Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 30


__ADS_3

Pagipun tiba rara mulai terbangun dari tidurnya langsung memegang kepalanya


"astaga kenapa kepalaku terasa sangat sakit sekali" ucap rara dengan mata setengah tebuka dan mencoba bangkit dari tisunya


"ada apa denganku?" ucap rara sambil terus memegang kepalanya berjalan menuju kamar mandi


dia mulai membersihkan badannya. tidak lama dia selsai dan memakai baju dan kemudian mengeringkan rambutnya merapihkannya.


kemudian dia berjalan menuju dapur untuk mengambil minum karena dia masih merasa pusing


"apa ini? inikan botol alkohol" ucap rara yang melihat botol di atas meja makan dan mengambilnya


"apa kau akan meminumnya lagi" tiba-tiba jung won datang


"apa maksudmu meminumnya lagi?"


"apa kau tidak ingat apapun?"


"tidak" jawab rara polos


jung won mendekatkan bibirnya pada telinga rara kemudian berbicara


"kau semalam meminumnya dan kau mabuk, kau dengan sengaja menggodaku dan memaksaku untuk" ucapan jung won terhenti kala rara berbicara


"ttiiiiidddddaaaaakkkkk, itu tidak mungkin aku tidak pernah mabuk dan juga aku tidak akan pernah menggodamu seperti itu" ucap rara kesal


"coba kau ingat-ingat lagi apa benar kau tidak meminumnya" ucap jung won sebari tersenyum


rara hanya diam mengingat kejadian semalam, perlahan dia ingat jika dia berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman dingin karena dia merasa kepanasan akibat menahan malu pada jung won dan dia meminum minuman yang dia bawa dari dalam lemari es tanpa melihat minuman apa tapi langsung meminumnya dan dia juga ingat di kala dia mengoceh di depan jung won yang langsung merubah ekspresi rara

__ADS_1


"kenapa aku bodoh sekali bisa-bisanya aku mabuk dan mengoceh padanya mengeluarkan perasaanku" batin rara jung won yang malihatnya hanya tersenyum


"apa kau sudah mengingatnya nona kim" ucap jung won yang berjalan mendekat pada rara kemudian memegang bahu rara, rara hanya tertunduk malu dengan apa yang sudah dia lakukan malam tadi


"maafkan aku semalam aku kehilangan kesadaran makannya aku berkata seperti itu" ucap rara yang masih tertunduk malu


jung won perlahan mengangkat dagu rara


"tidak apa jadi aku tau perasaanmu padaku" ucap jung won yang langsung memeluk rara


"aku tidak berniat untuk mempermainkan perasaanmu aku sangat sangat mencintaimu kau sangat berharga bagiku jangan pernah mencoba menutup hatimu untukku karena aku ini tulus" ucap jung won dengan tetap memeluk rara dan membelai rambutnya, rara yang berada di pelukan jung won hanya terdiam matanya mulai berkaca-kaca. dengan suara gemetar dia bergata


"apa kau serius tidak akan mempermainkan perasaanku?"


"ya tentu aku berjanji tidak akan pernah mempermainkan perasaanmu" kemudian jung won melepaskan pelukannya dan mendekatkan wajahnya pada rara


"tapi aku ingin bertanya sesuatu, apa kau akan menjawab jujur?"


"ya tentu apa yang akan kau tanyakan?" rara kemudian membawa jung won untuk duduk di sofa dan dia duduk di sebelahnya


"kenapa dulu bisa tau tentangku dan meminta ayahmu memindahkanku? sejak kapan kau mulai menyukaiku?"


"apa kau sungguh ingin tau?"


"ya aku ingin tau itu"


"baiklah aku akan menberitahumu, aku mulai menyukaimu dari awal kita bertemu apa kau ingat ada pesta topeng saat perusahaanku berulang tahun? dulu saat perayaan hari jadi perusahaan pernah menggelar pesta topeng di bali?"


"ya aku ingat itu"

__ADS_1


"apa kau ingat kau pernah berdansa dengan seorang laki-laki disana?"


"ya aku ingat laki-laki yang menggunakan topeng hellowen"


"apa kau tau dia siapa?"


"tidak aku tidak tau dia siapa"


"itu adalah aku" ucap jung won yang membuat rara kaget


"waktu itu ayah memintaku untuk ikut dengannya ke pesta perayaan tapi aku tidak menyukai dunia bisnis dan aku lebih tertarik pada dunia kedokteran aku tidak pernah mau jika ayah mengajakku ke tempat dimana orang-orang yang akan membicarakan tentang bisnis, tapi hari itu ayah memaksaku untuk ikut dengannya aku tidak bisa menolak karena bagaimanapun aku adalah anak satu-satunya dari tuan park yang mana nanti aku akan menggantikan ayahku memimpin perusahaan"


rara hanya diam memperhatikan jung won bicara kemudian jung won mengelus pipi rara dan mulai melanjutkan bicaranya


"disana aku bertemu denganmu gadis bermata coklat dengan topeng berwarna hitam menggunakan gaun pesta yang cantik, ketika kita berdansa aku ingin sekali membuka topengmu tapi itu tidak mungkin, setelah pesta selsai aku mencarimu tapi tidak menemukanmu, kau tau kenapa aku mencarimu?" rara hanya menggelengkan kepalanya


"aku sangat ingin tau namanu dan melihat wajahmu, tapi itu tidak ku dapatkan aku yang dulu baru bangkit dari keterpurukan dan menemukan kenyamanan pada gadis bermata coklat yang tak lain adalah kau, dari sejak itu aku meminta ayah untuk menemukanmu karena aku benar-benar menyukaimu pada pandangan pertama, dan aku berjanji pada ayah akan menggantikannya memimpin perusahaan. satu tahun berlalu ayah tidak menemukan ciri-ciri gadis yang aku berikan padanya, aku sempat menyerah untuk mencarimu tapi si saat aku ikut dengan ayah untuk mengunjungi kantor cabang di jakarta aku melihatmu bekerja sebagai sekertaris mungkin kau tidak menyadarinya jika aku memperhatikanmu."


"aku mulai berbicara pada ayah yang akan mengenalkanku dan menyuruhku untuk berhubungan dengan luna, tapi aku tidak menerima permintaan ayah itu aku hanya ingin dengan gadis bermata coklat, ayahpun kemudian memindahkanmu menjadi dekat denganku, aku merasa sangat bahagia mendengarnya bahkan aku menyiapkan apartemen untukmu agar kau nyaman berada di korea tapi sikapku yang membuatmu tidak nyaman denganku aku berbuat seperti itu karena aku takut jika kau mengetahuinya kau tidak akan menerimaku"


"apa sudah cukup jawabannya?" ucap jung won yang membelai rambut rara


"ah aku masih belum percaya kata-katamu" ucap rara dan bangkit dari duduknya tapi kemudian tangannya di tarik oleh jung won dan rarapun terjatuh di pelukan jung won


"terserah kau mau percaya atau tidak yang pasti aku sangat mencintaimu aku bahkan tergila-gila padamu" ucap jung won yang langsung mencium bibir rara cukup lama mereka berciuman dan kini rara membalas ciuman jung won


"apa yang ku lakukan kenapa aku membalas ciumannya?" batin rara yang kemudian mendorong kuat jung won dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.


jung won yang melihat tingkah rara hanya tersenyum

__ADS_1


__ADS_2