Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 29


__ADS_3

Tidak lama rara keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian tidur dan merapihkan rambutnya


"kenapa malam-malam dia ingin berbicara denganku?" ucap rara kemudian berjalan keluar menuju ruang tengah menghampiri jung won yang sudah duduk menunggunya


"ada apa?" ucap rara kemudian jung won melihat ke arah rara


sudah terlihat banyak camilan di atas meja


"sini duduklah" ucap jung won yang menarik rara untuk duduk di sebelahnya


"kenapa banyak camilan disini?"


"temani aku menonton film malam ini"


"hey tadi kau bilang ada yang mau di bicarakan kenapa sekarang jadi menonton film" ucap rara kesal


"ayolah sayang aku ingin menonton film ini bersamamu" ucap jung won yang menahan rara pergi


"tapi aku lelah aku ingin istirahat" alasan rara


"tidak apa jika kau lelah kau bisa tertidur di sebelahku"ucap jung won yang langsung menarik tangan rara kemudian rara terjatuh di sampingnya


"jangan menolakku baru kali ini aku ingin menonton film di temani seseorang" ucap jung won yang kemudian mencium pucuk kepala rara.


"baiklah aku akan menemanimu menonton"

__ADS_1


jung won tersenyum dan mulai menonton film itu. film action kesukaan jung won terlihat sangat bagus adegan demi adegan cukup membuat takut rara yang ada di sampingnya sesekali rara menutup matanya melihat adengan mengerikan


"apa tidak ada film lain yang lebih romantis dari ini" sindir rara


jung won tidak mendengar kata-kata rara dia hanya fokus pada film tersebut dan kemudian menampilkan adegan dewasa, rara cukup kaget melihatnya


"bagaimana bisa ada adegan seperti ini" batin rara yang kemudian melihat ke arah jung won, jung won yang melihat adegan itu tidak bicara apa-apa hanya saja dia melirik ke arah rara kemudian mendekatkan wajahnya pada rara


"hey jangan seperti ini" ucap rara sambil menahan dada bidang jung won tapi jung won tidak menggubrisnya dia terus mendekatkan wajahnya pada rara sampai rara tertidur di sofa rara yang takut akan perlakuan jung won menutup mukanya dengan kedua tangannya jung won yang melihatnya kemudian tersenyum dan mencium pucuk kepala rara


"aku tidak akan melakukannya, tenang saja jika tidak suka sama suka aku tidak akan memaksa" ucap jung won rara langsung membuka tangannya kemudian melihat jung won tersenyum padanya dan kembali fokus pada film


"huh dasar bodoh kenapa aku bersikap seperti itu memalukan" rara bangkit dari sofa kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman dingin yang bisa mendinginkan wajahnya yang merah karena menahan malu pada jung won.


jung won yang sedari tadi fokus melihat film itu kemudian tersadar bahwa rara tidak ada di sampingnya


"sayang kau pergi kemana? apa kau tidur?" ucap jung won dengan nada sedikit lebih keras tapi tidak ada jawaban, jung won berjalan menuju kamar rara


"sayang apa kau sudah tidu" ucapan jung won tertahan di kala melihat tempat tidur masih rapih tidak ada rara disana


"kemana dia kenapa tidak ada disini?" jung won berjalan menuju kamar mandi dia melihat tidak ada rara disana kemudian jung won keluar dari kamar rara


"kemana dia kenapa tidak ada di kamarnya?"


"apa dia ke dapur untuk mengambil camilan?" jung won berjalan menuju dapur dan melihat rara tertidur di meja makan

__ADS_1


"astaga sayang aku mencarimu kemana-mana ternyata kau disini? apa kau tertidur disini" ucap jung won namun tidak ada jawaban


"kim? sayang?" ucap jung won dan memegang bahunya


dan seketika rara bangkit dari tidurnya dan berjalan sempoyongan


"ada apa dengannya apa dia mabuk?" kemudian jung won melihat botol yang ada di atas meja dan mengambilnya


"apa dia meminum ini dan menghabiskannya? pantas saja dia mabuk" ucap jung won dan berjalan mengikuti rara yang masuk ke kamarnya, di kamar rara duduk di sofa yang menghadap ke jendela melihat keindahan malam kota tokyo


"sayang apa kau mabuk?" tanya jung won dan rara melirik ke arahnya


"hai kau presdir tengil" ucap rara ngelantur yang membuat jung won kaget


"apa kau sedang berusaha menggodaku untuk mau menjadi wanita yang akan kau permainkan? aku rasa kau tidak benar mencintaiku, iyakan hah ayo jawablah aku" ucap rara pada jung won yang membuat jung won tersenyum


"kenapa kau tersenyum seperti itu apa kau sedang menertawakanku? hah lihat saja aku pasti akan membuatmu menyesal karena sudah berencana untuk mempermainkan perasaanku, aku tau kau punya segalanya kau bisa memilih wanita manapun yang kau mau tapi tidak denganku karena aku benar-benar menyukaimu sementara wanita-wanita itu menyukaimu karena kau punya segalanya, tapi kau hanya mempermainkanku saja dasar kau tidak tau malu, tadi kau memberiku gaun yang sangat cantik dan mahal memberiku sepatu yang sangat indah memberiku tas yang bahkan sudah sangat aku idam-idamkan dari dulu aku tau kau sedang merayuku agar menerima perasaanmu tapi aku tidak akan tertipu dengan tipu daya yang kau berikan padaku, kau tau sekarang aku mulai menyukaimu tapi aku takut kau hanya mempermainkanku saja jadi aku simpan rasa suka ini aku tutup dengan rapat darimu agar kau tidak bisa mengambilnya dariku" jung won yang melihat rara hanya tertawa kecil akan ucapan yang rara katakan


"sudahlah kau mabuk sekarang sebaiknya kau beristirahat" ucap jung won menarik rara agar bangkit dari sofa dan menuntunnya menuju tempat tidur. kemudian rara berbaring dan jung won menyelimutinya tapi rara bangkit dari tidurnya dan mulai berbicara lagi


"apa yang kau lakukan disini apa kau ingin merenggut kesucianku hah? maaf tapi aku tidak akan memberikannya padamu ini akan ku berikan pada laki-laki yang benar-benar mencintaiku tidak seperti kau yang ingin mempermainkanku saja" kemudian rara menjatuhkan tubuhnya dan terkulai lemas.


jung won membelai rambut rara dengan lembut


"dasar bodoh jika aku laki-laki seperti itu sudah aku lakukan saat ini juga, kenapa dia berbicara seolah olah aku ini ingin mempermainkan perasaannya" ucap jung won kemudian mencium pucuk kepala rara yang mulai tertidur lalu menyelimutinya kembali dan jung won pun bangkit dari duduknya mematikan lampu kamar rara sambil terus menatapnya kemudian dia pergi meninggalkan kamar rara

__ADS_1


__ADS_2