
Kedua orang yang tengah berada dibawah selimut itu pun merasa terganggu oleh pergerakan yang berada di tengah-tengah mereka, seperti memaksa untuk masuk,
hingga akhirnya mereka berdua melepaskan pelukan mereka dan melihat siapa yang telah mengusik tidur nyenyak mereka, dan saat saga dan Stella membuka mata mereka, mereka melihat kedua anak mereka yang berada di tengah-tengah mereka
" anak anak, apa yang kalian lakukan," tanya Saga dengan suara serak
" kami hanya ingin tidur di sini saja pa,l
" ucap Arkan
" Benar kata Arkan pa,kami hanya ingin tidur di sini saja," ucap arka , mendengar perkataan sang anak, saga langsung melihat kearah jam dinding yang berada di dalam kamar tersebut,
" tapi ini masih jam tiga pagi sayang, kenapa kalian keluar kamar, dan bagaimana bisa kalian masuk ke dalam sini," tanya Saga bingung
" kami hanya ingin tidur bersama dengan papa dan mama," ucap arka
__ADS_1
" baiklah sayang, sekarang kita tidur lagi ya," ucap Stella lembut, dia mengelus rambut putranya dengan penuh kasih sayang
sedangkan saga, dia langsung menatap sang istri, dengan tanda tanya besar, Stella yang melihat tatapan sang suami pun langsung memberikan senyuman manis,
akhirnya Saga menyerah, dia menghembuskan nafas panjang, dan ikut memejamkan matanya kembali, akhirnya mereka pun tidur berempat ditempat tidur berukuran king size tersebut
Beberapa jam kemudian, saat ini Stella tengah membantu sang suami untuk bersiap-siap untuk pergi ke kantor, Stella membantu memasangkan dasi keleher sang suami,
sedangkan saga terus saja melihat kearah sang istri, Stella yang merasa diperhatikan pun langsung melihat kearah sang suami,
." Bagaimana dengan pembicaraan kita waktu itu sayang," tanya Saga dengan duduk di hadapan sang istri yang tengah membantunya untuk menyisir rambutnya
" pembicaraan yang mana,kak," ucap Stella pura pura bingung, padahal sebenarnya dia sudah tahu, apa yang dimaksud oleh sang suami
" Ayolah sayang, jangan pura-pura tidak ingat,aku tahu kalau kamu sebenarnya tau dengan apa yang aku maksud," ucap Saga dengan lembut ,
__ADS_1
sedangkan Stella langsung memutar matanya dengan malas, apa apaan suaminya ini, kenapa selalu mengatakan hal itu, apakah dia tidak memikirkan bahwa anak anak mereka masih terlalu kecil untuk memiliki adik,
memikirkan sampai sini Stella langsung keluar dari kamar tersebut, dengan sedikit berlari, lalu memunculkan sedikit kepalanya dari balik pintu,dan 😜😜
" awas kamu ya sayang, tunggu saja," ucap Saga dengan seringai kecil diwajah tampannya, dia akan memikirkan bagaimana cara agar bisa membujuk sang istri, lalu kemudian dia tersenyum kecil,
Akhirnya Saga mendapatkan cara, agar bisa berhasil dengan baik rencananya itu, lalu dia langsung menuju ruang makan, ternyata disana semua sudah berkumpul,
setelah selesai sarapan mereka langsung pergi ke kantor, saga berjalan beriringan dengan sang istri dan anak-anaknya,
" Aku berangkat sayang," ucap Saga dengan mengecup kening Stella, yang dibalas anggukan kepala dari sang istri, lalu dia mensejajarkan diri kepada anak anaknya,dan berkata
." papa berangkat sayang," ucap Saga, dengan mengecup pipi kedua anaknya itu, lalu dia memeluk sang anak, sedikit lebih lama, entah apa yang mereka lakukan, Stella yang melihat hal itu langsung memicingkan mata, setelah melihat kedua anaknya seperti menganggukkan kepala mereka
__ADS_1
sepertinya Stella mencium adanya konspirasi dikeluarga kecilnya itu, lalu saga pun langsung berdiri dan berjalan menuju mobilnya, dan meninggalkan mansion mereka, setelah mobil yang dinaiki saga menghilang dari pandangan, barulah mereka bertiga langsung masuk ke dalam mansion