Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 8


__ADS_3

Keesokan paginya rara terbangun dan mendapati luka di tangannya telah tertutup plaster untuk luka bakar dan dia juga tersadar bahwa dia sekarang berada di kamarnya


"seingatku bukankah aku tertidur di sofa karena kekenyangan dan menunggu tuan kwon membelikan obat, tapi kenapa sekarang aku terbangun di sini?"


"apakah tuan kwon yang memindahkanku kesini dan menutup luka ku dengan plaster? ah sudahlah lebih baik aku sekarang mandi dulu keburu telat ke kantor" ucap rara dan beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi


"selamat pagi nona kim, mari saya antar" ucap kwon yang sedari tadi sudah menunggu rara di lobby apartemen


"pagi juga tuan" ucap rara sebari setengah membungkuk


seketika rara berjalan menuju mobil, dan di dalam mobil rara hanya terdiam memandangi tuan kwon yang duduk di depan yang fokus melihat jalan


"tuan apakah boleh saya bertanya?"


"silahkan nona anda ingin bertanya apa?"


"apa tuan kwon yang memindahkan saya ke kamar dan menutup luka saya ini?" ucap rara sambil memegang luka yang tertutup plaster


"bukan nona saya tidak seberani itu" ucap kwon polos


"kalo bukan tuan kwon lalu siapa yang sudah berbuat itu? padahal kemarin malam cuma ada saya di apartemen tidak ada siapa-siapa lagi, dan waktu itu saya jelas-jelas sedang menunggu anda membeli obat untuk saya"


wajah tuan kwon berubah tegang seketika dalam batinnya "kenapa aku bisa salah menjawab harusnya kan menjawab iya dasar bodoh, nanti tuan bisa marah kalo sampe ketahuan"


"hmm iii..ttuuu nona maksud saya maaf saya sudah berani bersikap demikian tanpa seijin nona saya memindahkan nona ke kamar dan menutup luka nona" ucap tuan kwon gugup dan tegang melihat ekspresi rara dia takut ketahuan kalo dia berbohong


"tidak ko saya tidak masalah malah saya sangat berterima kasih karena tuan sudah menbantu saya dalam segala hal" ucap rara tanpa rasa curiga apapun


"baiklah nona itu sudah tugas saya" ucap kwon sangat lega atas jawaban rara


"oh iya ada satu hal lagi yang mau saya tanyakan, apa setiap karyawan perusahaan akan di antar jemput seperti saya menggunakan mobil pribadi seperti ini?" ucap rara penasaran


"eemmmm iya nona setiap karyawan di antar jemput seperti nona sekarang" ucap kwon berbohong kembali


"oh ya apakah perusahaan mr. park sebesar itukah hingga bisa mengantar jemput karyawan dengan mobil bagus seperti ini" ucap rara kagum


"iya nona" jawaban kwon singkat karena dia tidak mau salah bicara lagi


"kita sudah sampai nona silahkan" kwon membukakan pintu mobil tapi rara fokus pada setiap karyawan yang datang mereka tidak ada yang seperti dia di antar mobil pribadi sebagian besar dari mereka menggunakan kendaraan umum seperti taxi dan yang lainnya, rara mulai curiga ada apa ini sebenarnya kenapa cuma dia yang di perlakukan istimewa.


tidak sedikit orang yang lewat melihat rara keluar dari mobil itu dan juga pintu yang di bukakan oleh tuan kwon mereka seperti curiga akan kedudukan rara sebenarnya


"terimakasih tuan" ucap rara memberi hormat


kwon hanya memberi hormat selayaknya dia menghormati atasannya dengan badan setengah membungkuk


tidak lama rara mulai memasuki lobby perusahaan dan menunggu lift seperti biasa


"hey nona kim selamat pagi" ucap min ha mengagetkan rara dari belakang

__ADS_1


"selamat pagi juga nona min, apa bisa kamu tidak mengagetkan ku"


"maaf maaf, nanti pas jam makan siang kamu ikut denganku ya kita makan siang di luar aku mulai bosan dengan makanan disini" rengeknya


"okey dan sekalian aku jalan-jalan keluar melihat lihat kota ini, rasanya aku ingin berkeliling kota ini tapi belum ada waktu untuk itu" ucap rara menunduk sedih


"hey nona kenapa tidak mengajakku jika kamu ingin berjalan jalan aku siap menemanimu"


"apa benar nona min? anda bahkan setiap pulang kerja selalu pulang dengan terburu buru meninggalkan saya di meja" ucap rara menyindir


"ya tuhan kim maafkan aku itu karena pacarku terlalu posesif jika aku pulang telat sedikit dia akan sangat marah"


"baiklah aku mengerti tapi lain kali janji membawaku untuk jalan-jalan"


"baiklah nona aku berjanji padamu"


mereka asik mengobrol tanpa mereka sadari presdir mereka sudah berada di sebelah dan sedang menunggu lift


"eehh tuhan aku tidak menyadarinya, kim lihatlah" ucap min pada rara dengan mencoba mencubit tangan rara kecil agar dia tersadar bahwa presdir berapa di samping mereka


"selamat pagi pak" ucap min ha


"selamat pagi pak" ucap rara


presdir itu tidak menjawab ataupun melihat mereka dan seketika min ha mencubit tangan rara tepat pada luka yang sudah tertempel plaster


"Aaaawwwww" suara jeritan pelan


"ya tuhan maaf kim aku tidak sengaja, apa itu luka gara-gara kopi itu" min ha berbisik tapi suaranya terlalu keras untuk sekedar berbisik bahkan mungkin presdir juga mendengarnya.


rara mengangguk dia tidak menjawab sepatah kata pun lalu menyimpan telunjuknya di depan bibirnya menyuruh min ha untuk diam


Tiing


suara lift terbuka, dan seketika jung won masuk tidak berapa lama pintu lift tertutup kembali


"apa kamu tidak bisa pelankan suara mu di depan presdir dingin itu?" ucap rara kesal pada min ha


"maafakan aku kim aku hanya spontan jadinya aku bersuara cukup keras"


"apa dia mendengar ucapanmu tadi?"


"pasti dia dengar, tapi baguslah supaya dia sadar dan mau mengobatimu karena luka ini bekas tumpahan kopi panas yang kemarin"


"huuuss ngomongnya, ini kan kesalahanku bukan salah dia aku yang menumpahkan kopi pada laporannya"


"dan apa sesudah itu dia melihat apa kamu terluka atau sekedar bertanya baik-baik saja? tidak kan bahkan dia menyuruhmu menyusun laporannya kembali dari awal"


"iya mau bagaimana lagi posisi kita disini cuma bawahan dan bawahan harus tunduk pada atasan"

__ADS_1


"tapi dia harus bisa merubah sikapnya, kita juga kan manusia bukan binatang peliharaan"


"sudahlah yu masuk" ucap rara sambil menuntun min ha masuk agar dia tidak terus mendumel seperti itu


di dalam lift min ha masih saja berbicara tanpa henti


"kim apa kau lihat tadi dia melirikmu saat kamu kesakitan karena cubitanku"


"tidak aku tidak melihatnya" rara berbohong


"aku baru pertama kali melihat dia melirik hal yang tidak ada keuntungannya untuk dia sendiri"


"hey sudahlah jangan terus berbicara bagaimana nanti kalo ada yang dengar dan melaporkan mu pada presdir, aku jamin tamat riwayatmu"


"baiklah aku akan diam"


Tiing


pintu lift terbuka dan mereka keluar berjalan pada meja masing masing


"apa laporan yang kemarin sudah di susun kembali?" ucap min ha


"sudah ini baru mau aku kasih"


"tidak tidak sini biar aku aja yang kasih kalo kamu yang ngasih takutnya nanti ada apa-apa" ucap min ha menahan rara yang baru bangkit dari duduknya


"tidak apa-apa jika kamu yang mengantarkannya"


"tidak serahkan semuanya padaku"


lalu min ha berjalan menuju pintu bosnya


Tok Tok Tok


"masuk"


"maaf pa saya mau mengantar laporan yang kemarin anda minta"


"kenapa kamu yang mengantarkannya bukan kah harusnya nona kim yang mengantarnya pada saya" ucap jung won dengan tatapan tajamnya.


"maaf pak tangan nona kim sedang sakit jadi saya membantunya untuk mengantarkan laporan ini pada bapak"


"saya tidak menerima alasan apapun"


"tapi pak"


"sekarang kamu kembali ke meja kan suruh nona kim mengantarkannya pada saya"


"baik kalau begitu saya permisi"

__ADS_1


"hhhmmm"


min ha pun keluar dari ruangan besar itu kemudian menuju meja rara


__ADS_2