Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 69


__ADS_3

jung won yang melihat rara kesal hanya tersenyum kemudian mengusap kasar rambut rara hingga terlihat sedikit berantakan. jung won berjalan menuju sofa dan membuka paperbag yang kwon bawa tadi tanpa memperdulikan rara yang terlihat kesal padanya


"kenapa kau melihatku seperti itu? apa aku terlihat sangat tampan hingga membuatmu mencintaiku" goda jung won


"siapa yang bilang kalau aku mencintaimu?"


"apa kau lupa kau mengatakan apa padaku tadi, apa kau mau aku membantumu mengingatnya" goda jung won yang membuat rara mengambil remote ranjangnya dan menurunkannya pada posisi tidur


"dasar menyebalkan" gerutu rara tanpa dia sadar jung won sudah ada di sebelahnya


"apa kau mau tidur? apa perlu aku temani"


"tidak kau pergi saja aku akan tidur kau tidak usah menggangguku" ucap rara dengan menutup matanya dan menarik selimutnya. tapi jung won menaikan ranjang rara ke posisi tadi


"kau, apa yang kau lakukan kenapa menaikan lagi ranjangku"


jung won kemudian mencium dahi rara dan mengelus lembut pipinya


"temani aku makan, jangan kesal padaku maafkan aku" ucap jung won tersenyum kemudian mengambil makanan dan memakannya di dekat tempat tidur rara menghadap ke arah tv. rara yang tadinya kesal menjadi luluh kembali atas perlakuan lembut jung won


"won aku ingin menonton drama, aku kesal harus terus tidur seperti ini, bisakah kau mengambilkan remote tv untukku"


"baiklah sayang, tunggulah sebentar"


rara kemudian menyalakan tv dan menonton drama kesukaannya di temani oleh jung won yang sedang memakan makan malamnya. tidak lama jung won selesai menghabiskan makan malamnya kemudian dia mengambil buah dan menghampiri rara yang sedang fokus melihat drama


"sayang apa kau mau buah? aku akan mengupaskan apel untukmu"


"ini makanlah" ucap jung won memberikan sepotong apel yang sudah di kupas pada rara. rara menoleh pada jung won dan mengambil potongan buah apel yang di berikan jung won padanya


"won"


"emmm"


"kau terlihat seperti pria yang ada di drama itu, dia tampan baik dan juga lucu"


jung won kemudian melihat ke arah tv


"apa kau bilang, aku bahkan lebih tampan darinya bagaimana bisa aku di samakan dengannya" ucap jung won santai

__ADS_1


"kau ini, dasar menyebalkan" ucap rara dengan tatapan kesal pada jung won


"ini potongan terakhir"


"aku tidak mau memakan apel itu, aku ingin memakanmu" ucap rara kesal yang membuat jung won tertawa mendengarnya


"apa kau sanggup memakanku? tubuhku besar bagaimana caramu memakanku" goda jung won


rara kemudian menurunkan ranjangnya dan membalikan kepalanya agar tidak melihat ke arah jung won


"hey nona apa sekarang kau marah lagi padaku? kenapa kau cepat sekali merasa kesal padaku" ucap jung won tersenyum


jung won kemudian bangkit dan menyelimuti rara dan mencium dahinya


"good night"


"saranghae" ucap jung won yang menyelus lembut dahi rara, yang tanpa sadar rara tertidur. jung pun won berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya. cukup lama dia membersihkan diri kemudian dia keluar melihat rara terbangun


"sayang kenapa kau terbangun?" ucap jung won yang kemudian menghampiri rara dan mengelus rambutnya


"won aku merasa tidak enak karena aku belum membersihkan gigiku, apa kau bisa membantuku ke kamar mandi?"


kemudian jung won membantu rara turun dan duduk di kursi roda


"won sampai sini saja aku bisa membersihkan gigiku sendiri kau tunggulah jika sudah selsai aku akan memanggilmu"


"tidak aku akan membantu membersihkan gigimu"


"tapi won"


jung won kemudian mengambil sikat gigi mesin dan memberikan sedikit odol


"aaaa buka mulutmu aku akan membersihkannya"


"won aku bisa melakukannya sendiri


"sudahlah jangan banyak bicara sekarang bukalah mulutmu"


rara membuka mulutnya kemudian jung won membersihkan giginya. rara hanya terdiam melihat ke arah jung won. tidak lama mereka beres kemudian rara kembali ke tempat tidurnya

__ADS_1


"sekarang tidurlah" ucap jung won menyelimuti rara


"won kenapa kau membantuku menbersihkan gigiku, kau ini seorang pimpinan perusahaan besar dan juga terbaik di asia kenapa kau melakukannya?"


jung won melihat rara dan mengusap pipinya dengan lembut


"ya kau benar aku adalah pemimpin perusahaan besar dan terbaik di asia tapi aku manusia yang hanya mencintai wanita manis ini saja dan akan rela melakukan apapun untuk menjaganya"


"won terimakasih kau mau melakukan apapun untuk menjagaku" ucap rara tersenyum haru


"sudahlah berhentilah berterima kasih padaku, sekarang kau tidurlah"


"apa kau tidak akan tidur?"


"tentu aku akan tidur di sini di sampingmu" ucap jung won


"tidak seperti itu won, nanti punggungmu akan terasa sakit, kau tidurlah di ranjang itu, ranjang tempat menunggu pasien" ucap rara menunjuk tempat tidur yang ada di ruangannya


"tidak itu terlalu jauh darimu"


"tidak won tidak akan terjadi apa-apa padaku"


"baiklah jika kau memaksaku tidur di ranjang itu" won berjalan menuju tempat tidur itu, namun kemudian dia mendorong tempat tidur itu tepat di sebelah tempat tidur rara


"bagaimana jika seperti ini?"


"woooonnn apa yang kau lakukan, bagaimana bisa kau memindahkannya"


"aku akan tidur di sebelahmu dan memegang tanganmu" ucap jung won tersenyum


"tapi won bagaimana jika pihak rumah sakit menegurmu nanti"


"bagaimana bisa pihak rumah sakit menegur pemilik rumah sakit, bukan begitu nona"


"apa kau bilang?"


"sudahlah kau tidurlah aku akan tidur disini" ucap jung won yang langsung memegang tangan rara dan menciumnya


rara yang masih terlihat kaget dengan terpaksa menuruti jung won dia kemudian mulai menutup matanya dan tertidur tanpa dia sadari

__ADS_1


won yang sedari tadi hanya menatap rara dan mengelus pipinya sekali kali menciumi tangan rara mulai menutup matanya dan dia pun tertidur


__ADS_2