Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
rencana


__ADS_3

sementara itu, ditempat lain, seorang pemuda tampan tengah mengumpat habis habisan, pasalnya dia saat ini tengah berada di jalan dan terjebak macet,


" akkhhh, s\*\*l, kenapa harus macet segala sih, b\*\*\*\*\*\*\*, "ucap pemuda itu,



\*" akkhhh, kalau seperti ini terus , aku bisa terlambat datang ke acara itu , dan aku tidak bisa membatalkan acara itu," lanjutnya


Jordan benar-benar kehilangan kesabarannya bagaimana tidak dia sudah berangkat dari rumah sejam jam 04.00 pagi tadi tapi sekarang dia berada di sini terjebak macet selama berjam-jam,


dia berangkat pagi-pagi sekali berharap dapat berjumpa dengan gadis yang dicintainya dan membawanya pergi dari acara itu tapi yang ada saat dia sampai di tengah jalan dirinya harus terjebak macet karena adanya kecelakaan lalu lintas bahkan sampai sekarang pun belum juga dapat ditangani,


Jordan mengambil ponselnya dari saku celananya lalu dia mencari kontak seseorang setelah mendapatkannya dia langsung menghubunginya


"kalian sudah ada di sana , jalankan rencana b , aku akan datang terlambat, pastikan tidak ada orang yang mengetahuinya, jangan sampai orang tahu tentang rencana kita aku akan ke sana dan ingat , jangan melukainya," lanjutnya

__ADS_1


dia pun memutuskan sambungan telepon, lalu memasukkan kembali ke saku celananya, Jordan benar-benar mengumpat habis-habisan dia bahkan sampai memukul setir mobil guna melampiaskan kekesalannya,


sementara itu di tempat diadakannya resepsi, dua sejoli yang baru saja melangsungkan pernikahan telah berdiri di pelaminan, raut wajah bahagia begitu terlihat di wajah mereka bahkan senyum itu tidak pernah luntur di wajah keduanya,


banyak sekali tamu undangan yang hadir di acara tersebut bahkan rekan bisnis Saga dan adik-adiknya pun juga hadir, sampai saat adrian datang membisikan sesuatu pada Saga,


"kau yakin," tanya Saga, Adrian pun mengangguk,


Stella yang berada di samping Saga, melihat interaksi kakak dan suaminya itu dengan raut wajah yang serius dia kemudian mengerutkan kening,


tak lama salah seorang anak buah yang Adrian siapkan untuk mengawasi acara tersebut menghampirinya , tentu saja hal itu tidak luput dari pandangan Stella,


Adrian mengisyaratkan anak buahnya dengan membisikan sesuatu, tidak lama setelah mendengar hal itu anak buahnya pun langsung melangkah pergi dan keluar dari gedung itu,


diikuti dengan beberapa anak buah lainnya di belakangnya, pacaran terus berlangsung hingga tengah malam para tamu undangan memutuskan untuk berpamitan kepada kedua mempelai setelah semua pemandangan pulang mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing,

__ADS_1


sementara itu di tempat lain, tepatnya letaknya cukup jauh dari gedung yang diadakannya resepsi pernikahan Saga dan Stella, beberapa kelompok orang tengah beradu pukulan,


jika dilihat dari pakaian mereka , maka dapat dipastikan bahwa mereka adalah salah satu kelompok orang yang berbahaya, bahkan tidak jauh dari keberadaan orang-orang yang saling beradu pukul itu terdapat beberapa orang yang tengah duduk di dalam mobil,


mereka duduk dengan santai yang dalam mobil sambil menikmati pemandangan yang ada di depan mereka mereka seperti telah menonton film action, bahkan sama sekali tidak ada takut ataupun khawatir yang terlihat di wajah mereka,


" sudah ada kabar dari mereka," ucap salah satunya



"sepertinya belum," jawab lainnya


walau tidak lama pintu mobil mereka diketuk oleh seseorang


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2