
Saga memarkirkan mobilnya di garasi rumah mereka,saat ini saga dan keluarga kecilnya sudah pindah dari rumah keluarga Pratama, saga dan Stella sepakat untuk memiliki rumah pribadi bersama keluarga kecilnya,
Awalnya baik, Rayhan, Michael, Dion dan Adrian, tidak setuju dengan keputusan saga, karena bagi mereka, baik saga maupun Stella adalah bagian dari keluarga Pratama,
apalagi Stella yang notabenenya adalah adik bungsu mereka, sedangkan saga walaupun saga bukan bagian dari keluarga Pratama, tapi tidak masalah bagi mereka, karena mereka tumbuh bersama sedari kecil,
Namun, saga tetap memberikan pengertian kepada mereka, dan akhirnya mereka menyetujui hal itu, namun setiap weekend, mereka harus mengunjungi keluarga Pratama,
saga dan Stella pun menyetujui hal tersebut, dan disinilah mereka berada bersama dengan kedua anak kembar mereka,
saga berjalan menaiki anak tangga, menuju kamar, saga membuka pintu kamar dengan perlahan,, saga tidak mendapati sang istri di ranjang mereka, saga melihat jam yang melingkar di tangannya menunjukkan pukul setengah sepuluh malam,
lalu dia melihat kearah pintu kamar yang terbuka, ternyata sang istri baru memasuki kamar mereka,dia melihat kearah tangan Stella, sepertinya sang istri baru saja dari dapur, melihat gelas yang berisikan air,
__ADS_1
Stella memang kalau akan tidur, selalu menyediakan air minum disamping tempat tidur mereka,
sepertinya Stella belum menyadari keberadaan saga dikamar tersebut terlihat dari Stella yang langsung menuju lemari pakaian yang berada di sisi lain kamar tersebut,
dia mengambil baju tidur, dan langsung melepas pakaian yang melekat pada t*******, dengan sangat santai, tanpa melihat sekeliling kamar tersebut ,
Saga berjalan perlahan mendekati sang istri yang akan mengenakan pakaian tersebut, saat tangan Stella terulur untuk mengambil pakaian itu, tiba-tiba, tangannya di tahan oleh seseorang, yang membuat Stella terkejut
namun saat melihat siapa pemilik tangan tersebut, membuat Stella tersenyum manis, dan langsung melingkarkan tangannya ke leher sang suami,
Saga langsung membaringkan tubuh sang istri dengan perlahan,dia melihat wajah sang istri yang sangat cantik, wajah inilah yang dulu membuat saga kembali menggila, wajah inilah, yang dulu membuat saga sangat rindu,
Saga mengecup bibir tipis Stella dengan lembut, mata mereka bertemu, seolah mencari sesuatu yang belum pernah mereka lihat atau rasakan selama mereka bersama,
__ADS_1
Saga terus menatap sang istri dengan lembut, mata yang biasanya sangat tajam dan dingin, namun saat bersama dengan Stella dan anak anak nya berubah menjadi lembut dan hangat,
" Ada apa kak," Tanya Stella, karena Stella yang melihat sang suami terus menerus menatapnya
" Tidak ada,aku hanya ingin terus bisa menatap dirimu, hingga akhir hayat ku sayang," ucap saga
" Kau ini ada-ada saja , tentu saja kita akan terus bersama, selama kau masih mengharapkan aku...., tiba-tiba saja ucapan Stella terhenti saat saga meletakkan jarinya ke bibir Stella
__ADS_1
" suutt, aku akan selalu mengharapkan dirimu berada di sisiku selamanya sayang, tidak akan pernah aku biarkan kau dan anak - anak pergi dari sisiku, mengerti," ucap saga tegas, namun tetap lembut,
Stella yang mendengar hal itu pun, langsung tersenyum manis, lalu mengangguk,