
" Harus aku akui, bahwa dia memiliki keberanian yang besar , dia secara terang-terangan menginginkan yang bukan miliknya," ucap salah satu pemuda tersebut
"iya kau memang benar ,dia memang memiliki keberanian yang besar tapi apakah dia mampu, untuk melawan kita," tanya pemuda yang lain
"hemp,kita tidak boleh meremehkannya , biar bagaimanapun kita belum tahu kekuatan dari pihak lawan ,oleh karena itu kita harus lebih berhati-hati , dan tetap tingkatkan kewaspadaan jangan sampai lengah," ucap pemuda yang lain, yang dibalas anggukan oleh mereka
mereka terus membahas rencana untuk memperketat penjagaan dan juga menempatkan beberapa anak buah di acara tersebut mereka membahas hal itu hingga larut malam saat tengah malam mereka baru membubarkan diri dan keluar dari tempat itu,
Beberapa hari setelah perencanaan yang matang, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, hari ini adalah hari bahagia bagi keluarga besar Pratama, dan keluarga besar Aditama,
mereka semua telah berkumpul di satu ruangan yang cukup luas pengantin pria telah duduk di depan penghulu dengan wajah yang tegang bahkan disertai dengan degup jantung yang tak beraturan,
matanya terus sama lirik ke lantai atas, begitu juga dengan para tamu undangan yang hadir mereka semua juga tengah menantikan, sang pengantin wanita,
__ADS_1
Pandangan mereka teralihkan pada sosok yang tengah menuruni anak tangga, dengan dibantu oleh beberapa orang, Stella turun mengenakan kebaya pengantin berwarna putih, terlihat sangat cantik,
bahkan pandangan Saga, tak dapat teralihkan oleh sosok cantik yang berada di sampingnya saat ini, Dion menepuk pundak sang kakak, sehingga lamunan Saga pun terhenti, dan kembali tersadar, tuan Aditama dan Bram tak mampu untuk menahan senyum diwajah mereka,
begitu juga dengan adik-adiknya Saga, mereka berempat juga tak dapat menahan diri mereka untuk tidak tersenyum melihat tingkah kakak mereka,
setelah itu acara pun dilanjutkan dengan ijab Kabul yang dilakukan oleh Saga, walau tak lama terdengar suara sah dari para tamu undangan yang hadir,
Michael, Dion, Rayhan, dan Adrian, mereka tersenyum lega, karena melihat orang yang mereka sayangi telah bersatu, dalam hati mereka, sangat bersyukur, karena mengingat begitu banyak hal yang telah terjadi,
akhirnya mereka dapat bersatu dalam ikatan pernikahan, begitu juga dengan tuan Aditama dan putranya, yang merasa begitu bahagia, walaupun Stella bukan keluarga mereka,
namun mereka sangat menyayangi Stella seperti keluarga sendiri, mereka dapat melihat kebahagiaan terpancar dari wajah Stella, gadis itu terlihat sangat bahagia, bahkan senyum bahagia diwajahnya tidak pernah luntur, mereka berharap, kebahagiaan itu selalu menyertai gadis itu,
__ADS_1
" Tuan Aditama," sapa seseorang, tuan Aditama yang merasa namanya dipanggil pun langsung melihat kearah orang yang memanggilnya,
" oh, tuan Adrian, ada apa" tanya tuan Aditama kepada Adrian
" Ada sesuatu yang harus kami sampaikan kepada kalian", ucap Adrian dengan nada serius
Tuan Aditama dan Bram pun, saling pandang, dan tak lama mereka mengangguk tanda mengerti, mereka pun pergi meninggalkan ruang pesta tersebut
mereka bertiga pergi ke arah belakang mansion tersebut, Tuan Aditama dan Bram, terus mengikuti langkah Adrian hingga mereka sampai di sebuah pintu yang terletak cukup tersembunyi antrian pun membuka kunci pintu tersebut dan bukanya,
dia mempersilahkan tuan Adrian dan Bram untuk masuk terlebih dahulu, setelah itu dia kembali melihat sekeliling tempat tersebut yakin bahwa tidak ada seorangpun yang melihat mereka dia pun langsung menutup dan mengunci pintu tersebut dari dalam,
...kemudian diapun melanjutkan langkahnya dibalik ruangan tersebut terlihat tuan Andrian dan Bram, yang menunggu dirinya, dia pun langsung mengajak mereka, untuk memasuki sebuah ruangan tersembunyi...
__ADS_1