
Setelah selesai menonton film jung won kemudian menggendong tubuh rara menuju mobil, pelayan yang ada di sana memperhatikan dalam diam
"betapa beruntungnya wanita itu memiliki kekasih yang sangat mencintainya" ucap salah satu pelayan
"ya itu benar bahkan dia menyewa bioskop ini hanya untuk bersama wanita itu, oh tuhan aku mau memiliki kekasih seperti itu" jawab pelayan lainnya
sesampainya jung won di depan mobil yang ternyata sudah ada supir yang menunggu mereka
jung won dengan sangat berhati-hati memasukan rara kedalam mobil dan dia sendiri duduk di sebelah rara kemudian memposisikan kepala rara di pangkuannya dengan begitu dia bisa jelas melihat wajah rara
"kenapa dia cantik sekali walaupun sedang tertidur seperti ini?" ucap jung won yang kemudian membelai lembut pipi rara
"ada apa denganku aku begitu mencintainya bahkan aku tidak mau dia meninggalkanku, aku akan berusaha semampuku hanya untuk terus bersamanya, dia alasanku kembali membuka hati dan mencoba membuka lembaran baru dalam hidupku setelah rasa sakit dan amarah menguasai hatiku selama ini" batin jung won yang masih memandangi wajah rara
"tuan kita sudah sampai" ucap supir pada jung won
"baiklah terimakasih" ucap jung won
"apa perlu saya bantu" ucap supir yang sudah membukakan pintu untuk jung won
"tidak usah, biat aku saja"
tidak lama jung won menggendong rara keluar dari mobil dan berjalan memasuki apartemen.
setibanya jung won di apartemen kemudian menuju kamar rara dan dan menidurkan rara di tempat tidur
"huhuhhuh kenapa dia berat sekali? padahal badannya kecil" ucap jung won dengan nafas berat
jung won kemudian menyelimuti rara dan membelai rambut rara
"selamat malam sayang"
cuppp
jung won mencium pucuk kepala rara.
jung won kemudian meninggalkan rara yang tertidur untuk menuju kamarnya
pagi pun tiba rara masih terjaga dalam tidurnya kemudian terbangun karena suara seseorang
"sayang bangunlah ini hari natal kita pergi beribadah" ucap jung won
rara mulai membuka matanya dan melihat jung won berada di sampingnya.
"apa ini sudah pagi? kenapa aku merasa sangat lelah sekali" ucap rara mencoba bangkit dari tidurnya
"maafkan aku karena semalam kau harus menemaniku menonton film sampai larut"
"tidak apa aku senang bisa menemanimu" ucap rara tersenyum
__ADS_1
"baiklah sekarang kau bersiaplah aku akan menunggumu di luar, ayah dan ibu mereka sudah berangkat sedari tadi karena mereka tidak mau membangunkanmu"
"appaa? kenapa kau tidak membangunkanku lebih awal?"
"aku juga baru bangun dan langsung bersiap, dan baru membangunkanmu sekarang"
"kau ini aku jadi malu karenanya"
"sudahlah kau pergi mandi, aku akan menyuruh pelayan untuk membuatkan kita sarapan" ucap jung won yang kemudian berlalu keluar kamar rara
rarapun bangkit menuju kamar mandi dan membersihkan diri kemudian dia bersiap untuk beribadah di hari natal
rarapun siap untuk berangkat dia membekal sarapannya yang berupa sandwich dan susu hangat kesukaannya, di dalam mobil jung won di suapi oleh rara karena mereka tidak punya banyak waktu lagi
"aaaa aaa bukalah mulutmu" ucap rara pada jung won yang kemudian membuka mulutnya untuk menerima suapan sandwich dari rara
tidak terasa mereka menghabiskan semua sarapannya dan tidak lama mereka sampai di gereja untuk beribadah, rara dan jung won masuk dan mulai beribadah bersama
cukup lama mereka beribadah akhirnya selesai jung won dan rara berjalan menuju mobil untuk kembali ke apartemen di ikuti oleh tuan park dan istrinya
"apa sebaiknya kita makan siang dulu di luar bersama?" ucap nyonya park
"ya itu ide bagus sayang" jawab tuan park
"baiklah aku setuju saja"
"sayang kau naiklah bersama ibu di mobil ini" ucap nyonya park pada rara
"tidak apa-apa kau naiklah dan duduk di sebelah ayahmu aku akan duduk dengan kim" ucap nyonya park
"baiklah kalau begitu aku menyuruh supir untuk membawa mobilku"
kemudian merekapun menaiki mobil yang sama dan mobil itu melaju ke arah restoran khas jepang
"sayang apa kau sakit? mukamu terlihat pucat" ucap nyonya park khawatir
"tidak bu aku tidak apa-apa hanya saja sedikit lelah"
"apa kau sakit?" ucap jung won
"dia kelelahan, sepertinya banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan hingga kelelahan seperti ini" ucap nyonya park sedikit kesal pada jung won
"sudahlah bu aku tidak apa-apa hanya kelelahan sedikit"
"baiklah setibanya kita di restoran kau makanlah yang banyak agar tubuhmu kuat sayang"
"bu jangan membuat dia memakan makanan yang banyak, semalam aku menggendongnya tubuhnya terasa berat bu"
"baguslah kalau begitu jika kau ingin menggendongnya kau harus berpikir dua kali untuk itu" ucap nyonya park kemudian tertawa
__ADS_1
sampailah mereka di restoran yang di maksud dan merekapun turun berjalan memasuki restoran
"selamat siang, mari silahkan saya antar" ucap salah satu pelayan mereka berjalan mengikuti pelayan tersebut kemudian mereka duduk dan memesan beberapa makanan pada pelayan, sambil menunggu pesanan datang mereka berbincang tidak lama pesanan datang dan mereka mulai makan
"makanlah ini supaya badanmu kuat" ucap nyonya park yang memberi potongan daging ikan tuna pada rara
"baik terimakasih"
"habiskan makanannya supaya kau tidak sakit" ucap jung won
cukup lama mereka makan dan menghabiskan semuanya
"sekarang saatnya untuk tukar kado" ucap nyonya park
"apa? tukar kado? aku bahkan tidak menyiapkan kado apapun untuk kalian" ucap rara kaget
"tidak apa sayang karena menurut kami kau adalah kado natal tahun ini" ucap nyonya park tersenyum.
"baiklah kalau begitu kalian bisa menuliskan apa yang kalian mau dariku, aku akan berusaha untuk memberinya di lain waktu"
"baiklah kalau begitu, kita akan menuliskan permintaan kita di kertas tapi kau harus membacanya setibanya di rumah, benar kan sayang" ucap nyonya park pada suaminya
"ya benar" ucap tuan park
jung won yang pertama memberi ayahnya sebuah kotak kecil
"maaf ayah aku hanya bisa memberimu ini dan belum bisa memberikan permintaan terbesarmu" ucap jung won pada ayahnya
kemudian jung won memberi ibunya sebuah kotak
"ini untuk ibu dan semoga ibu suka, karena aku membelinya bersama kim"
"oiya? ibu jadi penasaran"
dan jung won memberi rara sebuah coklat dengan pita merah di luarnya
"dan ini untukmu, semoga kau suka aku membelikannya di supermarket tadi pagi sebelum membangunkanmu" ucap jung won tertawa
"baiklah terimakasih" ucap rara tersenyum
"apa kau sangat senang aku memberimu coklat?" ucap jung won yang melihat rara tersenyum melihat coklat yang jung won berikan
"ya aku sangat menyukainya"
"kau ini bodoh sekali kenapa begitu senang mendapatkan kado coklat di hati natal"
"memangnya kenapa jika ini coklat? aku rasa ini sangat manis" ucap rata tersenyum
"sudahlah sebaiknya kalian hentikan perdebatan itu"
__ADS_1
"dan sekarang bukalah kado yang sudah kalian dapatkan" ucap nyonya kim dengan nada gembiranya