Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 65


__ADS_3

Semalaman jung won terjaga menunggu rara sesekali dia tertidur di samping rara tanpa melepaskan pegangan tangannya pada tangan rara. pagipun tiba jung won terbangun dan melihat rara masih terjaga


"Tok tok tok"


"masuklah"


"presdir aku membawakan baju ganti untukmu" ucap kwon


"baiklah, simpan saja di atas meja, kau boleh pergi" ucap jung won


"baik, saya permisi"


setelah kwon pergi jung won pergi membersihkan diri dan mengganti baju yang dia pakai. setelah selesai jung won menghampiri rara yang masih terlelap


"apa obatnya membuat dia tertidur sepulas ini" ucap jung won sambil mengelus pipi rara dengan lembut. namun tangan jung won yang dingin membuat rara terusik dan dia membuka matanya


"won, apa ini sudah pagi?"


"sayang apa kau sudah bangun, ya ini sudah pagi"


"apa aku tidur nyenyak sekali sampai aku lupa waktu" ucap rara lemas


"tidak apa kau istirahatlah, sebentar lagi jadwal operasimu apa kau sudah siap?"


"won aku takut"


"tidak apa kim kau akan baik-baik saja"


"apa tanganku bisa aku gerakan lagi setelah operasi?"


"tentu saja kau akan pulih kembali dan bisa menggerakan tanganmu lagi" ucap jung won mengelus lembut rambut rara


"Tok tok tok"


"masuklah"


"selamat pagi tuan, saya akan memberikan obat untuk nona kim dan membawa nona untuk bersiap operasi saat ini"

__ADS_1


"won apa aku akan operasi sekarang? apa itu sakit?" ucap rara memegang tangan jung won


"aku tidak akan membiarkan satupun orang menyakitimu, dokter akan melakukan yang terbaik untukmu jadi tenanglah" jung won menenangkan rara


lalu perawat membawa rara keluar, jung won tentu saja mengikutinya mengantarkan rara menuju ruang operasi. setelah sampai jung won hanya bisa menunggu di ruang tunggu operasi dia menunggu dengan resah dan tidak tenang


sementara di kantor kwon sedang sibuk memimpin rapat tiba-tiba saja salahsatu karyawan memberitahunya jika tuan park datang dan berada di ruangan jung won menunggunya seketika rapat pun di hentikan. kwon keluar menuju ruangan jung won. disana tuan park dan nyonya park menunggunya


"selamat pagi tuan park selamat pagi nyonya park, apa anda membutuhkan sesuatu?"


"kwon dimana jung won dia tidak mengangkat telpon ku dan menjadi sulit di hubungi, ada apa ini apa dia tidak merasa bersalah sudah membuat dong joon seperti itu?" ucap tuan park dengan amarahnya


"sayang tenanglah, pasti ada alasan kenapa won berbuat seperti itu. kwon tolong jelaskan pada kami ada apa sebenarnya? dan dimana won sekarang" ucap nyonya park pada kwon


"presdir sekarang sedang berada di rumah sakit, karena nona kim sedang menjalani operasi hari ini"


"apppaaaa kau bilang? apa yang terjadi pada kim sehingga dia harus di operasi, jawab kwon" ucap nyonya park kaget dan membentak kwon. sementara tuan park yang mendengarnya menoleh dengan mimik muka kagetnya


"maaf tuan park dan juga nyonya park saya tidak menjelaskan kejadian yang sebenarnya sehingga membuat anda salah paham terhadap presdir. kejadian presdir memukul tuan dong joon hingga dia mengalami patah tulang di sekujur tubuhnya karena presdir menemukan fakta jika tuan dong joon menggelapkan dana perusahaan sehingga membuat presdir memecatnya. dan tuan dong joon mengunci nona kim di ruangannya dan mencoba untuk memerkosanya serta menganiayanya sehingga nona kim mengalami patah tulang di lengan kirinya dan juga luka lebam di sekujur tubuhnya yang membuat presdir sangat marah dan memukul tuan dong joon secara membabi buta"


"app appp apppa kau bilang, aaahhh aku tidak percaya ini apa ini semua benar?" ucap nyonya park dengan ekpresi kagetnya dan memegang dadanya seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi pada kim dan jung won


"ya tuan nona kim sedang menjalani operasi saat ini dan presdir sedang menunggunya"


"antarkan aku ke rumah sakit sekarang aku ingin melihat keadaan won dan kim" ucap nyonya park bangkit dari duduknya di ikuti tuan park


mereka menuju rumah sakit dengan perasaan khawatir sepanjang jalan nyonya park meminta supir untuk melajukan mobilnya cepat namun tuan park mencoba menenangkannya. tidak lama mereka sampai di rumah sakit dan dengan cepat berjalan menemui jung won yang sedang menunggu rara


"won" suara nyonya park membuat jung won menoleh kearah sumber suara


"ibu, ayah"


"bagaimana keadaan kim won apa dia baik-baik saja? apa kau juga terluka?" ucap nyonya park duduk mendekati won


"ibu tenanglah aku tidak terluka, kim dia sedang berada di dalam tenanglah bu dokter akan melakukan yang terbaik untuk kim"


"ibu merasa khawatir padamu dan kim, bagaimana bisa orang itu ingin melukai putri ibu" ucap nyonya park menangis menutupi wajahnya dengan tangannya

__ADS_1


"ibu tenanglah semua akan baik-baik saja"


"sayang tenangkan dirimu kim akan baik-baik saja" ucap tuan park


"aku tidak tau jika sesuatu hal terjadi pada anakku"


"bu tenanglah" ucap jung won


tidak lama dokter keluar dari ruangan operasi dan semua bangkit berjalan menuju dokter choi


"bagaimana dokter apa kim baik-baik saja?"


"operasi berjalan dengan lancar nona kim baik-baik saja, dia sedang berada di ruang pemulihan sekarang" ucap dokter choi


"bu kim baik-baik saja, jadi tenanglah" ucap jung won pada nyonya park


setelah rara di pindahkan kembali ke ruangannya jung won nyonya park dan tuan park menunggu rara sadar. jung won sesekali membelai lembut pipi rara dan menciumi tangan rara


"won apa kau sudah makan?" tanya nyonya park


"tidak bu aku belum mau makan sebelum kim siuman, aku belum tenang"


"won makanlah dulu biar ayah dan ibu menjaga kim saat ini, kau juga perlu istirahat dan makan"


"tidak ayah aku akan menjaga kim disini"


"kau ini sungguh keras kepala"


"ibu dan ayah akan membelikanmu makanan kau tunggulah sebentar"


"tidak usah bu aku tidak ingin makan saat ini"


"won makanlah sedikit agar kau tidak sakit" ucap nyonya park memegang kedua pipi jung won


"tapi bu aku sungguh tidak ingin makan saat ini"


"baiklah ibu tidak akan memaksamu, tapi ibu akan membelikanmu susu dan buah kau harus memakannya" ucap nyonya park

__ADS_1


kemudian nyonya park dan tuan park meninggalkan jung won


__ADS_2