan dariku, aku harus mencari tau" batin rara


tidak terasa sudah sampai di apartemen rara kemudian rara turun dati mobil dan kwon mengikutinya


"tuan kwon biar saya naik sendiri amda tidak usah mengantar saya"


"tapi nona"


"sudahlah sebaiknya anda pulang karena ini sudah larut, terimakasih sudah mengantar saya"


"baiklah kalo begitu, saya permisi" icap kwon dan membungkuk kan badannya


"berhati-hatilah"


tapi bukannya rara masuk kedalam apartemen dia malah berbalik menaiki taxi untuk mengikuti kwon kemana dia akan pergi


"tuan ikuti mobil di depan itu"


"baiklah nona"


"maafkan aku tuan kwon aku mencurigaimu padahal kau sangat baik padaku, tapi aku ingin tahu alasan kenapa kau begitu baik padaku" batin rara


mobil kwonpun memasuki komplek yang sangat elite terlihat dari rumah mewah yang berjejer di sepanjang jalan.


dan kwon pun berhenti di depan sebuah rumah sangat megah dan terlihat mobil yang terparkir di depannya


"mobil itu, apakan mobil itu punyaaaa? ah tidak mungkin"

__ADS_1


__ADS_2