Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 43


__ADS_3

"apa kita akan pulang ke korea besok?"


"ku rasa tidak kita akan tinggal disini sampai tahun baru"


"apppa?"


"kenapa kau kaget seperti itu?"


"ya benar aku kaget kenapa selama itu kita disini, aku kan harus kembali bekerja bukankah pekerjaan disini sudah selesai? kenapa kita masih harus tinggal disini sampai tahun baru?"


"aku masih ingin berlibur disini"


"baiklah kau berlibur disini, aku akan pulang besok, min ha pasti dia sibuk karena harus mengerjakan pekerjaanku juga"


"sudahlah tidak usah memikirkan itu, kita tinggal disini cuma untuk 5 hari lagi"


"aku tidak bisa aku harus kembali bekerja"


"sayang dengarkan aku, disini bosnya siapa? apakah menuruti perintah bos bukan bekerjaan untukmu?"


"tapi kau ingin tinggal disini untuk berlibur, itu bukan pekerjaan bagiku dan juga tuan kwon dan yang lainnya masih ikut dengan kita disini"


"aku sudah menyuruh mereka pulang"


"apppaa kau bilang?"


"aku hanya ingin denganmu saja, kita menikmati jepang untuk saat ini"


"kau tidak bisa seperti itu"


"aku mohon padamu untuk saat ini saja"


"bagaimana jika semua orang yang ada di perusahaan curiga kenapa aku belum juga kembali denganmu, jika mereka tau kita berlibur bersama, apa yang akan mereka katakan nanti padaku"


"aku sudah urus semuanya, kau tenanglah cukup menemaniku disini" ucap jung won memegang bahu rara


Tok Tok Tok


"sayang apa kau ada di dalam? apa boleh ibu masuk?"


"masuklah bu" kemudian nyonya park membuka pintu


"sayang kau ada disini juga? apa yang sedang kau lakukan?"

__ADS_1


"aku sedang berbicara dengan kim, dia ingin pulang ke korea besok tapi aku memaksanya untuk tinggal disini sampai tahun baru nanti"


"sayang benar kata jung won kau berliburlah disini sebentar"


"tapi bu aku harus bekerja, aku punya kewajiban untuk itu"


"ibu mengerti tugasmu tapi untuk saat ini tinggallah disini sayang"


"tapi bu"


"sudahlah sayang ibu mau kau tetap tinggal jangan memikirkan apapun juga untuk saat ini, kita makan malam sekarang ibu menunggu kalian di tempat makan" ucap nyonya park yang mengelus lembut pipi rara, jung won yang melihatnya hanya tersenyum tanpa berkata apapun


"kenapa kau tersenyum seperti itu?"


"karena sekarang ibu ada di pihakku" ucap jung won yang kemudian tertawa


kemudian mereka melewati malam dengan berbincang bersama bercanda sambil sesekali tertawa bersama, tanpa sadar rara sudah mulai terbiasa dengan keluarga jung won


keesokan paginya rara bangun dari tidur nyenyaknya setelah banyak sekali yang harus dia lakukan yang membuat tubuhnya sangat lelah


"aku rasa aku tertidur sangat nyenyak sekali tadi malam bahkan leherku teras sakit" ucap rara bangkit dari tempat tidur kemudian menuju kamar mandi.


tidak lama rara keluar dengan kimono dan handuk yang menempel di kepala kemudian menuju lemari untuk mengambil baju.


Tok Tok Tok


"ya bu masuklah"


"apa kau sudah mandi sayang?"


"ya bu aku baru selesai mandi baru aku mau ganti baju"


"baiklah ibu menunggumu di luar kita akan pergi sekarang"


"kita mau kemana bu ini masih pagi"


"kita sarapan bersama di luar tanpa ayah dan jung won"


"tapi bu?"


"hey tenanglah sayang ibu sudah menyiapkan sarapan untuk mereka, hari ini kita akan bersenang senang"


"baiklah jika begitu aku akan bersiap" ucap rara tersenyum

__ADS_1


setelah nyonya park keluar rara kemudian bersiap memakai dress bermotif bunga kecil berwara maroon yang pas di tubuhnya dengan panjang di bawah lutut yang di padukan dengan coat berwarna coklat dan tas selempang berwarna senada dengan dress yang rara pakai, sedangkan rambut coklatnya di biarkan terurai, dengan make up tipis namun masih terlihat cantik rara keluar dari kamar dan menghampiri nyonya park


"ibu aku sudah siap"


"sayang kau cantik sekali, kau terlihat sangat manis sekali" ucap nyonya park yang memegang bahu rara


"baiklah kita berangkat" ucap nyonya park


"tapi bu apa kita tidak menunggu ayah dan jung won untuk meminta izin?"


"tidak usah mereka nanti juga akan tau" nyonya park memegang tangan rara agar berjalan beriringan dengannya. pertama mereka mengunjungi kopi shop untuk sarapan, cukup lama mereka disana dan kemudian setelah sarapan nyonya park mengajak rara untuk melihat-lihat baju yang ada di mall yang mereka kunjungi setelah puas mereka berbelanja, kemudian mereka makan siang walaupun jam makan siang sudah terlewat karena asik berbelanja. nyonya park dan rara menuju sebuah restoran untuk makan siang dan memesan beberapa makanan


"ibu sangat senang karena kau menemani ibu sarapan berjalan jalan dan berbelanja, sudah lama ibu memimpikan ini sungguh sangat menjenuhkan mempunyai anak laki-laki karena mereka tidak bisa ibu ajak seperti ini" ucap nyonya park tersenyum pada rara, rara hanya membalas dengan senyuman dan merekapun menghabiskan makan siang mereka


"bagaimana kalau sekarang kita ke salon langganan ibu, kita beristirahat disana"


"tapi bu jung won dari tadi menelponku"


"sini biar ibu yang menganggatnya"


"hallo won? ini ibu"


"kau tidak usah mengganggu kami, ibu dan kim sedang bersenang-senang sekarang kau dan ayahmu kalian diamlah jangan mengganggu" ucap nyonya park kemudian menutup telponnya


"ada apa dengan ibu kenapa dia menutup telponnya" ucap jung won


"ayah bilang juga apa, jangan mengganggu mereka, karena ibumu sangat senang bisa punya teman untuk berbagi, dia begitu terobsesi dengan anak perempuan makannya dia bersikap seperti itu pada nona kim" ucap tuan park tenang sambil membaca koran


"ibu kenapa menutupnya?" tanya rara


"mereka mengganggu kita jadi ibu menutupnya, sudahlah kita pergi sekarang"


kemudian mereka berjalan menuju mobil. dan tidaklama mereka sampai di salon yang biasa nyonya park kunjungi


"mari nyonya saya antar" ucap salahsatu pelayan yang ada disana kemudian mereka sampai di ruangan spa dan mulai melakukan treatment


"terimakasih sayang karena sudah hadir di keluarga kita terutama di kehidupan jung won" ucap nyonya park yang bersebelahan dengan rara


"ibu senang sekali karena kau datang dan membuat jung won ku kembali tersenyum dan bangkit dari keterpurukan"


"maksud ibu, keterpurukan??"


" ya keterpurukan yang jung won alami dulu, penyebabnya karena yoona"

__ADS_1


"yoona?? siapa yoona?" ucap rara menatap pada nyonya park


__ADS_2