
selama tiga hari Siska dirawat di rumah sakit secara intensif, dan hari ini dokter mengatakan bahwa kondisi Siska sudah lebih baik dan diperbolehkan untuk pulang,
hari ini Siska pulang diantar oleh saga untuk kembali ke kediaman Aditama, sepanjang dalam mereka hanya diam dan tidak ada yang bersuara satu pun, mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing,
Siska yang dengan pemikirannya bingung harus berkata apa , sedangkan Saga, bingung memikirkan bagaimana caranya mengungkapkan apa yang dia rasakan dan ingin dia utarakan,
sampai mobil Saga berhenti di depan rumah mewah kediaman Aditama, mereka berdua pun akhirnya turun dari mobil, Saba ikut Siska masuk ke dalam rumah ,
ternyata di dalam rumah sudah ada Tuan Aditama beserta putranya, kedua pria beda usia itu tersenyum saat melihat kedatangan mereka, Siska pun ikut tersenyum dan langsung berlari memeluk Tuan Aditama,
sedangkan Saga dan Bram hanya menggelengkan kepala mereka, lalu kemudian Saga berjalan mendekati mereka, dia pun menyalami mereka,
Saga langsung dipersilakan duduk oleh Tuan Aditama, lalu kemudian mereka berbincang-bincang seputaran bisnis yang sedang mereka jalankan,
sedangkan untuk Siska sendiri dia sudah masuk ke dalam kamarnya karena dia masih membutuhkan banyak istirahat, cukup lama mereka berbincang, akhirnya Tuan Aditama mengutarakan maksud hatinya selama ini yang ia pendam,
"maaf jika pertanyaan saya lancang Tuan Saga," ucap Tuan Aditama
"memangnya apa yang ingin anda tanyakan kepada saya Tuan,"jawab Saga
"sebenarnya sejak berada di rumah sakit saya ingin menanyakan hal ini,"ucap tuan Aditama
__ADS_1
"apa itu,"jawab Saga
" tentang masa lalu Siska, bukankah Anda mengatakan anda mengetahui tentang masa lalunya,"ucap tuan Aditama, sedangkan Saga langsung menganggukkan kepalanya kemudian dia menarik nafas panjang, dan berkata
"anda ingin mengetahui yang dari mana dulu tuan,"jawab Saga
"baiklah akan saya katakan semuanya kepada kalian, dan saya harap, kalian tidak memotong perkataan saya"jawab Saga yakin dan dengan raut wajah yang serius, tuan Aditama dan putranya pun langsung menganggukkan kepalanya,
"semua ini bermula sekitar 18 tahun yang lalu, saat itu usia saya masih 5 tahun, saat itu saya merasa terpuruk karena suatu masalah, kehilangan adik bungsu, anak perempuan satu-satunya dari keluarga Pratama telah menghilang karena ada orang yang ingin membuat keluarga Pratama hancur begitu juga dengan perusahaan **p group**, yang dimana perusahaan itu dipimpin oleh ayah kami Tuan putra Pratama,
mereka tidak menyukai dengan cara kepemimpinan ayah kami, hingga akhirnya mereka mengetahui kelemahan ayah kami ya itu ibu kami beserta dengan bayi yang berada di kandungannya,
**flashback on**
__ADS_1
18 tahun yang lalu
" selamat pagi pak,siang ini kita ada rapat dengan PT Freeport xx,di sebuah restoran," ucap seorang pemuda yang berusia kira-kira tiga puluh dua tahun,
" Baiklah, kau siapkan semua dokumen yang diperlukan untuk rapat kita siang ini,"
" Baik pak, kalau begitu saya permisi," ucap pemuda tersebut
siang ini, mereka telah sampai di restoran yang sudah ditetapkan oleh kolega mereka, tak lama setelah mereka menunggu, akhirnya orang yang mereka tunggu pun datang,
" Selamat siang tuan Pratama,maaf telah membuat anda menunggu lama,"
" Tidak masalah tuan Luis Suarez, silahkan duduk,"
bersambung....
__ADS_1