Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 14


__ADS_3

Pagi pun tiba jung won terbangun terlebih dahulu melihat ada jarum infus di tangannya dan melihat rara tertidur pulas di sofa tepat di sampingnya


"apa dia tertidur seperti itu sepanjang malam, apa bandannya tidak sakit, kenapa juga dia tidak tidur di sebelahku" ucap jung won yang masih menatap wajah rara


"cantik benar benar sangat cantik apa dia mengetahuinya?"


seketika rara terbangun dan melihat jung won sudah terbangun terlebih dahulu


"oh maaf presdir saya ketiduran, apa anda merasa baikan sekarang, saya akan memasak bubur untuk anda" ucap rara sambil berjalan menuju dapur, jung won hanya menatapnya tanpa berbicara sedikitpun


"apa yang aku lakukan harusnya tadi aku ke kamar mandi dulu membersihkan diri, dasar bodoh"


Tok Tok Tok


suara pintu kamar jung won di ketuk dari luar


"maaf presdir apa boleh saya numpang ke kamar mandi sebentar untuk menbersihkan diri sebelum saya memasakan bubur"


"baiklah kamar mandi ada di sebelah sana" tunjuk jung won tidak jauh dari tempat dia berbaring


"apa tidak ada kamar mandi yang di luar saja, kalo saya menggunakan kamar mandi presdir saya tidak enak"


"tidak apa-apa pakai saja"


"baiklah kalo begitu saya permisi sebentar"


seketika rara berjalan ke arah kamar mandi dia mulai membersihkan dirinya dan keluar dengan wangi sabun mint yang selalu di pakai jung won


"astaga kenapa wangi sekali, apa dia sedang menggodaku kali ini" batin jung won melihat rara keluar dari kamar mandi miliknya dan menggunakan sabun miliknya pula terlihat muka rara fresh tidak bisa menutupi cantiknya walau tanpa make up, terlihat dia tersenyum pada jung won dari ke jauhan


"astaga cantik sekali, apa dia benar manusia bukan dewi yang turun dari langit seperti cerita legenda, dan kenapa jantungku berdetak lebih cepat" batin jung won


"terimakasih banyak atas kamar mandinya, saya permisi akan membuatkan anda bubur untuk sarapan, apa anda perlu sesuatu lagi?"


"emm tidak tidak saya akan pergi mandi juga karena saya merasa gerah sekali"

__ADS_1


"baiklah saya akan menyiapkan air panas untuk presdir mohon tunggu sebentar"


"baiklah terimakasih"


"gadis itu andai dia tau yang aku rasakan, akankah dia menerimaku?" bantin jung won sambil melihat rara melangkah menunu kamar mandi


"silahkan presdir air hangatnya sudah siap"


"baiklah" ucap jung won bangkut dari tempat tidurnya


"apa perlu saya telpon lagi dr han untuk membuka infus anda?"


"tidak tidak perlu saya bisa membukanya sendiri"


"hah apa anda yakin?" ucap rara kaget


"ya saya bisa membukanya sendiri karena dulu saya sempat belajar di dunia kedokteran"


"baiklah kalau begitu saya akan pergi ke dapur menyiapkan bubur untuk anda"


"baiklah"


"saranghae" dengan begitu lembut terdengar


rara menoleh ke belakang melihat jung won sedang melepaskan infusnya


"apa presdir mengatakan sesuatu?" tanya rara dari depan pintu


"tidak saya tidak mengatakan apapun"


"oh baiklah kalau begitu saya akan ke dapur"


"oh gadis cantik ternyata kau mendengarnya sayang?" batin jung won


disisi lain rara sibuk menyiapkan bubur untuk presdirnya tidak lama ada perempuan paruh baya memasuki dapur dan kaget melihat rara sedang memasak

__ADS_1


"nona apa yang sedang kau lakukan?"


"oh ini saya sedang memasak bubur untuk presdir, karena dia demam semalam dan harus meminum obatnya pagi ini tapi dia belum sarapan jadi aku membuatkannya bubur"


"nona kenapa tidak bilang padaku saja biar aku saja yang menbuatkannya untuk tuan"


"tidak bibi ini sudah hampir selsai bibi bisa kerjakan yang lain, ini biar saya yang mengurus"


"tapi nona"


"kalian pulang saja karena saya ada disini" ucap jung won yang berada di belakang mereka


"tuan? baiklah saya akan kembali ke rumah setelah memasak untukmu"


"tidak usah bi biar saya saja yang memasak untuknya bibi pulanglah beristirahat" ucap rara sembari memberi senyum


"baiklah saya akan beristirahat di rumah, permisi tuan, nona"


"hati-hati di jalan bi"


"buburnya sudah siap presdir, silahkan anda duduk di meja makan saya akan merapihkannya"


"baiklah" jung won pun berjalan menuju tempat makan dan duduk menanti rara membawa bubur hangat untuknya


"silahkan di makan mumpung masih hangat"


jug won pun memakan satu sendok bubur itu yang ternyata enak sekali


"apa ini terbuat dari beras?"


"ya itu terbuat dari beras, di negaraku orang sakit pasti memakan bubur itu"


"ini enak sekali"


"terimakasih, saya permisi sebentar untuk mengambil obat yang kemarin malam dr.han memberinya untuk presdir minum pagi ini"

__ADS_1


rara beranjak dari kursi dan mengambil obat yang tersimpan di laci meja di kamar jung won


"apakah ini aku? kenapa ada fotoku disini?"


__ADS_2