Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
S2


__ADS_3

Saga dan yang lainnya sudah tiba di tempat yang terbilang cukup luas , saga melihat kearah mereka yang telah terikat pada pohon yang telah di design, sedemikian rupa,


Dengan tangan dan kaki yang terikat, namun dalam keadaan terbalik,tapi, benda tersebut juga dapat memutar sesuai yang diinginkan oleh sang penggerak,


" Buka mata mereka," ucap saga


Setelah penutup mata mereka dilepas, mereka dapat melihat tempat yang mereka tempati saat ini cukup luas, dan banyak orang yang berpakaian serba hitam, berdiri di setiap sisi, mereka melihat ditengah tempat itu, mereka melihat beberapa orang lainnya, dengan mengenakan pakaian yang sangat rapi,


" emm, emm," salah satu dari mereka, mencoba untuk berbicara, namun tidak bisa, karena mulut mereka dilakban,


Saga memerintahkan kepada anak buah nya untuk melepaskan lakban dari mulut mereka, setelah lakban lepas dari mereka, mereka langsung menanyakan kepada mereka, kenapa mereka melakukan ini kepada mereka,


" Tuan, sebenarnya apa, salah kami, kenapa kalian menangkap kami, dan menghabisi anak buah kami," ucap salah satu dari mereka


Namun baik saga ataupun yang lainnya, hanya saja, tanpa berniat membalas ucapan mereka, sedangkan mereka yang tidak mendapatkan jawaban pun langsung saling pandang,


Saga melihat kearah Rayhan, dan memintanya untuk membuat mereka membuka mulut mereka, sedangkan Rayhan tahu jika mereka masih tidak mau untuk membuka mulut mereka, pasti akan....


"Katakan, apa yang telah kalian rencanakan untuk perusahaan itu," ucap Rayhan, yang masih terlihat tenang,tapi percayalah, jika saat ini, Rayhan tengah menahan amarahnya, terbukti dari telinganya yang memerah, karena wajahnya tidak dapat terlihat karena menggunakan topeng,dan tangannya yang berada di saku celana mengepal erat,


Sedangkan mereka, dibuat bingung dari pertanyaan yang diajukan oleh Rayhan,

__ADS_1


" maaf tuan,tapi apa maksud anda, kami tidak mengerti," ucap salah satu dari mereka, yang dibalas anggukan kepala dari mereka,


Rayhan yang sedari tadi sudah tidak bisa mengendalikan diri, langsung mengambil p****l, yang berada di pinggangnya, dan.


Dor ...Dor ... Dor ...


Tiga tembakan telah melesat melewati mereka, itu terjadi karena Adrian yang mengarahkan senjata tersebut kearah lain,


Rayhan yang melihat bahwa tangannya telah diarahkan ke arah lain pun langsung melihat kearah Adrian, dengan tatapan yang tajam,


Eghem...


Adrian dan Rayhan melihat kearah sumber suara, akhirnya mereka berdua pun mundur, saga dan yang lainnya, hanya menggelengkan kepala mereka, melihat tingkah laku mereka berdua,


Dion pun langsung menutup mulutnya rapat-rapat,tapi benar adanya, apa yang dikatakan oleh dion adalah kebenaran,


Tidak biasanya Rayhan menjadi lepas kontrol seperti tadi, atau mungkin karena ini menyangkut tentang Stella,


Saga langsung melangkah mendekati mereka,dia melihat mereka satu persatu, dan dia langsung tersenyum kecil,dia langsung membalikkan tubuhnya, dan melihat sekeliling,


" Kalian , jemput satu orang lagi, dia masih belum ada disini," ucap saga

__ADS_1


Mendengar hal itu, mereka langsung keluar dari tempat itu, sedangkan mereka yang masih terikat, cukup terkejut, karena ternyata dia mengetahui bahwa, mereka belum lengkap,


Saga kembali melihat kearah mereka, dan tersenyum kecil,


" Mari kita tunggu, apa yang akan mereka dapatkan," ucap saga


Mereka saling pandang, dan kembali melihat kearah saga, orang ini terlihat tenang,tapi sepertinya yang paling berbahaya di antara mereka semua


Sedangkan saga membiarkan mereka dengan pemikiran mereka masing-masing, dia langsung mengambil ponselnya dan melihat keadaan keluarga kecilnya, melalui ponsel tersebut,


Dia tersenyum kecil, melihat keluarga kecilnya telah terlelap,dia melihat kedua anaknya yang tidur dengan posisi saling memeluk, bukankah itu terlihat sangat menyenangkan, melihat orang yang kita sayangi, dan cintai, berada di sisi kita ,


Sedangkan istrinya yang terlelap dalam tidurnya pun tak luput dari pengawasan saga,


Sedangkan dilain tempat,ada seorang pemuda yang baru saja sampai ditempat yang menjadi tempat pertemuan itu pun, dibuat terkejut dengan banyaknya jumlah mayat yang tergeletak di tanah


" Apa apaan ini," ucapnya marah


Akhirnya kau datang juga,"


Pemuda tersebut langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut, namun dia langsung dibuat tidak sadarkan diri

__ADS_1



__ADS_2