
"nona kim kata beliau kamu yang harus mengantarkannya sendiri bukan saya, karena dia tidak menerima alasan apapun" ucap min ha kesal
"aku bilang juga apa pasti tidak bisa"
"tapi kan apa bedanya antara kamu yang antar dan aku yang antar toh isi laporannya juga akan tetap sama kan"
"sudahlah dia kan tipe orang yang mudah untuk di mengerti, sini biar aku saja kamu lanjutkan pekerjaanmu" ucap rara berdiri dan mulai berjalan menuju ruangan presdir
Tok Tok Tok
"masuk"
"maaf pa saya akan mangantarkan ini" rara memberikan laporan pada jung won menggunakan tangan kanan yang terlihat jelas ada plaster yang menempel
"ini laporan yang kemarin sudah saya susun kembali atas permintaan bapak, sekali lagi maafkan saya atas kesalahan saya kemarin"
"jika tidak ada lagi yang bisa saya bantu, saya permisi"
"tunggu"
kata-kata itu membuat rara kembali membalik badan ke hadapan jung won
"iya, ada yang bisa saya bantu lagi pak?"
"apa lukamu parah? apa sudah di periksa ke dokter atau rumah sakit?"
"oh ini, ini hanya luka kecil pa saya sudah mengoleskan cream dan juga menggunakan plaster ini, saya rasa sudah cukup"
jung won hanya menatap rara tanpa berkata apapun lagi
"kalo begitu saya permisi pak"
rara berjalan menuju pintu dan dia kembali ke meja untuk kembali bekerja
sesekali dia memikirkan tingakah presdir yang bertanya padanya seperti itu
"ada apa dengannya bukankah selama ini dia tidak pernah peduli dengan apapun juga" batin rara
"hey hayo ngelamun, lagi ngelamunin apaan sih aku jadi penasaran?"
"apa kamu tidak bisa tidak mengagetkanku lagi"
"baiklah maaf maaf abisnya dari tadi aku perhatiin kamu ngelamun"
"tidak aku tidak sedang memikirkan apapun hanya saja tangan ini terasa sakit" alesan rara
"apa perlu kita ke dokter"
"tidak tidak aku rasa sakitnya hanya sebentar"
__ADS_1
"yasudah kalo begitu, lets go kita makan siang aku akan mentraktirmu makan di tempat makan yang enak sekali"
"wow kamu sangat baik, tapi sebentar aku harus mengantarkan ini dulu ke ruangan presdir"
"baiklah aku tunggu di bawah ya, jangan lama"
"baiklah"
Tok Tok Tok
"masuk"
"maaf pa ini berkas yang bapa minta"
"baik terimakasih"
"sekarang sudah waktunya makan siang pak apa bapa mau saya pesankan sesuatu untuk makan siang?"
"tidak tidak"
"baiklah kalo begitu saya permisi"
"eh tunggu tunggu, mau makan siang kemana?"
"saya akan makan siang bersama min ha kami akan makan siang ke restoran yang tidak jauh dari sini"
"oh baiklah saya juga akan keluar sebentar lagi" ucap jung won dengan dinginnya tanoa menoleh sedikitpun pada rara
"baiklah kalo begitu saya permisi"
"kenapa kamu lama sekali perutku sudah sangat lapar" min ha kesal
"maaf tadi dia lama sekali bertanya"
"dia bertanya apa? jangan bilang dia mau ikut makan siang dengan kita" ucap min ha sambil menahan senyumnya
"kamu ini bicara kemana saja, ayo cepat jalan katanya sudah sangat lapar kalo terus berbicara seperti ini bisa-bisa aku pingsan menahan lapar"
"iya iya nona kim"
mobil pun melaju pada restoran yang min ha tuju, sesampainya mereka disana kemudian mereka duduk dan memesan beberapa makanan
"apa ini restoran khas korea?"
"ya ini restoran khas korea apa kamu baru pertama kali kesini?"
"ya tentu, walaupun aku udah hampir 1 bulan disini aku belum pernah makan di luar di restoran korea seperti ini"
"astaga nona kim maafkan aku tidak pernah mengajakmu jalan-jalan" ucap min na dan memeluk rara
__ADS_1
"tidak apa-apa lagian kan kamu sudah janji mau mengajakku jalan-jalan kapan-kapan"
"tentu nona kim aku akan membawamu keliling korea"
"terimakasih nona min ha anda begitu baik pada saya"
mereka menunggu pesanan seraya mengobrol dan sesekali tertwa, tidak lama makananpun datang
"waaahhh kelihatannya enak sekali"
"kamu suka abiskan semuanya aku traktir kamu anggap saja hadiah untukmu"
"baiklah akam aku habiskan tanpa tersisa sedikitpun"
di sela sela makan siang mereka rara ini sekali menanyakan sesuatu kepada min ha
"apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?"
"kau mau bertanya apapun aku jawab asal jangan menanyakan pacarku saja" ucap min ha sebari tertawa
"kau ini bisa-bisanya berkata seperti itu"
"baiklah jadi apa yang mau kau tanyakan?"
"apa setiap karyawan perusahaan akan di antar jemput dengan menggunakan mobil pribadi?" seketika pertanyaan rara pada min ha membuat min ha tersedak
"uhuuk uhuuuk"
"hey kamu kenapa, ini minumlah" ucap rara sebari menepuk nepuk punggung min ha
"apa kamu bilang tadi, itu sangat lucu hahaha" min ha tertawa
"apanya yang lucu sih?"
"kamu yang lucu bisa-bisanya bertanya tidak masuk akal seperti itu"
"tidak masuk akal katamu?"
"iya itu tidak masuk akal, mana ada perusahaan yang mengantar jemput karyawannya menggunakan mobil pribadi"
"apa benar begitu?"
"ya tentu saja kau ini sangat lucu jika memang perusahaan melakukan hal itu aku akan dengan senang hati menjual mobilku kembali karena aku sudah muak menyetir sendiri"
"kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?"
"oohhh.. tidak tidak aku hanya ingin bertanya saja"
"oh baiklah sekarang habiskan makananmu"
__ADS_1
suasana heningpun menyinggapi meraka dalam batin rara bertanya "apa benar yang di ucapkan minha? kenapa tidak sesuai dengan jawaban tuan kwon, aku bahkan hampir setiap pagi dan pulang kerja di antar jemput menggunakan mobil itu, tapi sekarang minha bicara itu tidak mungkin, aku curiga kalaubdi antara mereka berdua ada yang berbohong salah satu aku harus mencari taunya"